KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Perasaan Aneh Reyhan Arrasyid


__ADS_3

Sesampainya dirumah, Daffa dan Hana segera masuk. Mereka disambut oleh pelayan, Daffa pun menyuruh untuk mengambil belanjaan di dalam mobil. Amanda tak kalah heboh dengan kedatangan Hana dan Daffa. Papa dan Mama pun menyambut kedatangan mereka dengan berbagai pertanyaan.


"Kak, kirain bakal lama di Bandung. Berati kita bisa jalan-jalan ya kak Hana" Ucap Amanda tiba-tiba. Dan itu membuat Daffa menjentikkan jari ke arah Amanda.


"Jalan-jalan mulu, kakak capek nih, pijitin dulu! " Ucap Daffa bercanda. Tiba-tiba papa Daffa berbicara.


"Daffa, sudah selesai urusan kamu di Bandung? " Tanya Daffa.


"Belum pa, Ini tadi tiba-tiba kantor cabang ada kendala. Daffa buru-buru kembali ke Jakarta untuk menyelesaikan karena Rey juga cukup kesulitan dengan situasi tadi" Balas Daffa.


"Kamu aneh ngga sih Daf kalau tiba-tiba ada yang menyerang system kantor cabang? " Tanya tuan Aji.


"Ya sedikit aneh pa, tapi alhamdulillah ini sudah diselesaikan oleh Hana. Tanpa Hana semua tak akan bisa teratasi pa" Tutur Daffa sambil melirik ke arah Hana. Hana pun hanya tersenyum lalu menunduk.


"Kira-kira siapa pelakunya nak? " Tanya Mama Sarah.


"Kalau itu Daffa belum tahu ma, tapi Dafa sedang mencari tahu siapa sebenarnya dalang dari semua ini" Ucap Daffa tegas.


"Hana juga sudah menambahkan beberapa fitur pengaman untuk system kita" Daffa menambahkan.


"Sayang, kamu selalu menjadi penyelamat untuk keluarga kita, mama bangga banget sama kamu nak" Ucap mama Sarah sambil memeluk Hana. Hana yang merasa malu dengan pujian mertuanya pun hanya bisa menundukkan kepala.


"Bukan Hana mah, Tapi Allah masih percaya sama kita" Ucap Hana merendah.


"Ini yang membuat mama semakin mengagumimu sayang. Terimakasih ya" Sambung mama Sarah lagi. Hana hanya membalas dengan senyuman.


"Kita ke atas dulu ya ma, pa" Ucap Daffa. Iya pun beranjak menuju tangga. Karena hari sudah hampir malam.


Dikamar, Daffa dan Hana bergantian membersihkan diri. Setelah selesai semuanya, mereka segera turun untuk makan malam. Meja makan sudah riuh karena Amanda yang selalu membuat suasana menjadi hidup.


"Tiap ada Amanda rasanya seperti di pasar ya" Ucap Daffa tiba-tiba dari arah tangga.


"Manda kan selalu membuat semua orang jadi bahagia" Ucap Amanda membanggakan diri.


"Dih, somse kamu Manda, tiru tuh kak Hana. Ngga pernah sombong, cantik, baik hati pula" Balas Daffa.


"Ih, ya jangan disamakan donk sama kak Hana. Manda kan emang anaknya periang. Kalau kak Hana pendiam" Balas Amanda tak mau kalah. Sontak hal tersebut membuat semua orang yangberada diruangan itu tertawa.


"Kalau percaya diri jangan ketinggian" Ucap Daffa lagi.

__ADS_1


"Kenyataan keleeus" Amanda tetap tak mau kalah.


"Kalian itu mau makan apa mau berantem? Tanya mama Sarah. "Udah sekarang diam dan ayo makan, mama sudah lapar ini! " Sambungnya kembali. Akhirnya Daffa dan Amanda mengakhiri debat yang bergunanya itu. Mereka diam dan menikmati makanan dengan tenang. Setelah selesai makan, semua kembali ke kamarnya masing -masing.


Lain halnya dengan Daffa, iya berjalan menuju ke ruang kerjanya. Meminta Hana untuk menemani. Hana pun mengikuti dari belakang.


"Sayang, temani mas sebentar ya ke ruang kerja. Ada yang harus mas selesai kan! " Pinta Daffa.


"Iya mas, ayuk mas jalan duluan" Sahut Hana.


Begitu diruang kerja, Daffa mengeluarkan laptopnya.


Beberapa hari kemudian...


akhir pekan Rey sedang melihat-lihat ponselnya. Iya memandang sebuah foto berisi 4 orang anak kecil. Iya tersenyum ketika mengingat semua memory yang secara otomatis terputar di benaknya. Entah mengapa rasanya waktu ini melaju dengan sangat cepat.


"Aku ngga boleh terlambat, Apa aku ke rumah tuan Daffa sekarang saja ya" Gumam Rey sambil tersenyum, sedangkan matanya tak terlepas memandang sebuah foto seorang gadis berpakaian syar'i yang sedang tersenyum di ponselnya.


"Ah, kesana saja lah sekarang. Daripada bingung mau ngapain" Gumam Rey lagi sambil menyambar kunci mobilnya dan berjalan keluar rumah. Iya melajukan mobilnya menuju rumah Daffa.


Sedangkan di rumah Utama, Semua berkumpul. Karena hari ini Amanda akan kembali ke Singapura.


"Sama-sama Manda, Semoga kita bisa istiaqomah ya. Kakak juga masih belajar ini" Ucap Hana lemah lembut.


"Dulu Manda pengen banget sebenarnya berhijab kak. Namun belum terlalu yakin. Begitu lihat kakak, Manda jadi yakin banget. Emang kak Hana adalah yang terbaik" Ucap Amanda panjang lebar sambil terus memuji Hana. Tiba-tiba mereka mendengar deru mobil memasuki halaman rumah. Begitu pemiliknya turun. Amanda hanya bisa terpaku. Rey yang melihat Amanda hanya tersenyum manis.


"Selamat pagi tuan, nona dan semuanya, Assalamualaikum " Ucap Rey sopan.


"Wa'alaikumsalam wr wb" Ucap semuanya.


"Kak reyhan ngga kerja? " Tanya Amanda riba-tiba.


"Hari apa ini Manda, kerja mulu. Ngga capek apa" Ucap Daffa menimpali ucapan Amanda.


"Oh iya, inikan weekend ya" Sahut Amanda sambil cengengesan.


"Makanya, jangan drakor mulu. Lupa kan sama Rey" Sahut papa Aji menggoda. Amanda. Amanda yang mendengar ucapan papa Aji tersipu malu. Ada semburat merah di pipinya.


Rey mencari tempat duduk. Entah mengapa hari ini rasanya begitu cepat. Iya memandang ke arah Amanda dengan tatapan sendu. Sedikit merasa kehilangan. Entah apa yang terjadi padanya hari ini. Diliriknya Amanda sepintas. Terlihat sangat cantik dan sedap dipandang mata dengan balutan hijab syar'i di tubuhnya. Membuat Rey menyunggingkan senyum yang tak terlihat. Tiba-tiba suara Amanda membuyarkan angan-angan Rey.

__ADS_1


"Kak Rey juga nganterin Amanda ya? " Tanya Amanda.


"Iya nona" Jawab Rey singkat.


"Yang nganterin nanti Daffa, Hana dan Rey" Ucap Tuan Aji.


"Oke, siaappp" Amanda berkata.


"Haidar, kamu ikut ya nanti, kita sekalian jalan-jalan! Ucap Daffa.


"Iya pah, Haidar mau" Jawab Haidar.


"Kita berangkat sekarang aja bagaimana , biar ngga buru-buru nanti" Kata Hana.


"Bener banget kak, Kita berangkat sekarang aja" Amanda menimpali.


"Ya sudah ayo kita siap-siap dulu. Dan akhirnya mereka semua beranjak untuk siap-siap.


Amanda bersalaman untuk berpamitan dengan semuanya. Iya merasa sedih harus kembali ke Singapura.


"Tante, makasih ya" Ucap Amanda sambil memeluk tante Sarah.


"Iya sayang, Kamu yang serius belajarnya. Semoga berhasil" Balas tante Sarah.


"Makasih tante, pasti Mana bakal kangen banget sama tante.


"Hati-hati ya" Ucap tuan Aji. "Iya om, Manda berangkat dulu" Jawab Amanda.


"Assalamualaikum" Ucap Amanda.


"Wa'alaikumsalam wr wb" Semua menjawab salam Amanda.


Mereka menuju ke mobil Rey. Daffa dan Rey duduk di kursi depan. Sedangkan Amanda Haidar dan Hana duduk di kursi belakang. Mereka berangkat ke bandara untuk mengantarkan Amanda.


"Kak Rey, makasih ya udah nganterin Amanda" Ucap Amanda.


"Sama-sama non. Jangan sungkan seperti itu" Balas Rey sambil melirik ke arah spion. Hana yang merasa aneh dengan perubahan sikap mereka hanya bisa memperhatikan. Hana tersenyum memandang Daffa. Daffa pun juga menyadari akan hal itu. Namun mereka hanya diam. Dan obrolan mereka semakin hangat karena Amanda selalu bisa membuat suasana menjadi hidup.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2