KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Menemani


__ADS_3

“Hana, kamu benar-benar mabuk sayang. Sampai pucet kaya gini” Ucap mama Sarah saat melangkah masuk ke dalam kamar Daffa. Mama Sarah memegang kening Hana. Iya merasa kasihan melihat anak


menantunya yang terbaring lemas.


“Sabar ya nak, setelah kandungan


memasuki beberapa bulan, nanti mualnya bakal hilang sendiri” Ucap mama Sarah.


“Iya ma, terimakasih” Jawab Hana.


“Dulu waktu mama hamil Daffa juga seperti ini sayang, papa kamu malah yang bingung. Mau ke kantor juga kasihan lihat mama kaya gitu, akhirnya papa kerja dari rumah” Cerita mama Sarah sambil mengelus kepala Hana lagi. Saat akan berjalan keluar, iya berpapasan dengan Rey di depan pintu.


“Selamat siang nyonya” Sapa Rey sambi membungkukkan sedikit badannya.


“Rey, kamu ada urusan dengan Daffa? Tanya mama Sarah.


“Iya nyonya. Ada beberapa pekerjaan yang tidak bisa saya tangani sendiri, jadi tuan Daffa harus turun tangan” Jawab Rey.


“Ya sudah, saya mau turun. Kalau bisa jangan terlalu mengganggu Hana istirahat, kasihan dia” Tutur mama Sarah.


“Baik nyonya” Rey menjawab sambil mengangguk saat mama Sarah sudah berjalan hampir menuruni tangga. Rey masuk kedalam kamar Daffa lalu menyerahkan beberapa berkas yang harus ditanda tangani


oleh Daffa. Karena tak ingin mengganggu Hana yang sedang istirahat, Daffa


mengajak Rey ke balkon kamar saja.


“Tuan, ini berkas yang harus ditanda tangani” Ucap Rey sambil meletakkan dokumen di atas meja.


“Makasih Rey, kamu selalu bisa diandalkan” Puji Daffa kepada Rey, Daffa pun mengambil berkas tersebut lalu


memeriksanya.


“Ini sudah menjadi tugas saya tuan, jangan terlalu memuji” Ucap Rey. Daffa pun mengangguk dan melanjutkan pekerjaannya. Saat sedang fokus pada berkas tersebut, ponsel Rey berdering. Nama Nadia tertera disana. Rey segera mengangkat panggilan dari Sekertarisnya.

__ADS_1


“Iya Nad, ada apa” Ucap Rey, lalu Nadia menjawab dari seberang telepon.


“Tuan, ada tamu mencari anda. Katanya utusan dari atmaja grub” Ucap Nadia.


“Bilang saja kalau saya sedang keluar” Jawab Rey.


“Baik tuan”  telepon pun berakhir.


“Kenapa Rey? Tanya Daffa.


“Utusan dari atmaja grub tuan. Mungkin ingin membahas proyek di Jawa Tengah” Jawab Rey.


“Mereka yang memegang proyek di Semarang? " Tanya Daffa.


“Benar tuan, mereka mempunyai kriteria seperti yang diinginkan oleh perusahaan kita” Jawab Rey.


“Baik, aku serahkan urusan kantor sementara ini kepada kamu dulu ya. Hana belum bisa ditinggal. Sementara waktu kamu harus fokus pada pekerjaan kamu dulu” Ucap Daffa.


“Yang ini maksudnya bagaimana Rey? “ Daffa menanyakan sesuatu. Rey pun menjelaskan.


“Baik, terimakasih untuk semua loyalitas kamu dalam bekerja. Aku akan menambah bonus bulananmu nanti. Insya Allah” Ucap Daffa, Rey pun tersenyum mendengar itu semua. Setelah semua selesai, Rey pamit undur diri.


Setelah Rey pergi, Daffa pergi menuju ruang kerjannya. Iya meninggakan memo untuk Hana supaya jika Hana bangun dan hendak mencari, Daffa berada di ruang kerja. Masuk ruang kerja, Daffa segera mengerjakan semua berkas yang ditinggalkan oleh Rey. Iya bekerja dengan tenang karena tak ada seorangpun yang menganggu disaat dirinya bekerja. Tiba-tiba ponselnya berdering saat iya sedang fokus pada pekerjaannya. Terlihat nama Amanda di ponselnya. Iya segera mengangkat.


“Hallo, assalamu’alaikum” Ucap Daffa.


“Kak Daffa ada dimana? “ tanya Amanda secara tiba-tiba.


“Ada di rumah, ada apa Manda? “ Tanya Daffa.


“Kak Daffa sedang sibuk atau tidak? “ Amanda bertanya lagi.


“Iya sibuk, malah sekarang kak Hana ngga bisa ditinggal” Jawab Daffa masih sibuk dengan berkas-berkas di depannya.

__ADS_1


“Kak Hana kenapa emangnya kak? “Amanda bertanya dengan penasaran.


“Hamil! “ Jawab Daffa singkat.


“Kak Daffa ngga bohong kan, kakak serius? “ Amanda bertanya seolah tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Daffa.


“Hmmm... Kamu kenapa menghubungi kakak? “ Tanya Daffa.


“Anu kak, Manda mau tanya tentang kak Fariz. Kak Daffa tahu ngga? “ Tanya Amanda dengan ragu-ragu.


“Memangnya kenapa dengan kakakmu itu? “ Tanya Daffa pura-pura tak mengerti apa yang dialami oleh sepupunya.


“Jadi kak Fariz sering banget kak pulang pergi Singapura-Indonesia. Entah apa yang dilakukan di Indonesia. Aku heran banget deh kak sama kak Fariz. Apa ada yang disembunyiin dari kita ya” Amanda menceritakan kecurigaannya terhadap kakak satu-satunya. Iya ingin mengetahui apa yang dilakukan kakaknya, sehingga harus pulang pergi dalam waktu yang singkat.


“Kamu ngga tanya sama dia? “ Daffa mengulangi pertanyaannya seakan tak tahu apapun tentang sepupunya yang dingin itu.


“Pernah, tapi kak Fariz cuma jawab kalau sedang ada urusan” Daffa mengerti dengan kekhawatiran adik sepupunya itu.


“Kamu tenang saja, kakak akan menyuruh seseorang untuk mengawasi kegiatan kakakmu selama di sini. Kalau Fariz berangkat ke Indonesia kamu segera kabari kakak ya” Tutur Daffa.


“Ya sudah, kakak lagi banyak pekerjaan. Nanti kamu hubungi kakak kalau dia kesini ya” Ucap Daffa. Amanda pun mengiyakan.


“Kak salam buat kak Hana ya” Amandaberkata dengan cepat sebelum Daffa mengakhiri panggilannya.


“Wa’alaikumsalam. Wr . Wb.” Ucap Daffa sebelum akhirnya panggilan pun berakhir. Iya fokus kepada pekerjaannya kembali. Namun saat akan meletakkan ponselnya, ada panggilan tak terjawab dari salahsatu orang suruhan Alisa. Daffa segera menghubungi kembali.


“Assalamu’alaikum tuan Daffa” Ucap penelpon tersebut.


“Wa’alaikumsalam. Iya ada apa? “ Tanya Daffa.


“Kami sudah membawa nona Alisa ke tempat yang tuan maksud” Ucap orang itu.


“Kalian tunggu disana hingga ada yang datang” Jawab Daffa, orang tersebut segera mengiyakan lalu menutup panggilan. Daffa dengan cepat menghubungi Rey untuk melakukan sesuatu. Setelah dirasa semuanya beres. Daffa kembali ke kamarnya. Didapatinya Hana masih tertidur pulas dengan selimut menutupi sebagian tubuhnya. Daffa mendekat lalu mencium kening Hana. Hana tak bergerak sedikitpun. Mungkin karena efek kehammilan yang membuat iya tidur lebih nyenyak. Daffa pun membaringkan tubuhnya disamping Hana sambil memeluk Hana. Akhirnya iya tertidur bersama Hana.

__ADS_1


__ADS_2