KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
London 2


__ADS_3

Setelah makan malam. Hana dan Daffa berpamitan untuk keluar jalan-jan sekaligus untuk menginap dihotel.


"Apa tidak sebaiknya tuan dan nona menginap disini saja, masih banyak kamar kosong disini" Ucap Rudi.


"Tidak Rud, terimakasih. Kamu sudah banyak membantu kami" Balas Daffa.


"Baik tuan, terimakasih atas kepercayaan tuan kepada keluarga kami" Ucap Rudi penuh Hormat.


"Saya keluar dulu" Pamit Daffa. Akhirnya Daffa dan Hana meniggalkan rumah Rudi.


"Kita mau kemana mas? " Tanya Hana begitu sudah sampai dimobil.


"Kita jalan-jalan dulu ya, nanti pulangnya kita nyari hotel dekat sini saja, besok mas ada kunjungan ke perusahaan yang disini" Ucap Daffa.


"Iya mas, Hana ngikut mas aja" Jawab Hana. Dan merekapun melanjutkan perjalanan dimalam hari. Melihat-lihat keindahan kota yang dihiasi gemerlapnya lampu warna-warni. Hana merasa kagum.


"Bagus? " Tanya Daffa. Hana hanya mengangguk sambil tersenyum. Tiba-tiba Daffa menarik Hana dalam dekapannya. Hana yang terkejut hanya bisa diam. Iya menikmati kenyamanan dalam pelukan sang suami. Mereka melanjutkan jalan-jalan hingga malam.


pukul 11 malam, Daffa mengajak Hana untuk kembali. Mereka mencari hotel terdekat dengan rumah Rudi. Begitu dapat, mereka segera masuk dan merebahkan diri. Tak lama merekapun terlelap.


Pagi-pagi sekali, Daffa dan Hana bangun, setelah bersiap-siap, mereka turun. Mendapati Rudi dan seorang sopir sudah menunggu di lobby hotel. Mereka segera naik ke mobil dan berangkat menuju ke perusahaan.


"Saya rasa perusahaan dibawah kendalimu tak ada masalah Rud" Ucap Daffa dalam keheningan.


"Kemarin sempat ada masalah kecil tuan, tapi alhamdulillah sudah teratasi" Balas Rudi.


"Kamu memang selalu bisa diandalkan. Ngga sia-sia aku memilihmu" Ucap Daffa bangga.


"Tapi sepertinya ada seseorang yang mencoba merusak salah satu system IT kita tuan" Ujar Rudi.


"Tenang saja, itu tak akan pernah terjadi lagi. Kamu harus lebih waspada. Perusahaan di Indonesia sedang diincar oleh seseorang, bahkan system kita pernah di lockdown. Tapi Hana mampu menyelesaikan semua dengan baik" Ucap Daffa menceritakan.


"Apa kira-kira ada hubungannya dengan client yang pernah kita tolak saat itu ya tuan? " Tanya Rudi.


"Maksud kamu bagaimana? " Daffa bertanya balik.

__ADS_1


"Apa tuan Daffa ingat waktu saya ke Indonesia. Saya memberitahu tuan sesuatu tentang bagaskara grub. Namun tuan bilang kalau mereka bukan orang-orang yang jujur. Tuan menolak bekerja sama dengan mereka" Ucap Rudi mengingatkan.


"Apa dia pernah kesini juga? " Daffa mengingat sambil bertanya.


"Setelah kita menolak bekera sama dengan mereka, mereka tak lagi datang kesini" Jawab Rudi.


"Kalau benar pelakunya adalah bagaskara grub, aku tak akan segan-segan untuk membuat mereka menyesal. Sudah beberapa kali mereka melakukan cara kotor untuk menaklukkan para pesaing, salah satunya kepada keluarga ku" Ucap Daffa. "Kita harus lebih berhati-hati, seleksi dengan ketat semua pekerja baru yang masuk, dan pastikan tak ada musuh didalam selimut" Lanjut Daffa.


"Baik tuan" Jawab Rudi. Tak lama mengobrol seputar perusahaan, mereka telah sampai di kantor, mereka segera turun dan masuk. Banyak pegawai yang menunduk hormat karena kedatangan Rudi dan Daffa.


Saat berjalan, ponsel Hana berdering. Ada panggilan masuk. Iya melihat ada nama Smith tertera di layar ponselnya.


"Siapa sayang? " Daffa bertanya.


"Smith mas, sahabat aku pas lagi kuliah dulu" Jawab Hana.


"Angkat dulu, siapa tahu penting" Ucap Daffa.


"Iya mas" Hana pun mengangkat telepon dari smith. Begitu selesai, iya mendekat ke Daffa yang sudah menunggu di kursi lobby.


"Ada apa? " Tanya Daffa.


"Itu smith yang ngajarin kamu IT itu kan? " Ucap Daffa menebak.


"Iya mas, benar sekali" Jawab Daffa.


"Kalau begitu, kita harus menemui dia" Ucap Daffa.


"Mas Daffa serius? " Tanya Hana.


"Iya, ya sudah ayo masuk dulu, nanti kamu hubungi dia kita ketemu dimana" Jawab Daffa. Dan Hana hanya menjawab dengan senyuman dan anggukan. Mereka pun masuk ke ruangan Daffa.


Setelah urusan di perusahaan selesai, Mereka menuju tempat yang sudah smith tentukan. Tentu saja Daffa penasaran dengan Smith. Iya tak sabar untuk bertemu dengannya.


"Smith itu asli orang sini atau orang mana sayang? " Tanya Daffa.

__ADS_1


"Asli orang sini mas, dia termasuk salah satu mahasiswa genius di kampus" Tutur Hana.


"sama kaya kamu ya" Ucap Daffa sambil menoel hidung Hana. Sontak hal tersebut membuat Hana tersipu malu.


"Dulu, waktu mas lihat kamu pertama kali dari dekat. Saat di rumah makan orang tua kamu. Mas ngerasa beda banget lihat kamu" Daffa bernostalgia.


"Saat apa ya mas, Hana lupa lo" Ucap Daffa.


"Saat kamu nganterin mie ayam ke meja mas sama Rey. Mas gugup banget cuma lihat kamu berjalan mendekat kearah mas. Rasanya dag dig dug der lah pokoknya. Sebenarnya mas kesana itu tujuan utama bukan makan, tapi nyari kamu" Jelas Daffa.


"Kok mas bisa tahu kalau Hana disana? " Tanya Hana.


"Mas nyuruh Rey buat nyari informasi tentang kamu. Pagi-pagi Rey memberikan informasi tentang kamu. Terus pulang kerja, mas langsung ke tempat ibu sama ayah" Rey memberitahu Hana.,


"Jadi, mas mengorek informasi tentangHana? " Tanya Hana yang selalu penasaran.


"Bukan mengorek sayang, tapi mas pengen kenal dengan kamu lebih dekat" Tutur Daffa.


"Berarti beasiswa S1 ke London itu juga rencana mas? " Hana masih terus penasaran. Karena Daffa jarang bercerita tentang masa lalunya selama menanti Hana. Jika ada waktu luang saja Daffa akan menceritakan ke Hana.


"Bukan sayang, beasiswa itu murni seleksi dari sekolah. Dan entah mengapa mas sangat senang setelah tahu jika yang mendapat beasiswa tersebut adalah kamu. Mas menyuruh Rey untuk mengurus beasiswa ke London. Supaya kamu tetap diawasi oleh Rudi" Daffa melanjutkan bercerita.


"Orang kaya bebas ya mau ngapain saja" Ucap Hana sambil tersenyum.


"Dan orang kaya itu sekarang jadi suamimu" Celetuk Daffa. Sambil memegang tangan Hana.


"Hehe... Iya ya" Hana tersenyum karena ditatap oleh Daffa. Tak terasa karena keasyikan mengobrol, mereka telah sampai ditempat yang dituju.


"Maaf, tuan, nona kita sudah sampai di cafe XXX" Ucap sang sopir.


"Ah iya, terimakasih pak" Ucap Hana, Dan merekapun segera turun dan masuk ke dalam Cafe. Hana mengedarkan pandangan mencari-cari keberadaan Smith. Tak lama iya melihat sahabatnya itu duduk sendiri sambil sibuk memainkan ponselnya. Hana dan Daffa segera menghampiri Smith.


"Hello, Smith" Sapa Hana saat sudah dekat. Smith yang tak mengerti jika Hana sudah didekatnya melonjak kaget, Hampir saja ponselnya terjatuh.


"Hana, sit down please" Ucap Smith sambil menunjuk 2 kursi didepannya.

__ADS_1


"This is your husband? " Tanya Smith sambil memandang Daffa. Hana hanya mengangguk sambil duduk.


TBC.


__ADS_2