KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Berkeliling kantor


__ADS_3

Saat memasuki gedung kantor, Arsyad dan Arsyida menjadi perhatian seluruh karyawan. Ini adalah pertama kalinya mereka datang ke kantor. Kedua pengawal yang menjaga mereka segera turun dan mengikuti dari belakang. Berjalan mengikuti dua bos kecil di depannya.


"Om berdua, dimana ruangan papa? " Tanya Arsyida.


"Ada di atas nona muda" Jawab salah satu dari pengawal itu.


"Mbak Dina.... Jangan melongo, nanti nelen lalat" Ucap Arsyida lagi ketika menoleh ke belakang memperhatikan Dina yang melongo takjub dengan gedung perusahaan.


"Ehh... Maaf Nona" Dina tersenyum sambil menunduk.


"Ayo, kita masuk! " Arsyad berjalan duluan. Namun saat sampai di lobby, seorang perempuan menghentikan mereka.


"Tuan muda nona muda sudah datang, mati saya antarkan" Ucap seseorang.


"Tidak, saya bisa ke ruangan papa sendiri, kalian lanjutkan saja bekerja" Jawab Arsyad. Seketika perempuan tersebut langsung terdiam.


"Emm, mbak Dina. Mbak ngga usah ikut kami ya, mbak pulang saja sama pak sopir" Ucap Arsyida.


"Tapi non, nanti kalian tidak tahu dimana ruangannya" Jawab Dina tidak ingin membuat kecewa majikannya.


"Tenang saja, nanti kita yang tanggungjawab kalau mama sama papa tanya" Arsyida berkata lalu meninggalkan Dina sendirian. Dina yang tahu bagaimana sifat twin pun langsung menurut. Iya kembali ke mobil.


"Ayo om, cepat" Ucap Arsyida. Mereka memasuki lift khusus untuk menuju ruangan Daffa. Begitu sampai, Arsyad mengetuk pintu dan langsung masuk. Dua anak kembar itu terlalu banyak menyita perhatian karena paras mereka cantik dan tampan di atas normal. Keduanya dianugerahi banyak Hal oleh Tuhan.


"Assalamualaikum, mama papa" Ucap keduanya bersamaan. Daffa dan Hana segera menoleh kearah mereka.


"Anak papa sama mama sudah datang, sini ayo ganti baju dulu" Hana menghampiri keduanya, lalu mengajak mereka kesebuah kamar.


"Subhanallah, kamarnya tersembunyi. Arsyi suka ini" Ucap Arsyi kagum saat Hana membuka pintu di balik rak buku. Mereka segera masuk.


"Bagus" Arsyad berkata singkat sambil pandangannya menyapu seluruh ruangan kamar itu.

__ADS_1


"Kantor papa bagus, aku suka" Arsyida berkata.


"Ganti dulu bajunya sayang, ini" Hana menyerahkan baju ganti yang sudah iya bawa dari pagi. Kedua anak itu pun segera mengganti bajunya.


"Aku ke kamar mandi dulu" Arsyad berlari menuju kamar mandi.


"Arsyi disini saja ya" Hana menyuruh Arsyi berganti di kamar saja. Dengan cepat iya mengganti bajunya. Begitu selesai, mereka keluar.


"Papa" Arsyi memanggil Daffa lalu mendekat ke Daffa. Arsyi menaikkan kedua tangan kecilnya. Daffa paham apa yang diinginan putrinya. Iya segera mengangkat Arsyi lalu mendudukkan di pangkuannya.


"Papa, tadi Arsyad buat ulah. Dia ngebuat mobil yang ngikutin kita mogok lagi" Arsyi mengadu.


"Demi keselamatan kita semua pa, tanpa hatus merepotkan orang lain" Arsyad tiba-tiba menyahut. Iya tak ingin disalahkan karena memang dirinya tidak bersalah.


"Siapa yang ngikutin? Dari mana mobil itu ngikutin kalian? " Tanya Daffa.


"Mulai dari sekolah pa. mereka ngikutin terus. Terus Arsyad juga bilang banyak paku ditengah jalan. Kita jadinya puter balik deh" Arsyi menceritakan.


Hana mendekati suaminya yang sedang duduk mengerjakan tugas-tugasnya.


"Mas, kita harus menyelidiki siapa yang mengikuti anak-anak" Hana terlihat khawatir.


"Kamu tenang ya sayang, Insya Allah mereka akan baik-baik saja" Jawab Daffa menatap istrinya. Hana tersenyum menatap suaminya. Saat akan berbalik, anak-anaknya sudah berdiri di belakangnya.


"Mama, papa, boleh ngga kita jalan-jalan keluar. Tetap di kantor ini" Ucap Arsyad.


"Nanti kalian kesasar bagaimana. Kalian belum tahu arah kantor ini sayang" Hana menjawab.


"Kita bawa ponsel ma, nanti kalau ngga tahu jalan kita hubungi mama dan papa. Boleh yaa" Kali ini Arsyi yang memohon.


"Mas" Panggil Hana kepada Daffa.

__ADS_1


"Ya sudah. Hati-hati ya. Jangan sampai kesasar" Daffa mengiyakan.


"Yeeeeeaaahhh... Makasih papa, mama. Kita keluar dulu" Arsyad segera berlari kearah pintu dan segera keluar. Iya tak ingin papanya berubah fikiran.


"Mas, kok di izinin sih, kan mereka belum tahu detail seluruh ruangan. Kalau kesasar bagaimana? " Protes Hana.


"Biar mereka tahu sayang. Lagian di sini ngga akan ada yang berani macam-macam dengan mereka" Daffa berkata sambil menyalakan ponselnya menghubungi seseorang.


"Ikuti anak-anak, jangan sampai mereka tahu. Sedikit menjauhlah namun tetap dalam pantauan kalian. Jangan melarang mereka sekiranya tidak berbahaya. Biarkan mereka melakukan apa yang ingin mereka lakukan. Segera hubungi aku kalau ada apa-apa" Begitu sambungan terhubung, Daffa segera berkata. Dan menutup panggilan tanpa membiarkan penerima panggilan itu berbicara. Selanjutkan iya menyelesaikan pekerjaannya. Hana hanya tersenyum melihat apa yang dilakukan suaminya. Iya pun kembali bekerja.


Diluar ruangan Daffa, dua bos kecil sedang berjalan sambil melihat-lihat keadaan kantor. karena ini masih jam kerja, suasana terlihat sedikit sepi karena semua orang sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Samar-samar Arsyad dan Arsyida mendengar suara orang mengobrol. Mereka berdua mendekat.


"Sebenarnya aku males kalau ada bu Hana ikut ke kantor" Seorang wanita berkata.


"Males kenapa? " Tanya temannya.


"Kan ngga bisa cari perhatian, ngga bisa curi-curi pandang" Wanita tersebut terus berkata tanpa menyadari apa yang diucapkannya telah direkam oleh Arsyad.


"Kamu itu, kaya ngga ada laki-laki lain saja. Lagipula mana mau tuan Daffa sama kamu? " Teman disampingnya berkata dengan nada mengejek.


"Hahha, kalau kamu iri bilang aja. Kamu ngga lihat, aku sama bu Hana masih bagusan aku kemana-mana lah. Dari segi kecantikan, kesexian dan satu lagi, aku lebih modis dibandingkan sama bu Hana" Wanita terswbut terus berkata. "Aku bakal ngerayu tuan Daffa sampai dapat" Ucapnya lagi. Tiba-tiba terdengar langkah kaki mendekat. Ternyata Arsyad sudah selesai merekam dan masuk ke ruangan. Semua pandangan tertuju kepada kedua bocah itu. Tatapan bocah itu terlihat dingin dan sinis.


"Tante ngga kerja? " Tanya Arsyida.


"Ehh... Bocah dari mana sih mereka" Ucap wanita yang merasa dirinya lebih baik. Sedangkan wanita disampingnya melanjutkan pekerjaan sambil sesekali melirik ke arah dua kembar itu.


"Kalian disini mau kerja atau mau cerita? " Tanya Arsyad dengan nada sinis dan tatapan mata yang tajam.


"Aduh anak kecil, kalian main sana aja yaa, ngga usah urusin urusan kita" Jawabnya dengan nada meremehkan.


"Oke, meja tante ini kan? " Tanya Arsyad. Lalu iya mendekat ke arah wanita tak tahu diri itu. Iya tak tahu jika 2 bocah kecil dihadapannya adalah anak dari tuan Daffa yang iya kagumi. Tangan Arsyad bergerak. Menyenggol segelas kopi susu, lalu menyapu seluruh barang-barang yang berada di atas meja dengan tangan kecilnya. Satu buah laptop pun melayang dari atas meja. Terjatuh dan "Braaaakkkk" Suara benturan antara laptop dan lantai terdengar nyaring. Laptop tersebut hancur. Selanjutnya, sebelum wanita itu mendekat, Arsyad menyiramkan satu gelas air putih keatas tumpukan dokumen-dokumen. Wanita tersebut marah-marah dan meneriaki Arsyad Dan Arsyida. Sumpah serapahnya keluar semua.

__ADS_1


"Kata mama, kalau berbicara dan bertindak, harus difikir dulu. Biar ngga menyesal" setelah berbicara. Dengan ekspresi tenang dan wajah tanpa dosa, Arsyad dan Arsyida meninggalkan ruangan itu.


__ADS_2