KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Penantian


__ADS_3

Sebelum beristirahat Hana dan teman-teman mengabari keluarga, jika mereka sudah tiba di London dengan selamat. Saat siang hari Hana bangun, segera menuju kamar mandi untuk wudhu. Setelah selesai sholat, Hana mengambil gawainya. Ada beberapa pesan masuk. Salah satu nomor tak dikenal. Hana membalas pesan satu persatu. Terakhir dinomor baru tersebut. Memeriksa profilnya dan alangkah kagetnya hana ternyata nomor tersebut milik Daffa. Membaca pesan sambil mengeryitkan dahi. Pasalnya pesan tersebut dikirim pukul 09.00 tadi pagi. Dengan cepat Hana membalas pesan tersebut.


Daffa "assalamualaikum, sampai di London jam berapa? "


Me "Wa'alaikumsalam wr wb. Alhamdulillah tadi sekitar jam 05.30an pak" Klik pesan terkirim.


Hana merasa lapar karena tadi pagi hanya makan roti bekal dari Indonesia. Mengambil satu bungkus mie instan lalu berjalan mencari dapur. Ternyata peralatan masak sudah lengkap. Beberapa menit memasak, mie nya sudah matang. Hana segera melahapnya sampai habis. Hana sengaja membawa mie dari Indonesia karena iya belum tahu tentang London. Iya berfikir daripada hari pertama disana kelaparan.


Setelah menghabiskan satu mangkok mie, kembali kedapur dan mencuci mangkok tersebut. Hana kembali kekamar. Sambil melihat pintu kamar Diana yang masih tertutup. Hana tak ingin menggangu istirahat sahabatnya itu.


"Diana belum keluar kamar juga ya, mungkin dia masih tidur, biarin saja lah dulu" Gumam Hana.


Sesampainya dikamar membuka gawai, ternyata ada pesan masuk dari Daffa.


Daffa " Apa Rudi terlambat menjemput kalian? "


'tring'notif hp berbunyi lagi


Me "Tidak pak, tapi sepertinya pak Rudi yang menunggu kami.


Daffa "Oh baguslah kalau seperti itu"


Me "Iya pak"


Daffa "Kamu sudah makan kan? "


Me " Sudah pak, sambil tersenyum membaca pesan tersebut. Entah mengapa Hana merasa berbunga bunga.


Daffa "makan apa hari pertama di London? "


Me "Mie instan pak, kemarin saya bawa dari rumah, untuk jaga jaga kalau kelaparan 😁hehe"

__ADS_1


Daffa "Hah... kamu bawa mie? jangan terlalu banyak makan mie instan, tidak baik! "


Me "Iya pak, terimakasih.


Daffa "Istirahatlah, besok kuliah kalian sudah dimulai! "


Daffa menekan tombol kirim, langsung centang dua berwarna biru, namun tak kunjung ada balasan. Daffa dengan sabar menunggunya.


Sedangkan Hana hanya berniat membaca tanpa ingin membalas pesan tersebut. 8ya berjalan keluar kamar melihat lihat isi apartement nya. Ternyata luas juga, ada 2 kamar tidur, dapur, ruang tamu, dan ruang tv. Hana kagum dengan interior bangunan ini. Terkesan elegan dan sangat nyaman untuk ditinggali.


Iya bergegas menuju ruang tv, duduk di sofa dengan memegang gawai ditangannya. Membuka salah satu situs web tentang kampusnya. Hana berniat sore ini akan berjalan jalan untuk melihat lihat. Hana berdiri dan menuju sebuah tembok kaca, membuka gorden untuk melihat pemandangan kota dari atas, ternyata sangat bagus.


Lain halnya dengan daffa, iya sedikit uring uringan karena hana tak kunjung membalas pesanya. Entah perasaan apa yang membuat daffa seperti itu. Yang jelas Daffa tak suka diabaikan oleh Hana. Mengambil handphone untuk menghubungi seseorang.


'tuuut tuuut tuuuutt'


"Selamat siang tuan Daffa, ada yang bisa saya bantu? " Jawab seseorang ditelepon tersebut.


"Baik tuan" Lalu telepon pun dimatikan


"Hana, kenapa sih tidak membalas pesanku" gumam daffa dengan sedikit melamun, tak sadar jika pintu diketuk sejak tadi dari luar. Menampakkan sosok Rey yang berjalan perlahan menuju kearah Daffa.


"Permisi tuan Daffa" Rey berkata dengan ragu ragu, seketika membuyarkan lamunan Daffa.


"Kenapa masuk tanpa mengetuk pintu dulu rey? " tanya Daffa dingin


"Maaf tuan, tapi sudah sejak tadi saya mengetuk pintu tapi tidak ada sahutan dari dalam, jadi saya langsung masuk saja" Jawab Rey menjelaskan.


Akhirnya Daffa pun terdiam


"Apa 4 tahun itu lama Rey ?

__ADS_1


"Hahahaha ternyata tuan Daffa sedang memikirkan nona Hana? " Rey bertanya sambil tertawa.


"Iya, entah kenapa seperti sudah lama sekali tAk bertemu dengan Hana"


Rey paham sekarang kenapa Daffa uring uringan.


Rey tersenyum sambil berkata.


"Menunggu itu lama tuan, apalagi menunggu ketidakpastian" satir Rey


"Maksudmu apa Rey? " Daffa binggung dengan apa yang dikatakan Rey.


"Jadi begini tuan, nona Hana itu tidak tahu jika anda tertarik dengannya, yang dia tahu anda adalah orang terhormat yang telah memberikan dia beasiswa, itu berarti sedikit memberi kehidupan baru yang lebih bermakna untuk dirinya. Dan pasti nona Hana menganggap dirinya tidak pantas untuk anda. Jika tuan tidak memperjuangkan dan tidak memperjelas perasaan tuan, selamanya nona Hana akan seperti itu" Kata Rey panjang lebar.


"Jadi maksudmu, aku harus bagaimana? "


"Datangi orang tuanya, atau datangi nona Hana sendiri. Katakan yang sebenarnya. Dengan begitu semua akan jelas.


Daffa paham sekarang, iya berniat nanti akan menyampaikan setelah Hana lulus kuliah.


Beberapa tahun kemudian......


Hari ini adalah hari yang ditunggu Hana, yaitu hari wisuda. Hana berhasil meraih nilai cumlaude di universitas ini. Rasa syukur tak henti hentinya diucapkan. Sudah banyak liku liku hidup selama di London. Suka duka yang dilalui tidaklah mudah, hingga tiba saatnya kembali ke tanah air. Menjadi suatu kebanggaan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Ada hal berat yang dilalui Hana dan teman-temannya.


Daffa tidak dapat hadir diacara wisuda Hana. Iya sangat sibuk hari ini. Tak dapat meninggalkan kantor dalam kurun waktu yang lama. Maka dari itu, Daffa hanya menunggu kedatangan Hana.


Acara wisuda telah selesai, Hana dan teman-temannya sudah menyelesaikan seluruh administrasi dengan kampus. Mereka bersiap untuk kembali ke apartement. Mengemasi barang barang. Malam ini Hana tak sabar untuk segera pulang ke Indonesia. Iya merindukan tanah kelahirannya. Hingga Hana pun sulit memejamkan mata. Karena besok kembali ke Indonesia, selain menemui keluarganya hana sudah berjanji akan menemui Daffa bersama keluarganya, memberikan jawaban atas penantian Daffa selama ini. Dan membayangkan itu saja membuat jantung Hana berdebar debar.


Hari sudah pagi, Hana dan kawan-kawan sudah berada dibandara diantarkan oleh Rudi. Perjuangan telah usai. Kini tinggal menikmati hasil. Dan hasil itu sangat memuaskan. Jam menunjukkan pukul 09.00 pesawat akan terbang menuju Indonesia. Sebelum naik pesawat Daffa sudah berpesan jika nanti iya yang akan menjemput Hana bersama keluarganya. Tentunya hal ini sudah meminta persetujuan dari keluarga Hana.


Daffa tampak tidak sabar menanti besok pagi. Orang yang selalu dinanti nanti dalam hidupnya. Kini kembali ke tanah air. Entah bagaimana perasaan Daffa saat ini, yang pasti iya merasakan sebuah kebahagiaan yang tidak dapat dijabarkan dengan kata kata. Hingga hari telah larut, Daffa baru bisa memejamkan matanya, dan terbangun saat alarm berbunyi.

__ADS_1


TBC


__ADS_2