KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Sampai Di Bandung


__ADS_3

Hana dan Daffa berjalan memasuki rumah ayah dan ibu setelah mobil terparkir di halaman rumah.


"Assalamualaikum" Ucap Hana dan Daffa bersamaan.


"Wa'alaikumsalam wr wb" Jawab keluarga Hana serentak.


"Ayah, ibu, mas Bilal, Mbak Rani" Hana dan Daffa menyalami mereka. Dan terakhir Hana mendekat ke arah Yusuf, Putra Bilal.


"Sayang, sini. Tante punya es krim buat Yusuf" Ucap Hana sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong plastik.


"Ini dia,es krim untuk Yusuf, tapi tante cium dulu" Ucap Hana sambil menyodorkan pipinya ke arah Yusuf. Dan semua yang melihat tertawa karena tingkah Hana. Namun diluar dugaan. Yusuf hanya mengambil es krim itu dan berlari kearah ibunya, Rani. Sontak hal tersebut membuat semuanya tertawa lebih keras. Karena Hana berhasil dibohongi oleh anak kecil.


"Han, kamu mau kemana, kok rapi banget" Tanya Bilal.


"Ini mas, Mas Daffa mau ke Bandung, jadi aku ikut" Jawab Hana.


"Iya mas, tadi kita kesini niatnya mau pamitan sama ayah dan ibu. Karena mas Bilal juga disini, sekalian saja" Tutur Daffa sopan.


"Mau apa nak ke Bandung? "Tanya pak Bahtiar.


"Ada pekerjaan di sana yah, Dan saya harus turun tangan sendiri" Jawab Daffa.


"Kapan mau berangkat? " Tanya ibu Sholihah.


"Sekarang bu, biar besok dapat langsung ditangani, jadi biar cepat selesai" Ucap Daffa lagi.


"Ini sudah sore,kalian hati-hati ya" Ucap pak Bahtiar.


"Iya yah, bu" Sahut Daffa.


"Kalau begitu, kami akan berangkat sekarang. Takutnya kemalaman sampai sana nanti" Ucap Daffa berpamitan.


"Baiklah nak, kalian hati-hati ya" Jawab ayah.


"Iya yah. Kami berangkat dulu" Ucap Hana dan Daffa sambil berdiri menyalami keluarga Hana. Mereka pun berangkat dengan di antar sopir Daffa. Dalam perjalanan, ponsel Hana berdering. Ada notifikasi chat masuk dari mbak Rani.


Rani "Jangan lupa beliin oleh-oleh ya hahaha" Canda mbak Rani.

__ADS_1


Hana " Siap bos" Balas Hana.


Rani " Hati-hati"


Hana " Oke" Pesan terkirim ke mbak Rani.


"Siapa sayang? " Tanya Daffa penasaran sambil melirik ponsel Hana.


"Mbak Rani mas" Jawab Hana.


"Sayang, sini lebih dekat ke mas! " Perintah Daffa. Hana pun menggeser duduknya mendekat ke Daffa.


"Sekarang mas pengen denger cerita kamu tadi, kamu belum cerita lo ke mas" Daffa berbicara.


"Cerita yang mana mas? " Tanya Hana.


"Asal mula kamu dapat hadiah tab itu" Sahut Daffa.


"Oh, itu cuma hadiah perlombaan di kampus mas. Aku juara dua. Yang juara 1 itu asli orang London. Namanya Smith. Dia merupakan sahabat aku disana. Dia juga yang sudah mengajari Hana banyak ilmu IT. Seperti ilmu hack kemarin itu" Jelas Hana.


Selama dalam perjalanan, Hana dan Daffa menghabiskan waktu untuk bercerita. selama hampir dua jam mereka bercengkrama, Hana menguap. Daffa yang mengetahui istrinya lelah dan mengantuk, menarik Hana untuk menyandarkan kepala di pundaknya.


"Tidurlah, jangan sampai kelelahan" Ucap Hana lembut sambil mengusap pucuk kepala istrinya.


"Iya" Hana yang merasa mengantuk pun menyandarkan kepalanya. Tangannya melingkar di perut Daffa, Daffa pun memegang lengan tangan Hana. Sedangkan tangan yang satunya masih memegang kepala Hana. Tak lama nafas Hana terdengar teratur. Berarti iya sudah terlelap.


"Istirahatlah sayang, mas juga mau istirahat" Ucap Daffa berbisik di dekat kepala Hana. Takut membangunkan Hana yang sedang tertidur. Tak lama setelahnya Daffa pun menyusul Hana tidur.


Hana terbangun saat mobil berhenti disebuah pom bensin. Sekarang sudah pukul 06.05, menjelang mahgrib. Mereka berhenti untuk mengisi bensin sekalian untuk melaksanakan sholat mahgrib. Karena Hana sedang libur.Iya menunggu di mobil. Hanya sekitar 10 menit, Daffa dan pak Agus, sang sopir, kembali. Mereka melanjutkan perjalanan.


"Kita berhenti di rumah makan dulu ya pak! Ucap Daffa kepada pak Agus.


"Iya tuan, tuan bilang saja nanti ingin berhenti di restoran mana! " Jawab pak Agus. Melihat-lihat sekeliling jalan, dari jauh mereka melihat sebuah restoran khas Jawa, yang menyajikan makanan khas Jawa.


"Kita berhenti di sana saja pak" Ucap Daffa.


"Iya tuan" Jawab pak Agus. Dan menepikan mobilnya di halaman restoran. Ada seorang juru parkir yang mengatur.

__ADS_1


"Ayo" Ucap Daffa.


"Iya, mas, pak agus bagaimna? " Tanya Hana.


"Ya makan bareng kita sayang, emang mau makan dimana? " Tanya Daffa balik.


"Maksud Hana, pak Agus belum keluar mobil mas, lihat itu! " Ucap Hana sambil menunjuk ke arah mobil. Daffa mengikuti arah tangan Hana menunjuk.


" Oh iya, kenapa ngga keluar sih? Tanya Daffa bergumam.


"Mas masuk aja dulu cari tempat, biar Hana yang panggil pak Agus" Ucap Hana dan dijawab Anggukan oleh Daffa.


Hana berjalan ke arah mobil dan Daffa masuk menuju restoran. Hana mengetuk pintu mobil. Dan terlihat mobil terbuka. Pak Agus keluar.


"Ada yang bisa saya bantu nona? " Tanya pak Agus sopan.


"Bapak kenapa tidak turun, mari kita makan bersama di dalam! Ajak Hana secara sopan.


"Saya menunggu disini saja non, saya disini saja menunggu" Ucap pak Agus sungkan dengan kebaikan Hana.


"Kalau bapak ngga mau makan, Hana juga bakal disini nemenin bapak" Ucap Hana sambil membuka pintu mobil belakang.


"Tapi non... " Ucapan pak Agus terpotong karena Hana menyela.


"Bapak ngga usah malu, kita ini sama saja pak. Ayo masuk, Nanti kalau bapak lapar terus sakit bagaimana ? "Ucap Hana. Dan akhirnya mereka berdua masuk ke dalam restoran. Hana mencari Daffa dan matanya tertuju pada Daffa yang duduk di bangku disebelah pojok. Hana dan pak Agus berjalan menghampiri Daffa.


Tak lama duduk, ada seorang pelayan datang menyerahkan buku menu. Hana melihat lihat menu tersebut dan memesan Pecel khas Jawa timur. Diikuti oleh Daffa yang memesan ayam lodeh. Sedangkan pak Agus memesan soto komplit khas Ponorogo. Mereka makan dengan tenang. Hanya sesekali Hana bertanya ke Daffa. Begitu selesai dengan makanan mereka masing-masing. Daffa menuju kasir untuk membayar. Iya menyuruh Hana untuk duluan ke mobil. Dan mereka melanjutkan perjalanan. Dan mencari hotel untuk menginap.


"Kita sudah hampir sampai, nanti kita kealamat ini ya pak, kita menginap di Hotel Emperor " Ucap Daffa sambil menyerahkan ponselnya sebagai penunjuk jalan.


"Baik tuan" Jawab pak Agus.


"Masih lama ya mas sampai ke daerah proyeknya? " Tanya Hana.


"Sekitar satu jam setengah lagi sayang" Ucap Daffa sambil mengecek ponselnya. Hana pun ikut mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. Dan mereka disibukkan dengan ponsel masing-masing. Hingga tak terasa mobil sudah memasuki sebuah hotel bintang lima. Mereka turun dan memesan 2 kamar.


TBC

__ADS_1


__ADS_2