KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Meninjau Proyek


__ADS_3

Pagi ini Daffa dan Hana bersiap menuju lokasi proyek. Setelah sarapan di hotel mereka bergegas menuju lokasi.


"Jauh kah mas dari sini lokasi proyeknya? " Tanya Hana.


"Tidak sayang, paling 10 menit kalau ngga macet" Jawab Daffa.


"Lumayan dekat ya" Sambung Daffa.


"Iya, sedekat aku dan kamu" Ucap Daffa dengan dibumbui sedikit gombalan.


"Bapak tadi sudah sarapan atau belum? " Tanya Hana mengalihkan pembicaraan. Iya tak mau malu karena digombali Daffa didepan sopir.


"Alhamdulillah, sudah non" Jawab pak Agus. Dan tak lama mereka pun sudah sampai di lokasi proyek.


Daffa dan Hana turun untuk meninjau proyek. Sedangkan pak Agus mengikuti dari belakang. Takut jika tuan dan nonanya membutuhkan sesuatu.


"Memangnya ada masalah apa mas dengan proyek, kok mas Daffa harus meninjau sendiri kesini? " Tanya Hana sambil berjalan.


"Ada beberapa kecelakaan yang mengkibatkan proyek terhenti. Dalam 3 hari berturut-turut sayang, jadi mau ngga mau aku harus turun tangan sendiri. Mas takut kalau kejadian ini ada unsur kesengajaan dari orang-ornag yang ingin menghancurkan mas. Kamu tahu kan dalam berbisnis itu banyak sekali pesaing kita yang menggunakan cara kotor untuk menjatuhkan yang lain? " Jelas Daffa panjang lebar.


"Iya ya, seperti saat mama mau diculik waktu itu. Aku jadi ingat sesuatu mas. Sepertinya sistem IT dari salah satu perusahaan Yuda itu ada yang menyerang. Iseng-iseng kemarin pas berangkat kesini lihat berita, perusahaan Bagaskara membutuhkan staf Ahli IT" Hana memberitahu.


"Kamu kok tahu kalau sistem IT nya di serang. Dari mana sayang? " Tanya Daffa.


"Karena penasaran, aku retas saja sistemnya. Cuma lihat kenapa kok mereka mencari staf IT, hehe, iseng aja kok mas" Hana menjelaskan sambil tersenyum.


"Istriku ini memang genius. Cantik, jago silat lagi" Puji Daffa sambil memegang pinggang Hana dan meneruskan meninjau proyek.


Saat Hana dan Daffa datang, semua pekerja tetap melanjutkan pekerjaan. Hanya mandor dan para kontraktor saja yang mendatangi. Mereka membungkuk sedikit tanda menghormati Daffa.


"Selamat datang tuan Daffa" Ucap salah satu dari mereka.


"Jelaskan tentang beberapa kejadian yang menyebabkan proyek terhenti" Ucap Daffa to the point.

__ADS_1


Salah satu dari mereka maju. Lalu berbicara tentang kenyataan sebenarnya.


"Jadi begini tuan, dalam 3 hari berturut-turut, ada kecelakaan yang menyebabkan 2 diantaranya luka sedikit parah, dan yang satu luka parah tapi tidak terlalu serius. Kedua pengiriman material bahan bangunan yang sangat lambat, sehingga kami kehabisan bahan disini. Jadi terpaksa kami harus menghentikan proyek selama 2 hari karena salah satu matrialnya tidak ada" Jelas orang tersebut.


"Mengapa pengiriman bahan bangunan bisa sampai terlambat? " Tanya Daffa kembali.


"Itu terjadi sepertinya bukan tanpa sebab tuan. Sebab seperti ada unsur kesengajaan. Saat bahan sudah berada di dalam container siap untuk dikirim, tiba-tiba ban kempes. Ada lagi saat akan mengirim juga, tiba-tiba mesin mati dan tak dapat dinyalakan. Karena ini sebuah proyek besar. Kami tidak bisa mengambil dari toko bahan bangunan biasa. Tidak akan cukup tuan" Jelas orang tersebut kembali.


"Ya ya, aku paham. Sekarang antarkan saya keliling proyek untuk melihat-lihat! " Ucap Daffa.


"Baik tuan, nona. Mari ikut saya! " Orang tersebut berjalan dan diikuti Daffa, Hana dan pak Agus dibelakangnya.


"Ini tuan, nona, tolong kenakan helmnya untuk menjaga keselamatan! Ucap orang tersebut sambil menyerahkan tiga buah helm proyek.


"Terimakasih" Tutur Daffa dan Hana bersamaan. Dan orang tersebut hanya tersenyum.


Daffa dan yang lain berkeliling melihat-lihat proyek. Sudah 40% yang jadi. Mereka terus berkeliling hingga tiba di sebuah bangunan yang sudah tinggi. Dan beberapa pekerja terlihat sedang sibuk. Pandangan Hana tertuju pada satu pekerja. Seorang berumur sekitar 20 tahunan yang sedang mengoperasikan sebuah alat berat. Karena penasaran, Hana pun bertanya.


"Maaf pak, itu benar seorang gadis kan ya? Tanya Hana.


"Apa tidak mengganggu kuliahnya pak kalau dia bekerja seperti ini? " Tanya Hana lagi. Sedangkan Daffa dan pak Agus juga mengalihkan pandangan ke arah gadis itu. Namun gadis tersebut tidak tahu kalu dirinya sedang diperhatikan.


"Sepertinya dia kuliah kelas malam malam nona" Ucapnya lagi.


"Oh, pantesan" Hana ber oh ria. Dan mereka melanjutkan peninjauan. Tapi Hana meminta untuk tetap tinggal disini karena masih ingin melihat gadis itu.


"Sayang, dia sedang bekerja" Ucap Daffa.


"Aku cuma mau lihat saja mas. Nanti aku langsung ke mobil" Jawab Hana.


"Ya sudah, hati-hati ya" Daffa tak bisa menolak keinginan istrinya.


Hana masih terus melihat gadis tersebut. Iya sangat penasaran dengan gadis itu. Jika dilihat sepertinya dia gadis yang cantik juga. Iya berjalan dibawah bangunan yang tinggi. Dilihatnya gadis bernama Nadia tersebut turun. Ternyata untuk mengambil air minum dari galon didekat Hana. Tiba-tiba ada sebuah ember berukuran besar yang berisi material lumpur jatuh dari atas. Hana yang tak menyadari hal tersebut hanya diam Sedangkan Nadia yang tahu ada yang jatuh, segera berlari ke arah Hana.

__ADS_1


"Nonaaa, awaas! " Nadia berteriak sambil mendorong tubuh Hana dan dirinya. Dan...


'Buuk' Sebuah ember berisi material jatuh fan langsung pecah. Seketika lumpurnya meluber kemana-mana. Tak kecuali Hana dan Nadia yang terkena cipratan lumpur tersebut.


"Nona tidak apa-apa? " Tanya Nadia terlihat khawatir.


"Tidak, terimakasih, kamu sudah menyelamatkan saya" Ucap Hana dengan suara pelan karena terkejut.


"Sama-sama nona, mari saya bantu berdiri! " Kata Nadia sambil mengulurkan tangannya.


"Terimakasih" Hana tersenyum dan mengambil uluran tangan Nadia.


"Kamu tidak apa-apa? " Tanya Hana ke Nadia.


"Tidak nona, saya baik-baik saja" Jawab Nadia.


Dari jauh, Daffa dan beberapa orang berlari kearah Hana dan Nadia. Daffa yang belum jauh dari lokasi kejadian, mendengar teriakan serta suara benda jatuh sangat keras. Iya langsung teringat dengan Hana.


"Sayang, apa yang sudah terjadi? " Tanya Daffa sambil mendekat dan memeriksa keadaan Hana.


"Ini mas, tadi ada ember jatuh dari atas. Beruntung ada Nadia yang menolong aku" Ucap Hana. Sedangkan Nadia terkejut karena Hana tahu namanya.


"Jangan kaget Nadia, aku juga baru tahu namamu dari bapak ini barusan. Tadi aku penasaran kok perempuan mengoperasikan alat berat. Jadi tanya ke bapak ini. Dan bapak ini ngasih tahu" Hana menjelaskan ke Nadia karena mengerti kebingungannya. DanNadia hanya tersenyum.


"Tapi kamu tidak apa-apa kan sayang? " Tanya Daffa sangat khawatir.


"Tidak mas, hanya terkena cipratan lumpur saja" Jawab Hana meyakinkan Daffa.


"Terimakasih Nadia, kamu sudah menyelamatkan istri saya" Ucap Daffa ke Nadia.


"Tidak perlu berterimakasih tuan. Sudah kewajiban kita untuk saling menolong. Hanya kebetulan saya sedang berada didekat nona tadi" Ucap Nadia sopan.


"Kalau begitu, ayo kita ke mobil dulu sayang! " Ajak Daffa.

__ADS_1


"Nadia, kamu ikut aku ya, sebentar saja! " Ajak Hana. Dan merekapun menuju ke mobil Daffa terparkir.


TBC


__ADS_2