KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Jum'at Berkah


__ADS_3

"Jum'at berkah" kata Hana dalam hati. Entah mengapa tiba-tiba Daffa memanggilnya ke ruangan. Hana diminta untuk melacak nomor hp, siapa pemiliknya. Setelah itu Daffa mengeluarkan 2 buah hp. Entah lupa atau tidak tahu. Hana tak mengenali 2 buah hp itu. Iya menerima dan segera melakukan pelacakan. Melacak identitas pemilik ke 2 hp tersebut. Lalu Daffa meminta juga untuk melihat semua panggilan dan chat. Hana terkejut dan terdiam beberapa saat.


"Bagaimana mungkin, inikan nomor preman yang mau menculik ibu Sarah" batin Hana.


"Bagaimana han, sudah selesai ? tanya Daffa membuyarkan ketekejutan hana.


"Emm iya ini pak, masih dalam proses mengambil data. Mungkin sebentar lagi selesai" jawab Hana.


"Benarkah? " tanya Daffa tak percaya.


"Iya pak, coba lihat saja sendiri! " tutur Hana.


Daffa mendekati Hana. Berdiri dibelakangnya. Dengan gugup hana memberitahukan hasilnya.


"Ini pak, ini identitas 2 nomor ini" jelas Hana.


"Maa syaa Allah, sehebat ini Han kamu. Dan kamu menggunakan laptopmu sendiri. Apa laptop itu kamu lengkapi dengan beberapa fitur pelacak? " tanya Daffa penasaran.


Hana tersenyum sedikit, Daffa melirik ke arahnya. "sangat manis, sungguh sangat menggemaskan" batin Daffa


"Mmm, ini pak. Laptop ini sudah saya lengkapi beberapa fitur untuk melacak dan juga untuk meng hack. Jadi insyaallah sangat memudahkan untuk mencari informasi" Hana menjelaskan.


Daffa semakin kagum dengan kinerja Hana. Bagaimana tidak, setelah kematian ke 2 orang yang akan menculik mamanya itu, Daffa sedikit kesulitan melacak siapa dalang dibalik semua ini. Tapi hana dengan mudah membantunya. Memberikan titik terang meskipun belum semuanya.


"Lanjutkan Han! " perintah Daffa yang sudah tak sabar melihat siapa pelakunya.


Dengan telaten hana segera melanjutkan pekerjaannya. Walaupun dia sangat gugup Daffa memperhatikannya di belakang. Namun tak disangka, Daffa mengambil sebuah kursi lipat dan meletakkan di samping Hana. jantung Hana serasa akan melompat dari tempatnya. berdetak dengan sangat cepat. Semoga saja Daffa tak mendengar. Sedangkan Daffa disamping Hana terlihat melamun. Namun Hana tak menyadari itu.


"Ini ada beberapa panggilan keluar dan masuk serta chat pak" kata Hana tanpa menoleh


"Dan ini salah satu chat yang sangat mencurigakan dari nomor ini" tutur Hana.


Karena tak ada jawaban dari Daffa. Hana memberanikan diri untuk menoleh. Dan disaat menoleh Hana melihat Daffa yang memandangi dirinya tanpa berkedip. Dia menggoyangkan tangan di depan muka Daffa. Alhasil Daffa terkejut dan tersadar dari lamunannya.


Saat sadar dari lamunannya, Daffa kembali bertanya.

__ADS_1


"Iya Han, apa, bagaimana ? tanya Daffa gugup.


"Mmm ini pak, beberapa panggilan dan chat dari nomor ini sangat mencurigakan. Sepertinya nomor ini adalah orang yang menyuruh ke dua preman tersebut" tutur Hana pelan mengulangi ucapanya yang tak didengarkan Daffa tadi.


"Coba lihat" setelah daffa melihat. Iya menyuruh Hana untuk melihat identitas pemilik nomor tersebut. Dengan mudah Hana mendapatkannya.


"Ini pak, atas nama Yuda Bagaskara, alamatnya ini" jelas Hana.yang membuat Daffa langsung memundurkan kursinya dan berdiri. Melihat dibelakang Hana, kedua tanganya berada di sisi kanan dan kiri Hana. Membuat Hana tak bisa bergerak dan hanya terdiam. Saking gugupnya Hana sampai sedikit membungkuk agar tubuh Daffa tak menyentuhnya.


Wajah Daffa terlihat memerah menahan amarah. Dia kembali ke kursi disamping Hana.


"Yuda Bagaskara. Dari Bagaskara grub. Kenapa dia ingin menculik mama" ucap Daffa sambil mengepalkan tangannya. Hana yang berada disampingnya merasa sedikit khawatir dengan emosi Daffa.


"Bapak, tolong tenang dulu yaa, istighfar pak, kita bisa mencari jalan keluarnya dengan kepala dingin. Jangan emosi pak" Hana memberanikan diri berbicara. Namun tatapan daffa menatap tajam ke arah hana. Sekian lama sedikit berubah. Yaa, Daffa mendengar ucapan Hana. Jika sebelum sebelumnya iya tak mudah dibujuk. Saat dengan Hana, Daffa dapat mengendalikan emosinya. Iya segera menundukkan kepalanya dan beristighfar.


"Astaghfirullahaladzim... Terimakasih Han, kamu sudah mengingatkan saya" kata kata Daffa melunak.


"Bapak baik baik saja ? ini bapak minum dulu! saya sudah menelpon pak rey untuk segera kesini pak" kata Hana pelan.


"Baik han, terimakasih" jawab Daffa sambil kembali ke kursi kebesarannya.


"Iya pak, bukannya dia anak dari tuan Adi Bagaskara. Itu tandanya Yuda Bagaskara adalah CEO Bagaskara grub" Hana menebak.


"Benar sekali, dia adalah salah satu pesaing bisnis yang rela menghalalkan segala cara untuk mengalahkan saingannya" Daffa.


"Dia benar benar licik, aku harap setelah kamu menjadi istriku dia tidak mengusikmu, seperti dia mengusik keluargaku saat ini" kata Daffa penuh kekhawatiran.


Hana tersenyum tulus. Mengisyaratkan bahwa dia akan baik baik saja. Tak lama kemudian, pintu diketuk dari luar dan menampakkan sosok Rey yang berjalan ke arah Hana dan Daffa


"Maaf tuan, sedikit lama. Apa ada masalah tuan ? tanya Rey.


"Ternyata pelaku percobaan penculikan mama kemarin adalah Yuda" jawab Daffa singkat.


"Mama? "batin Hana terkejud. Dan hanya bisa diam saja.


"Kenapa Yuda harus menyinggung keluarga utama tuan ? apa dia tidak kapok kita sudah pernah memberinya pelajaran ? Rey sedikit kesal.

__ADS_1


"Sepertinya, kita harus lebih waspada lagi Rey" Daffa mengingatkan.


"Iya tuan. Jadi apa rencana tuan saat ini, apa kita melaporkan hal ini kepada pihak yang berwajib saja ?


"Tidak Rey, Yuda pasti akan dengan mudah bebas dengan kekuasaan ayahnya. Bagaimana kalau kita membalas dengan perlahan" kata Daffa.


"Maksud tuan ? Rey mengeryitkan dahinya heran.


"Dia tidak bisa menculik mama karena ada seorang gadis yang menolong mama saat itu. Kita tak tahu siapa gadis itu. Lebih baik kita cari dulu saja gadis itu, dia sudah menyelamatkan mama, aku harus berterimakasih kepadanya.


Dan karena mama selamat, saya bisa mentolerir perbuatan Yuda. Tapi jika dia berbuat sesuatu yang membahayakan keluargaku lagi, aku tak akan tinggal diam. Setelah gadis itu ketemu. kita minta hana untuk melakukan sesuatu" ucap Daffa.


Hana yang mendengar penuturan Daffa untuk mencari gadis itu, seketika mendongakkan kepalanya menatap Daffa. Iya hanya tersenyum kecut mendengar itu semua.


"Kamu kenapa Han, sepertinya sedikit terkejut ? Apa kamu bisa membantuku untuk mencari gadis itu ? Daffa yang melihat Hana langsung mendongakkan kepala langsung bertanya.


Hana menelan salivanya susah payah. Bagaimana iya bisa membantu ? sebenarnya sangat bisa jika hana berterus terang. Namun Hana tak mau jika Daffa tahu tentang dirinya.


"Apa ada petunjuk pak tentang gadis itu? " tanya Hana berpura pura.


"Kata mama, gadis itu sangat cantik. Tingginya sekitar 165 cm. Dan dia berhijab namanya Zahra... jawab Daffa.


"Mungkin kita bisa mengecek cctv di daerah itu tuan" Rey memberi usul.


"Kenapa baru teringat ya Rey, ayo kita kesana! " kata Daffa ingin berdiri. Namun iya teringat sesuatu dan kembali duduk. Menatap Hana dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Apa kamu bisa membobol cctv Han ? tanya Daffa serius.


"Inysa Allah bisa pak" jawab Hana.


Daffa tersenyum segera keluar ruangan yang diikuti oleh Rey.


"Ayo Rey, kita cari tahu nama tempat itu!" Daffa berkata sambil beranjak.


Hana yang berada diruangan seakan bisu, mematung memikirkan cara supaya Daffa tak tahu jika gadis yang iya cari adalah dirinya. Hana berharap cemas menanti kedatangan Daffa kembali.

__ADS_1


TBC....


__ADS_2