KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Sikap Bodoh Orang Jatuh Cinta


__ADS_3

Daffa dan Hana sudah sampai diruangan. Mereka membuka pintu. Ternyata Rey sudah berada disana. Dengan cepat Rey bangkit dari duduknya dan membungkukkan badan sambil menyapa Daffa dan Hana.


"Selamat pagi tuan Daffa nona Hana" Sapa Rey.


"Pagi Rey" Sahut Daffa.


"Apa ada jadwal penting hari ini Rey? " Tanya Daffa sambil membuka jas dan duduk di kursi kebesarannya.


"Untuk pagi ini tidak ada tuan, tapi ada perwakilan dari susemi Grub yang ingin menemui anda" Jawab Rey.


"Atur jadwal untuk bisa bertemu dengan mereka, kalau bisa setelah makan siang saja. Pagi ini saya mau istirahat dulu" Ucap Daffa.


"Baik tuan" Rey mengiyakan permintaan Daffa. Iya segera menghubungi susemi grub. Mereka bekerja dengan tenang. Sekitar pukul 10.00, ada yang mengetuk pintu.


"Masuk! Ucap Daffa dari dalam. Lalu munculah sosok Fariz. Daffa mengerutkan dahi, heran dengan kedatangan Fariz yang tiba-tiba.


"Daffa, assalamualaikum" Ucap Fariz dari depan pintu.


"Ngga usah basa-basi Fariz, biasanya juga langsung nyelonong masuk" Ucap Daffa menahan rasa penasaran. Begitu Fariz masuk, Daffa menyuruhnya duduk.


"Ada apa? Kamu ngga ada kerjaan jam segini sudah disini. Baru saja minggu kemarin kamu kesini, sekarang sudah disini lagi" Ucap Daffa.


"Kemarin aku udah hubungi kamu kan, aku mau minta tolong" Ucap Fariz sambil mendaratkan pantatnya di sofa.


"Kamu benar-benar serius? " Tanya Daffa menelisik kebenaran dari Fariz.


"Kamu fikir? " Fariz tetap tenang tak terprovokasi dengan tatapan Daffa. Iya mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang, begitu tersambung iya segera berkata. "Masuklah" Ucap Fariz. Dan tak lama setelah itu, pintu terbuka, seorang wanita berhijab menampakkan dirinya.


"Assalamualaikum" Ucap Wanita tersebut sambil menunduk. Iya tersenyum dan tetap berdiri di depan pintu.


"Wa'alaikumsalam wr wb" Ucap semu yang berada di dalam ruangan. "Nadia" Ucap Daffa dan Hana bersamaan, sedangkan Rey hanya terdiam. Hana berdiri dari kursinya dan menghampiri Nadia.


"Nadia, ayo masuk, jangan berdiri disitu saja. Sini duduk" Ucap Hana sambil menarik tangan Nadia dan mengajaknya duduk di sofa.


"Jadi kalian berdua punya hubungan? " Tanya Daffa yang masih tetap berada di kursi kebesarannya. Nadia terdiam, iya menunduk.


"Bantuin aku ngeyakinin mama sama papa ya Daff, aku ingin serius dengan Nadia" Ucap Fariz kaku. Iya merasa harus memperjuangkan orang yang dicintainya.

__ADS_1


"Kamu sudah bilang sama om dan tante? " Tanya Daffa.


"Belum, kamu tahu kan mama ku bagaimana? " Ucap Fariz sambil berjalan ke arah jendela.


"Bukannya tante sama om ngarepin kamu segera menikah? " Tanya Daffa lagi.


"Iya, jadi sebenarnya mama sama papa udah ada pandangan, mereka ngejodohin aku sama anak rekan bisnisnya. Tapi aku ngga suka Daffa. Kamu tahu aku dari dulu seperti apa kan? " Faris berkata.


"Lalu, apa hubungannya dengan lowongan pekerjaan? " Tanya Daffa lagi.


"Hehe... Itu, aku ngga mau Nadia bekerja di proyek kamu yang di Bandung. Terlalu kasar untuk Nadia. Sedangkan aku ngga mungkin kan bawa Nadia ke Singapura. Secara dia belum lulus kuliah, juga kita belum menikah" Ucap Fariz. Nadia, Hana dan Rey mendengarkan dengan diam.


"Nadia, kamu mau sama batu bergerak ini? " Tanya Daffa. "Sialan kamu Daffa bilang aku batu bergerak" Ucap Fariz sambil melempar pena yang iya pegang ke arah Daffa.


"Ya habis kamu dari dulu ngga pernah suka sama perempuan, giliran suka mau langsung dinikahin aja" Ucap Daffa. Hana dan Nadia tersenyum mendengar perkataan Daffa dan Fariz.


"Udah ah, jangan bahas apa-apa lagi. Itu katanya ada lowongan sekertaris, biar diisi sama Nadia aja" Ucap Fariz.


"Ngga semudah itu bro, ada prosesnya. Oke kalau Nadia belum lulus kuliah. Dia bisa profesional ngga kerjanya. Soalnya ini aku butuh banget ngga main-main" Ucap Daffa.


"Oke, Rey panggil Dio suruh interview Nadia dulu" Ucap Daffa menyuruh Rey.


"Baik tuan" Ucap Rey dan segera mengambil ponselnya menghubungi Dio. Tak lama, Dio pun datang. Iya segera mengajak Nadia ke ruangannya.


"Thank's Daffa, kamu emang saudara gua yang paling oke" Ucap Fariz setelah kepergian Nadia dan Dio.


"Hemmm, udah sekarang kamu jelasin ke aku! " pinta Daffa.


"Jelasin apa lagi, semua udah jelas kan? " Tanya Fariz. Daffa hanya mendelik mendengar jawaban Fariz. Iya pun melanjutkan pekerjaannya.


"Aku ngga menjamin dia akan tetap bekerja disini kalau dia ngga bisa bekerja ya, semua harus profesional dalam bekerja. Ngga ada pngecualian" Tutur Daffa. Fariz pun mengangguk paham.


"Kan ada Hana, nanti biar Nadia buat teman Hana. Kasihan lo dia kerja sendirian" Ucap Fariz sambil tersenyum.


"Itu mah alesan kamu aja" Daffa menimpali.


"Hahaha.. Boleh lah ya Daffa. Nadia itu pinter, cekatan juga" Ucap Fariz.

__ADS_1


"Tapi tetap ada prosedurnya Fariz, ngga bisa sembarangan" Ucap Daffa.


"Iya deh" Fariz tahu jika perusahaan Daffa bukan perusahaan kecil. Iya memilih sekertaris bukan sekedar bisa bekerja. Namun juga berdedikasi tinggi. Itulah sebabnya Daffa tidak bisa sembarangan memilih orang.


Jam istirahat sudah tiba. Hana dan Daffa tak kunjung selesai berkutat dengan pekerjaannya. Dia menyuruh Rey untuk memesan makanan.


"Sayang, mau makan apa? " Tanya Daffa kepada Hana.


"Apa saja mas, Kalau ngga samain aja sama punya mas" Hana menjawab tapi matanya masih tertuju ke layar monitor dan tangannya sebuk dengan keyboard.


"Rey, pesankan makanan untuk kita semua" Perintah Daffa.


"Baik tuan" Rey pun bersyukur karena hanya memesan online. Karena jika keluar akan memakan waktu yang lama. Sedangkan setelah jam makan siang akan ada meeting penting.


"Kamu ngga mau bantuin kerja Fariz? " Satir Daffa ke sepupunya.


"Ngga ah, aku mau istirahat aja" Jawab Fariz sambil merebahkan tubuhnya di sofa. Daffa hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Fariz. Bahkan iya rela menempuh perjalanan jauh hanya demi Nadia. Sebelumnya iya tak pernah seperti ini. "Apa semua orang yang sedang jatuh cinta akan bertindak sebodoh itu? Apa aku juga seperti itu? " Daffa mengedikkan bahu, merasa bodoh.


Pintu diketuk dari luar, seorang kurir makanan masuk membawa pesanan Rey. Daffa membayar semua pesanan dan memanggil semuanya untuk segera makan.


"Ayo kita makan, kita istirahat dulu! Ajak Daffa. Rey dan Hana segera bangkit karena mereka sudah merasa lapar. Sedangkan Fariz tetap berada di sofa sibuk dengan ponselnya.


"Fariz, makan dulu. Ponselnya nanti aja" Panggil Daffa.


"Iya sebentar lagi" Jawabnya. tak berselang lama, Fariz ikut bergabung dan makan bersama.


"Nadia mana? " Tanya Hana pelan sambil menatap Fariz.


"Dia ngga mau kesini. Katanya istirahatnya cuma sebentar. Dan harus melanjutkan interviewnya lagi" Ucap Fariz.


"Kamu ngga nemenin dia, kasian lo makan sendirian ditempat asing" Ucap Daffa sambil menyendokkan makanan ke mulutnya. Faiz yang merasa kasihan pun segera beranjak dan pergi ke kantin tanpa mengucapkan apapun.


"Dasar, kalau sudah jatuh cinta kelihatan begonya" Gumam Daffa. Hana dan Rey yang mendengar menoleh k arah Daffa tanpa berkomentar.


"Seperti kamu tidak saja" Ucap Rey dalam hati.


TBC

__ADS_1


__ADS_2