KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Dua Anak Genius


__ADS_3

Setelah Daffa dan Hana pergi, kedua pengawal yang ditugaskan untuk menjaga Arsyad dan Arsyida berjaga di depan kelas. Mereka mendapatkan tugas untuk selalu mengawasi dua anak itu. Daffa hanya ingin anaknya tetap aman tanpa harus berfikir macam-macam. Sedangkan mbak yang dimaksud Arsyad dan Arsyida adalah seorang pengasuh yang bertugas menemani mereka. Namanya Dina. Dia sudah sejak kecil membantu merawat Arsyad dan Arsyida. Arsyad dan Arsyida memang disuruh memanggil mbak supaya bisa lebih menghormati yang lebih tua.


"Mbak, tadi sama mama dibawain bekal ya" Tanya Arsyi yang tiba-tiba berlari keluar menghampiri Dina.


"Iya non, ini bekalnya" Jawab Dina.


"Aku bawa masuk aja ya mbak" Arsyida mendekat lalu mengambil dua bekal yang sudah di sediakan oleh Hana. Dan Dina pun memberikannya.


"Arsyi masuk dulu ya" Arsyi segera berjalan masuk kembali. Memberikan satu kepada Arsyad dan meletakkan punyanya sendiri ke meja. Tak lama kemudian, guru mereka datang. Dan proses *** pun dimulai.


Bel berdering, jam pelajaran untuk taman kanak-kanak sudah berakhir. Arsyad berjalan dibelakang Arsyi saat keluar kelas. Mereka menengok kekanan dan kekiri mencari seseorang. Terlihat seorang menghampiri.


"Mbak darimana? " Tanya Arsyad dingin.


"Maaf tuan muda, tadi saya habis dari beli pulsa" Jawab Dina.


"Ayo! " Ajak Arsyi yang sudah berjalan ke depan duluan. Dua pengawal yang sedari tadi menunggu sudah mendekat, Arsyad dan Arsyida memberikan tas mereka.


"Silahkan tuan muda, nona muda" Ucap seorang pengawal membukakan pintu mobil. Dua anak kembar itu segera masuk dan duduk. Setelahnya mobil melaju untuk pulang.


"Kita ke kantor papa" Arsyad berkata dengan memainkan ponselnya. Entah apa yang sedang iya lihat. Anak kecil itu terlihat sangat fokus.


"Tadi sudah izin ke papa, papa ngizinin" Arsyad kembali berkata dengan tanpa menoleh sedikitpun. Sopir pun melajukan mobil yang dikemudikan menuju kantor Utama. Sedangkan dua pengawal tadi menaiki beda mobil yang berjalan mengikuti kedua bos mudanya dari belakang.

__ADS_1


Di tengah perjalanan menuju ke kantor Utama. Terlihat sebuah mobil selain mobil pengawal tadi yang terus mengikuti mobil yang ditumpangi Arsyad dan Arsyi. Dina yang mengerti dengan dengan keadaan karena diberitahu oleh sopir disebelahnya segera menghubungi pengawal. Begitu tersambung, Dina segera berbicara.


"Pak, waspada, mobil dibelakang kalian dari tadi ngikutin kita terus" Ucap Dina.


"Iya, aku merasa seperti itu juga. Kalian tetap jaga bos kecil, jangan berhenti ditempat sepi" Jawab pengawal dari seberang telepon.


"Baik" Dina menutup teleponya.


"Coba tanya berapa plat mobil orang yang ngikutin kita mbak" Arsyad berbicara sambil menoleh ke belakang.


"Baik tuan, saya tanyakan dulu. Pak pelan-pelan saja jalannya" Ucap Dina sambil menyambungkan ponselnya menghubungi seseorang.


"Pak, berapa plat mobil itu" Tanya Dina tiba-tiba.


"Oke" Dina memutuskan sambungan telepon.


"B 2030 YA tuan muda" Ucap Dina kepada Arsyad.


"Arsyad, jangan macam-macam. Iya kalau mereka mengikuti kita, kalau tidak bagaimana" Cerocos Arsyi ketika Arsyad berusaha membuka ponselnya. Arsyi tahu jika saudara kembarnya itu adalah seorang anak super Genius. Iya telah bisa meretas system-system. Termasuk membuat sebuah mesin mobil mati seketika hanya dengan mengotak-atik tabletnya. Kecerdasan Arsyad memang diatas rata-rata dari anak seusianya. Sedangkan Arsyi genius dalam hal keagamaan, di usia 3 tahun Arsyi sudah mampu menghafal alquran sebanyak 11 juz. Keduanya selalu menjadi kebanggaan keluarga.


"Kalau kita bisa melindungi diri sendiri, jangan menyusahkan orang lain Arsyi. Jadi sekarang diamlah dan jangan menggangguku" Jawab Arsyad tenang. Iya kembali fokus pada layar tabletnya. Hampir 10 menit terdiam tanpa suara.


"Coba tanya om nya, mereka masih ngikutin kita atau tidak mbak" Arsyad berkata lagi. Dina pun mengangguk dan menanyakan hal itu.

__ADS_1


"Sudah tuan muda, mereka tidak mengikuti kita" Ucap Dina. Arsyad melanjutkan memainkan gamenya. Tiba-tiba ponselnya berdering notifikasi penting Iya segera memeriksanya.


"Kita putar balik ya, di depan ada banyak paku bertebaran dijalan kayanya" Arsyad memberitahu. Sang sopir pun segera putar balik. Memilih jalan lain untuk menuju ke kantor Daffa. Saat masih berada di tengah jalan, ponsel Dina berdering.


"Din, sudah pulang? " Tanya Hana.


"Anu nyonya.... " Ucapan Dina terpotong saat Arsyad meminta ponselnya.


"Mana mbak" Arsyad mengambil ponsel Dina. Arsyad segera berbicara.


"Mama, Arsyad mau ke kantor sama Arsyi" Arsyad berbicara.


"Iya sayang, hati-hati ya. Mama tunggu" Jawab Hana. Panggilan pun berakhir.


"Mama pasti nungguin kita" Arsyi berkata kali ini.


"Kenapa sih Arsyad harus putar balik? " Tanya Arsyi.


"Kamu mau ban mobil kita kempes? " Tanya Arsyad.


"Ngga" Arsyi diam lagi asyik dengan game di ponselnya.


"Sebentar lagi sampai nona" Dina berbicara dengan pelan. Kedua anak itu fokus pada ponselnya masing-masing. Hingga tak sadar mobil sudah memasuki halaman gedung Utama. Arsyad segera memasukkan ponselnya dan segera keluar.

__ADS_1


__ADS_2