
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 malam. Karena Arsyad dan Arsyida keasyikan bermain di game zone di dalam mall dan enggan di ajak pulang. Daffa dan Hana segera mengajak putra dan putrinya pulang. Mall sudah terlihat sedikit sepi karena pengunjung memilih untuk pulang. Dan sudah banyak penjual yang bersiap menutup tokonya. Daffa dan keluarga kecilnya berjalan menuju ke parkiran untuk pulang. Baru beberapa menit berjalan, Arsyad dan Arsyida sudah terlelap tidur. Mungkin karena lelah. Mereka terlihat sangat pulas terbuai dalam mimpi masing-masing.
"Sepertinya mereka lelah" Ucap Daffa sambil menyandarkan punggungnya di kursi samping kemudi dan memejamkan matanya namun tak tidur. Hana pun menjaga anak-anaknya. Tiba-tiba saat melewati jalan sepi, terdengar suara tembakan. Lalu mobil yang ditumpangi Daffa oleng karena bannya kempes. Daffa menengok ke belakang dan mendapati sebuah mobil dibelakang mobilnya.
"Tuan, bannya kempes" Ucap sopir disamping Daffa.
"Mas, bagaimana? " Tanya Hana dengan nada panik.
"Tenang sayang. Kamu jaga anak-anak. Pengawal kita mana ya" Daffa berkata sambil mengeluarkan ponselnya menghubungi mobil pengawal yang ditugaskan untuk menjaga mereka.
"Kalian dimana? " Tanya Daffa.
"Maaf tuan, tiba-tiba ban mobil kami kempes. Kita masih menggantinya" Jawab seorang pengawal.
__ADS_1
"Cepat" Ucap Daffa lalu memutuskan sambungan telepon.
"Astaghfirullahaladzim, Ya Allah lindungi keluargaku" Gumam Daffa lirih. Tiba-tiba 4 orang menggedor-nggedor pintu mobil Daffa dengan keras.
"Cepat keluar, sebelum kita memecahkan kaca mobil kalian" Ucap seseorang diantara mereka.
"Sayang, kamu jaga anak-anak sambil hubungi pengawal untuk cepat kesini. Kita keluar bantu aku menghadapi mereka" Ucap Daffa kepada istri dan sopir sekaligus seorang pengawal.
"Baik tuan" Daffa membuka pintu dan langsung turun. 2 orang menodongkan pistol ke kepala Daffa. Dua lagi bersiap untuk menyerang Daffa. Daffa sangat berhati-hati karena iya tak ingin mati sia-sia ditangan penjahat ini. Selanjutnya, terjadi perkelahian sengit diantara Daffa dan pengawalnya, masing-masing menghadapi 2 musuh didepannya.
"Ma, ada apa? " Tanya Arsyad bingung karena baru beberapa menit tertidur. Sedangkan Arsyida tak bangun sama sekali.
"Sayang, kamu tenang ya. Kita dalam bahaya. Kamu bisa melindungi Arsyi kan, mama akan bantu papa" Jawab Hana.
__ADS_1
"Iya ma, aku akan melindungi Arsyi, mama keluar saja. Hati-hati" Arsyad juga merasa khawatir.
"Kamu pegang ini ya sayang. Kalau ada yang mendekat kamu semprotkan ini kematanya" Hana memberikan 1 buah semprotan kecil kepada Arsyad yang berisi cairan itu juga.
"iya ma, hati-hati" Arsyad menerima botol spray tersebut dan memegangnya, bersiap-siap untuk menyemprotkan jika ada yang datang mengancamnya. Hana membuka pintu mobil dan dengan perlahan iya turun. Iya mencari celah supaya penjahat yang menyerang suaminya menghadap kearahnya. Daffa sekilas menatap ke arah mobil. Iya mengerti istrinya akan membantu . Iya segera membuat. 2 orang dihadapannya menghadap ke mobil. Dan disaat yang tepat, Hana segera menyemprotkan cairan itu. Seketika 2 orang dihadapan Daffa yang memegang pistol tersebut merasakan kesakitan dan memegangi wajahnya. Pistol pun terjatuh. Daffa segera mengambil 2 pistol dan memasukkan kedalam saku jasnya. Iya tak ingin gegabah karena takut jika 2 orang yang belum dilumpuhkan itu membawa pistol juga. Tak ada yang membantu 2 orang yang kesakitan itu. karena 2 temannya sedang menghadapi pengawal yang juga jago dalam hal berkelahi. Daffa memancing lagi supaya kedua orang itu juga menghadap ke mobil. Begitu musuh sudah mendekat, Daffa tersenyum. Satu lawan satu adalah sebuah pertandingan yang imbang. Daffa mundur beberapa langkah menuju mobil. Setelahnya satu musuh didepannya menghadap kearah mobil. Tanpa dia sadari, Hana sudah menyemprotkan lagi cairan itu dari jarak jauh. Tepat mengenai mata dan hidung musuh. Tak lama pun iya juga tumbang. Daffa segera menghajarnya dengan membabi buta. Hana tak tinggal diam, iya maju beberapa langkah dan langsung menyemprotkan cairan itu berkali-kali tanpa ampun. Alhasil ketiga penjahat itu tumbang dengan merintih kesakitan. Sekarang tinggal satu lagi. Hana mendekat lalu mencari celah lengahnya musuh dihadapan pengawal yang dibawanya. Namun suara pintu mobil terdengar terbuka. Saat Hana menoleh ke belakang, Arsyad sudah berkali-kali menyemprotkan cairan itu juga sambil memukuli seorang laki-laki dengan tangan kecilnya. Memang tak akan yerasa sakit pukulan Arsyad, namun semprotan cairan itu berhasil menjatuhkannya. Hana dengan cepat melemparkan 1 pistol mainan di tangannya kearah Daffa dan langsung berlari ke mobil mendekati Arsyad dan Arsyida. Ternyata putrinya terbangun juga. Hana membantu Arsyad menyemprotkan cairan itu lagi. Hana segera menghajarnya tanpa ampun, lalu mengikatnya setelah musuh tak berdaya. Begitu pula dengan Daffa, dengan cekatan pula Daffa menangkap dan langsung mendekat kearah musuh yang sedang berkelahi dengan sopirnya. Titik lengah musuh sudah di depan mata, Daffa kembali menyemprotkan cairan itu. Tak lama musuhpun tumbang. Sang sopir langsung menghajarnya tanpa ampun. Daffa mendekat ke arah mobil.
"Kalian ngga apa sayang? " Tanya Daffa dengan nafas terengah-engah. Iya langsung menghajar seseorang disamping mobil itu tanpa ampun hingga tak berdaya. Tiba-tiba sopir Daffa datang karena musuh sudah berhasil dilumpuhkan. "Ikat mereka" Perintah Daffa. Hana pun yang sudah mengerti apa yang harus dilakukan sejak tadi sudah menyiapkan tali. Iya merobek salah satu hijab cadangan yang tak terpakai didalam mobil. Dan langsung menyerahkan kepada sopir sekaligus pengawal itu. Tak lama Rey dan beberapa pengawal datang. Mereka segera membantu mengikat. Dan akhirnya hijab yang di robek Hana tadi sebagian tak jadi dipakai. Karena pengawal yang baru saja datang membawa tali. Kelima penjahat itu berhasil dilumpuhkan. Daffa memeluk anak dan istrinya erat.
"Tuan maaf, kami terlambat" Ucap Rey mendekat.
"Tak apa Rey, alhamdulillah kita tak apa-apa" Jawab Daffa sambil mengatur nafasnya yang tak beraturan.
"Alhamdulillah, kita selamat. Terimakasih Ya Allah selalu melindungi kami" Ucap Daffa mengucap syukur.
__ADS_1
"Bawa mereka" Daffa menyuruh masuk ke mobil yang dikendarai oleh Rey. Mereka semua bersyukur karena selamat atas musibah yang akan terjadi.
"Terimakasih sayang, kamu selalu menjadi yang terbaik untuk keluarga kita" Ucap Daffa. Hanapun hanya menjawab dengan senyuman. Dan mereka pulang dengan diantar Rey. Sedangkan penjahat tersebut akan dibawa ke rumah khusus untuk di introgasi.