
Rey berjalan masuk ke kamar Daffa sambil menenteng beberapa dokument di tangannya. Iya tak menengok hanya berjalan lurus. Tak menyadari jika ada sepasang mata yang menatapnya lekat. Rey berjalan mendekati Daffa yang berada di dekat Hana dan yang lain.
"Tuan, ada beberapa dokument yang harus ditanda tangani" Ucap Rey begitu sudah berada di dekat Daffa.
"Kita ke balkon saja ya" Ucap Daffa sambil berjalan. Sedangkan Amanda masih menatap Rey dalam lamunannya. Rey sebenarnya mengerti dengan itu, namun iya memilih untuk pura-pura tak tahu.
"Selesai wisuda nikah aja lah, daripada buat dosa terus ditumpuk-tumpuk" Suara Fariz membuyarkan lamunan adiknya. Amanda yang terdiam langsung mengalihkan perhatian dengan bermain bersama baby Arsyad.
"uluuh ulluuh, ganteng banget ya..." Ucap Amanda. Semua memperhatikan dirinya yang sedang salah tingkah.
"Kalau sudah selesai. kamu bawa kesini lagi ya. Suruh aja Dita atau Nadia kesini kalau kamu repot. Papa akan bantu-bantu kamu disana" Ucap Daffa sambil keluar dari balkon menuju ke kamarnya lagi.
"Baik tuan, jika ada apa-apa saya akan menghubungi anda" Rey membungkuk sedikit lalu berjalan keluar kamar. Amanda pura-pura tak tahu saja.
"Om, Tante. maaf ya" Ucap Daffa kepada om dan tantenya.
"Ngga apa Daf, namanya juga orang sibuk. Kita ngerti kok" Jawab tante Daffa.
"Tapi tante, habis Amanda wisuda nanti, kelihatannya akan ada yang menggelar pesta lo" Ucap Daffa. Sontak hal tersebut membuat semua orang menoleh padanya.
"Oh ya, siapa?" Tanya tante dan om nya bersamaan.
"Lihat aja nanti" Daffa tersenyum sambil melirik seseorang disana.
Satu minggu kemudian...
Nadia datang bersama Fariz ke rumah Daffa. Karena hari masih terbilang pagi. Jalanan masih sepi. Saat memasuki rumah Daffa, terlihat Daffa dan Hana yang sedang berada di halaman rumah dengan baby Twin.
"Pagi" Ucap Fariz tanpa basa-basi.
"Wa'alaikumsalam" Daffa menyahut dengan salam.
__ADS_1
"Iya deh, Assalamualaikum" Ucap Fariz kembali.
"Daf, aku mau bicara, sebentar" Ucap Fariz. "Kamu disini dulu, temani Hana" Ucap Fariz kepada Nadia. Nadia pun mengangguk. Fariz masuk ke rumah dengan Daffa.
"Hai tante Nadia, apa kabar" Ucap Hana dengan siara dibuat-buat.
"Alhamdulillah baik nona" Jawab Nadia.
"Hai nona muda dan tuan muda kecil, tante punya sesuatu untuk kalian" Nadia berbicara.
"Kamu kesini mau jengukin baby twin? " Hana berkata dengan lembut.
"Hehe, iya nona" Nadia tersenyum.
"Jangan panggil nona. Kamu pasti ada sesuatu kan sama Fariz" Goda Hana. Hal tersebut membuat Nadia merona.
Didalam rumah, Fariz dan Daffa sibuk berbicara.
"Ada apa Fariz? Apa ada hal yang penting? " Tanya Daffa.
"Kamu masih punya orang tua Fariz, masih lengkap. Bagaimana bisa seperti itu? " Ucap Daffa.
"Mama ngga setuju Daffa" Ucap Fariz pelan, hampir tak terdengar.
"Papa setuju, tapi mama menolak kerasa jika aku menikahi Nadia" Ucap Fariz lagi.
"Om tahu... " Ucapan Daffa terpotong oleh perkataan Fariz.
"Tahu, dia setuju jika aku menikah dengan Nadia" Fariz menceritakan.
"Kapan akan dilaksanakan? " Tanya Daffa.
__ADS_1
"1 minggu lagi" Fariz terdiam setelah berkata seperti itu.
"Orang tua Nadia? " Tanya Daffa.
"Sudah semua, papa sudah kesana" Fariz berkata jujur.
"Setelah menikah, kamu akan membawa Nadia ke Singapura? " Tanya Daffa lagi.
"Aku sudah membelikannya sebuah apartement, dia akan tinggal disini sampai lulus kuliah. Namun tetap masih dalam pantauanku" Ucap Fariz serius.
"Akhirnya bagaimana kalau mama kamu tahu? " Tanya Daffa kembali.
"Hati mama pasti akan luluh. Kamu tenang aja. Kuliah Nadia tinggal 4 semester. Setelah itu aku akan membawanya ke Singapura" Ucap Fariz.
"Ya sudah, kalau kamu sudah mantap dengan pilihan kamu. Lakukan yang terbaik, Cinta butuh pengorbanan" Daffa menepuk bahu Fariz. Setelah selesai, Fariz dan Daffa keluar.
"Nad, ayo" Ucap Fariz.
"Kalu bertamu yang benar dong Fariz, Nadia kan belum masuk. belum dibuatin minum juga" Ucap Hana.
"Ngga usah Han, makasih. Nanti aku beliin minuman sendiri" Jawab Fariz sambil berlalu pergi. Daffa hanya memandang kepergian sepupunya dengan menggelengkan kepala.
Satu minggu kemudian....
Hari pernikahan Fariz dan Nadia sudah tiba. Semua orang berkumpul untuk menyaksikan acara sakral ini, kecuali Mama Fariz. Acara ini digelar biasa saja. Yang hadir hanya keluarga inti dari kedua mempelai. Begitu acara selesai, mereka makan bersama dan tak ada acara apapun lagi.
Maaf ya, untuk Readers tercinta. Author lagi sakit nih. Hampir 1 minggu ngga bisa bangun. Badan lemes banget.
makasih ya untuk yang sudah setia menunggu upadatenya.
Kisah ini akan tamat dan akan ada ekstra part, setelahnya akan ada kisah baru...
__ADS_1
terimakasih.
semoga readers sehat selalu. Do'ain author s3moga lekas sehat lagi ya. terimakasih