
Daffa membantu Smith menjelaskan kepada Ayah dan ibu Hana perihal kedatangan Smith.
"Jadi Smith ingin memeluk agama Islam? " Tanya ayah.
"Iya paman, saya sendiri bingung. Karena disaat saya sedang tak tahu arah saya harus pergi kemana. Semenjak mengenal Hana waktu kuliah dulu, saya mencari tahu tentang semua agama. Termasuk agama yang dianut oleh Hana" Tutur Smith menjelaskan. "Saya merasa semua yang dilakukan Hana bukan sekedar kemauannya sendiri. Ada batasan-batasan yang iya jaga paman. Ada kelembutan dalam berbicara membuat saya merasa tenang mendengarnya. Ada kesopanan dalam bertingkah laku, membuat saya segan kepadanya. Saya rasa semua itu Hana dapatkan dari agamanya" Ucap Smith lagi. Pak Bahtiar mendengarkan dengan seksama semua ucapan Smith.
"Benar nak Smith, didalam islam, kita diberi aturan. Tidak semata-mata untuk kebaikan sendiri. Tapi juga untuk orang lain" Ucap Ayah Hana.
"Tolong ajari saya paman" Ucap Smith. Yang lain hanya mendengar dan memperhatikan Smith. Tiba-tiba, Rani dan Hana keluar dari arah dapur sambil membawa nampan yang berisi minuman dan beberapa makanan pendamping. Rani meletakkan minuman di meja.
"Mari diminum dulu" Ucap Rani. Setelahnya Hana menurunkan beberapa kue.
kIni, kuenya juga dimakan. Sebelum makan malam" Ucap Hana. Hana duduk di samping Daffa, sedangkan Rani duduk di kursi kosong sebelah Hana. Masing-masing mengambil air teh di meja. Saat akan meminumnya seseorang mengucapkan salam.
"Assalamualaikum" Bilal datang.
"Wa'alaikumsalam wr wb" Jawab mereka serempak.
"Wah, ada tamu rupanya" Ucap Bilal sambil melangkah masuk.
"Mas bilal" Ucap Hana. Daffa, Hana dan Smith menyalami Bilal.
"Sudah lama dek, Daffa? " Tanya Bilal sambil duduk disamping Rani. Yusuf yang berada digendongan Bilal segera berpindah ke Rani.
"Ummi, tadi Yusuf beli jajan sama abi" Ucap Yusuf dengan suara cedal khas anak kecil.
"Oh iya, beli jajan apa? " Tanya Rani menanggapi putranya. Hana terlihat berdiri dan menuju ke belakang. "Sebentar ya mas" Ucap Hana dan Daffa pun menggangguk.
"Beli ini ummi, rasanya manis" Jawab Yusuf.
__ADS_1
"Enak ya, bagi-bagi dong yusuf ke om Daffa" Daffa mengulurkan tangannya menggoda Yusuf. "Sini sama om" Ucap Daffa sambil mengulurkan tangan ingin menggendong Yusuf.
"Om ganteng mau ini? " Tanya Yusuf sambil beralih ke pangkuan Daffa.
"Mau dong" Jawab Daffa.
"Tapi dikit aja ya om, jangan banyak-banyak. Nanti habis" Jawab Yusuf lagi. Hal tersebut membuat orang disana tersenyum.
"Om ganteng yusuf suapin ya" Ucap Yusuf lagi sambil menyodorkan secuil kembang gula ke mulut Daffa. Mau tak mau Daffa pun membuka mulutnya.
"Enak kan om, manis" Tanya Yusuf.
"Iya, Yusuf pinter ya pilih jajan" Sahut Daffa.
"Nanti kalau om ganteng mau, biar dibelikan sama abi" Ucap Yusuf polos. Semuanya tertegun sambil tertawa. Hana datang sambil membawa 2 paper bag.
"Yusuf, ini tante punya sesuatu buat kamu. Yusuf mau? " Tanya Hana sambil duduk disebelah Daffa. Membuka paper bag dan mengeluarkan sebuah mainan. Yusuf yang melihat pun menjadi berbinar. Dan langsung minta pindah ke pangkuan Hana. Saking senangnya, Yusuf mencium pipi Hana. Hana pun menjadi gemas dengan tingkah Yusuf.
"Suka banget, ayo tante Hana kita main! " Ucap Yusuf sambil merosot turun dan berlari ke tempat yang luas sambil membawa Mobil remot control pemberian Hana.
"Hana, jangan membelika mainan yang mahal-mahal untuk Yusuf, nanti kita ngga kuat belinya" Ucap Rani sambil tersenyum. Sontak saja hal tersebut mengundang gelak tawa keluarga yang lain.
Adzan mahgrib berkumandang, Seluruh keluarga Hana bergegeas menuju masjid untuk melaksanakan sholat berjamaah. Mereka pergi bersama. Smith ikut dengan mereka. Karena setelah sholat mahgrib, mereka akan sowan (mengunjungi) kediaman Kyai Mustofa. Mereka berangkat bersama. Yusuf pun merengek ingin ikut. Akhirnya Daffa menggendong Yusuf menuju ke masjid.
Begitu sholat selesai. Mereka segera menuju rumah Kyai Mustofa. Di ndalem Kyai Mustofa terlihat sepi. Sedangkan di masjid begitu ramai. Kyai Mustofa sendiri terlihat sudah selesai sholat berjama'ah. Hana dan keluarganya menunggu diluar ndalem. Mereka duduk menunggu Kyai Mustofa mendatangi. Hampir 20 menit menunggu. Kyai Mustofa beserta istrinya menuju ruang tamu.
"Tolong panggilkan tamunya bu, suruh kesini" Titah Kyai Mustofa.
"Iya bah" Bu nyai segera beranjak. Begitu diluar mereka disambut oleh keluarga Hana. Mereka terlihat sungkem satu persatu.
__ADS_1
"Mari masuk" Ucap Bu Nyai mempersilahkan masuk tamunya.
"Assalamualaikum" Ucap seorang dari keluarga Hana sebelum melangkah masuk.
"Wa'alaikumsalam" Jawab Kyai Mustofa beserta istrinya.
"Terimakasih bu Nyai" Jawab Pak Bahtiar. Begitu mereka telah sampai didalam. Mereka melakukan sungkem kepada Kyai Mustofa. Begitulah adab sopan santun. Mereka duduk setelah dipersilahkan.
"Terimakasih Kyai, bu nyai" Pak Bahtiar mengucapkan terimakasih sebelum duduk dengan membungkukkan badannya sebagai tanda hormat kepada sang Kyai. Kyai Mustofa tersenyum mendengar penuturan Pak Bahtiar.
"Ini bukannya nak Hana dan Daffa ya. Yang baru saja menikah itu" Tanya Kyai Mustofa sebelum pak Bahtiar mengutarakan niatnya sowan malam ini.
"Iya Kyai, saya Daffa suaminya Hana" Jawab Daffa sopan. Kyai Mustofa tersenyum melihat kesopanan Daffa. Sebagai orang terpandang dan berpengaruh, ternyata Daffa bukan tipe seorang yang arogan.
"Ada apa ini kok rame-rame datang kesini" Ucap Kyai Mustofa bertanya.
"Anu mbah Kyai, ada urusan yang harus kami sampaikan kepada Kyai karena kami merasa tidak pantas untuk mengemban amanah ini. Ami akan menyerahkan amanah ini kepada Kyai Mustofa saja" Ucap Pak Bahtiar menjawab.
"Ada apa sebenarnya pak Bahtiar, saya belum jelas maksud kedatangan bapak sekeluarga" Kyai Mustofa mengulangi pertanyaannya.
"Jadi begini Kyai, ini Smith, teman Hana sewaktu kuliah London. Nak Smith ini ingin menjadi seorang mualaf" Jawab pak Bahtiar mengutarakan maksudnya. Smith pun tersenyum kaku mendengar pak Bahtiar berbicara. Ada sedikit rasa malu di hatinya.
"Apa benar itu nak Smith? " Tanya Kyai Mustofa.
"Benar Kyai, saya ingin memeluk islam. Supaya saya tidak kehilangan arah. Selama ini saya adalah seorang atheis. Tapi akhir-akhir ini hati saya selalu gelisah, namun tak kunjung hilang rasa gelisah itu. Saya tak tahu arah kemana akan melangkah disaat saya terpuruk. Sedangkan orang tuan saya beragama kristiani. Mohon maaf, Saya kurang tertarik dengan agama yang dianut orang tua saya. Setelah saya meminta pendapat, mereka menyuruh saya untuk memikirkan ulang keputusan besar ini. Mereka menyetujui jika saya masuk islam. Maka dari itu saya meminta tolong kepada Hana untuk hal ini. Dan Hana serta tuan Daffa menyuruh saya untuk belajar di sini" Ucap Smith menjelaskan semuannya.
"Apa keputusan nak Smith sudah difikirkan dengan matang, saya tidak ingin agama di buat mainan" Tanya Kyai Mustofa.
"Sudah Kyai, saya sudah siap. Karena orang tua saya pun selalu mendukung seluruh keputusan saya, asal itu baik untuk saya" Jawab Smith.
__ADS_1
Dan merekapun melanjutkan pembicaraan setelah beberapa gelas air teh diberikan oleh seorang santri ndalem.
TBC