
Sesampainya di dalam ruangan, Daffa segera duduk dan mulai menandatangani satu per satu berkas-berkas tersebut. Rey juga segera menuju mejanya untuk bergelut dengan setumpuk pekerjaan hari ini. Mereka terlihat fokus dalam bekerja. Tak ada suara sama sekali. Tiba-tiba ponsel Daffa berdering. Panggilan masuk dari Fariz.
"Orang ini kenapa lagi sih, tumben telpon terus? "Gumam Daffa. Iya hanya melirik sekilas. Membiarkan ponselnya tetap berdering. Begitu panggilan berhenti, iya segera merubah mode silent di ponselnya. Dan menyimpan dalam laci terus melanjutkan pekerjaannya.
Diluar ruangan Daffa, Hana yang sibuk dengan pekerjaannya di kejutkan oleh panggilan seorang yang baru datang. Seorang perempuan dengan Dress dibawah lutut. Namun sangat ketat, saking ketatnya, hingga menampilkan lekuk tubuhnya.
"Permisi, apa tuan Daffa ada? " Tanyanya sambil berdiri di depan Hana dengan nada angkuh, tangannya menenteng sesuatu.
"Ada didalam, ada yang bisa saya bantu? " tanya Hana dengan sopan.
"Ngga usah sok-sok an mau bantu aku ya, kalau memang ada di dalam kan aku tinggal masuk kamu lanjut kerja aja, aku mau nemuin tuan Daffa"
"Tapi peraturannya siapapun yang masuk ke dalam harus dengan izin tuan Daffa, setelah saya menginformasikan kepadanya nona" Ucap Hana dengan melihat kearah wanita tersebut.
"Kamu belum tahu kan siapa saya, makanya berani sekali kamu berbicara seperti itu ke saya? " Ucap wanita tadi sambil melangkah ke arah ruangan Daffa, membuka pintu. Namun dengan cepat Hana berlari mengejar. Namun tak dapat mencapai karena wanita itu sudah masuk kedalam ruangan Daffa. Begitu sampai didalam, Wanita itu terkejut karena sekertaris Daffa mengikutinya.
__ADS_1
"Maaf, nona ini memaksa masuk" Ucap Hana.
"Daffa, masa aku mau masuk ke sini aja harus dengan izin sih? " Ucapnya dengan nada manja. Hana yang mendengar pun mengerutkan dahi. Hana bingung. Sedangkan Daffa menatap wanita itu dengan penuh keterkejutan, tak terkecuali Rey. Daffa menatap Rey penuh arti. Rey yang mengertipun segera berdiri.
"Maaf nona, peraturannya disini memang seperti itu" Ucap Rey.
"Sejak kapan aku diperlakukan sama dengan yang lain? " Tanya Wanita itu, yang diketahui namanya adalah Alisa
"Aku jauh-jauh baru datang dari Amerika langsung kesini. Tapi kalian membuatku kesal saja. Aku ini capek, Daffa, kamu harusnya senang kan aku sudah kembali? " Tanya Alisa, Daffa bingung, Hana tak paham dengan semuanya. Sedangkan Rey berusaha menghalangi Alisa yang akan berjalan menuju ke meja Daffa. Daffa segera beranjak dan berjalan. Alisa sangat senang karena dia berfikir Daffa akan menghampirinya. Iya tersenyum penuh kemenangan. Sambil menatap Rey iya tersenyum sinis. Saat Daffa sudah berada di dekatnya, iya semakin merasa menang. Namun, Daffa terus melangkah dan menuju kearah pintu. Dengan cepat iya menghampiri Hana. Memegang tangan Hana lalu menciumnya. Alisa yang melihat membulat matanya.
"Berhenti memanggilku seperti itu Lisa. Dan kamu harus tahu, wanita ini adalah sekertarisku sekaligus istri kesayanganku, kamu ingat-ingat semua ini dengan baik, aku sudah menikah" Ucap Daffa memperlambat kata aku sudah menikah. Hal tersebut membuat Alisa terkejut bukan main.
"Sayang, kamu bercanda kan, kamu hanya ingin membuatku pergi dari sini kan? " Ucap Alisa tak percaya.
"Kamu lihat ini, di jari kami terpasang dua cincin ya sama, apa kamu masih belum percaya? " Tanya Daffa dengan tenang. Hatinya yang dulu sakit perlahan menghilang karena kehadiran Hana. Iya teringat kenangan beberapa tahun silam, saat dengan mudahnya Alisa menghilang dan menghianatinya. Saat itu dia hancur.
__ADS_1
Flashback On...
Saat itu, Daffa, Alisa, Rey serta Fariz kuliah bersama. Berbeda dengan Fariz yang diinginkan orang tuanya, Fariz diberikan Fasilitas yang cukup mewah oleh orang tuannya meskipun mereka sama-sama diasuh oleh orang tua Daffa. Sedangkan Daffa harus menutupi identitasnya selama masih menempuh pendidikan hingga lulus, demi menjaga keselamatannya. Namun mereka tetap dijaga oleh pengawal keluarga utama. Alisa merupakan teman Fariz, Daffa dan Rey. Fariz memiliki sifat yang sangat dingin kepada wanita. Iya tak menghiraukan Alisa yang selalu memberikan perhatian lebih kepadanya. Lama-lama iya bosan mengejar Fariz karena tak pernah dihiraukan. Namun entah mengapa, Alisa berpindah haluan, hatinya tertarik dengan Daffa. Awalnya Daffa juga tak menghiraukan Alisa. Namun lama-lama hatinya luluh dengan sikap Alisa. Mereka pun menjalin hubungan selama kuliah. Semua kenangan manis selalu mereka buat sebagai kenangan. mencari kebahagiaan di tempat-tempat favorit yang mereka kunjungi. Dan disana awal penghianatan Alisa dimulai. Saat Daffa lulus kuliah, Daffa berniat ingin bersungguh-sungguh membawa hubungannya ke jenjang pernikahan. Namun Alisa perlahan menjauhinya sebelum Daffa sempat mengutarakan niat baiknya. Setiap Daffa menghubunginya, Alisa selalu beralasan. Hingga lama-lama Alisa pun menghilang tanpa kabar. Disaat itu Daffa merasa kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupnya. Merasa tak memiliki semangat hidup. Daffa depresi karena cintanya menghilang entah kemana. Karena merasa putus asa tak bisa menghubungi dan menemukan Alisa, iya meminta tolong kepada papanya untuk mencari tahu keberadaan Alisa. Papa Daffa menyanggupi permintaan anak semata wayangnya. Iya tak tega melihat putranya terjatuh dalam keadaan seperti ini. Tapi ada syarat yang harus dipenuhi oleh Daffa. Yaitu Daffa harus bangkit dari keterpurukan dan mulai belajar di kantor. Daffa pun menyanggupi syarat dari papanya. Hari dimana papa Daffa menyuruhnya untuk membantu dikantor, Daffa pun perlahan bangkit. Namun masih banyak melamun karena kesedihan itu masih ada di hatinya. Dan perlahan, informasi tentang Alisa pun ia dapatkan satu persatu. Satu hal yang membuat Daffa merasa sakit. Alisa sudah menjalin hubungan dengan seseorang diluar negeri. Daffa meremas foto didepannya.
"Berani sekali kamu menghianatiku Lisa" Gumam Daffa sambil *******-***** foto dan membuangnya ke tempat sampah.
Daffa merasa terpuruk kembali setelah mengetahui informasi ini. Tuan aji memaklumi keadaan putranya saat ini. Hingga waktu berjalan kurang lebih satu setengah tahun. Daffa perlahan bisa keluar dari kesedihan yang merantainya selama ini. Iya perlahan bangkit dan berubah sikapnya menjadi sangat dingin. Iya berubah menjadi sosok yang tak pernah menghiraukan secantik apapun wanita. Hingga dia dipertemukan dengan Hana, Tuhan membuka mata hatinya dan melabuhkan cintanya kepada Hana.
Flashback off...
"Kamu bohong kan sayang, kamu masih mencintai aku kan, sekarang aku sudah kembali dari meraih mimpi ku, mari kita mulai semuany dari awal" Ucap Alisa dengan perasaan penuh percaya diri. Hana yang mendengar semua itu terkejut. Namun iya masih bertahan untuk diam karena memang dia tak tahu apa-apa sebelumnya.
"Kamu tinggalkan wanita murahan ini sayang, kita mulai dari awal lagi, aku masih sangat mencintai kamu Daffa" Ucap Alisa kembali. Hana yang mendengar disebut wanita murahan, segera melepaskan genggaman tangan Daffa. Lalu berjalan mendekat ke arah Alisa.
TBC.
__ADS_1