
Lama mereka menunggu ini. Jawaban hana yang dinantikan oleh Daffa selama bertahun tahun. Daffa menetralkan perasaan gugubnya. Jantungnya yang berdetak lebih cepat dari biasanya. Iya memandang Hana seolah mencari jawaban sendiri. Daffa tak sabar mendengar jawaban dari Hana.
"Dadi begini, bapak Bahtiar dan ibu Sholihah. Jadi maksud kedatangan kami kesini sebenarnya adalah bermaksud untuk melamar putri bapak yang bernama Hana Azzahra untuk putra semata wayang kami Daffa Yudhistira Utama. Sebagaimana yang sudah pernah diutarakan oleh putra kami Daffa. Bahwa iya telah melamar Hana kurang lebih 4 tahun yang lalu. Dan sampai sekarang Daffa masih sanggup untuk menunggu Hana. Maka malam ini kami ingin mendengar jawaban dari Hana sendiri" tutur bapak Aji Utama panjang lebar.
Semua yang berada diruangan itupun terdiam. Hanya ada keheningan. Lalu ayah Hana memberi jawaban.
"Saya sangat kagum kepada nak Daffa. Jujur saya melihat Daffa sangat sungguh-sungguh. 4 tahun bukan waktu yang singkat untuk sebuah penantian. Cinta itu diuji saat jauh dan dekat. Saat jauh adalah ujian kesabaran. Dan saat dekat adalah ujian keimanan. Nak Daffa sudah membuktikan bahwa iya mampu dengan ujian itu. Mampu bersabar menunggu Hana tanpa berpindah ke lain hati. Dan mampu bersabar ketika hana berada di dekatnya selama 1 minggu ini. Dan kami menyerahkan jawaban itu kepada Hana. Kami memang orang tuanya, Tapi kebahagiaan anak kami adalah haknya. Kami sebagai orang tua hanya mendukung keputusan mereka" tutur pak Bahtiar.
"Hana, bagaimana jawaban kamu? " tanya ayahnya lagi.
Semua orang menatap Hana. Terutama Daffa..
"Bismillahirohmanirohim" batin Hana mengucap basmallah.
"Sebelumnya, saya mohon maaf karena sudah membuat pak Daffa menunggu begitu lama. Karena kesungguhan dan ketulusan hati, akan membawa pada suatu yang di ridhoi Allah. Ayah dan ibu sudah ridho dengan keputusan Hana. Mas bilal pun juga sudah merestui. Dan bu Sarah serta tuan Aji juga sudah merestui. Hana menerima lamaran dari pak Daffa" jawab Hana langsung menunduk lagi.
"Alhamdulillah" semua orang mengucap syukur atas jawaban Hana. Hana menjadi tersipu malu karena Daffa terus memandanginya.
"terimakasih Hana Azzahra, aku berjanji akan membahagiakanmu. Aku sangat mencintaimu melebihi aku mencintai diriku sendiri. Semoga Allah memberikan kemudahan untuk kita semua. Terimakasih telah menerima hati yang telah lama gersang. Karena kehadiranmu membawa hujan cinta yang terus menyirami hatiku. Dan semakin subur rasa cinta dalam hatiku. Semoga bersamamu kita bisa menggapai ridho_Nya" Daffa sangat bahagia malam ini. Karena sebuah penantian telah terjawab.
"Aamiin" semua orang meng aamiin kan perkataan Daffa. Namun tiba tiba, ayah Hana berbicara yang membuat semua orang terkejut. Dan membuat Hana dan Daffa terdiam. Bingung harus mengucapkan apa.
"Bagaimana kalau kalian menikah malam ini juga? " pak Bahtiar mencoba berbicara.
"Apa yah, ke... Kenapa harus sekarang? " tanya Hana terbata bata. Suaranya seperti tercekat ditenggorokan. Sangat sulit untuk berbicara.
"Ini demi kebaikan kalian berdua nak. Tolong dengarkan ayah, dan turuti permintaan ayah kali ini" pak Bahtiar mencoba menjelaskan.
__ADS_1
"Tapi yah, apa tidak terlalu cepat? " Hana masih belum mengerti.
"Bukannya niat baik memang harus disegerakan? " pak Bahtiar balik bertanya.
"Maksud hana bukan begitu yah" Hana masih belum menyetujui.
"Jadi begini nak Daffa dan Hana, serta semua yang berada disini. Hana dan nak Daffa ini setiap hari bertemu. Saya percaya mereka tak akan melewati batas batasnya. Namun setan itu sangat pandai mencari celah. Berawal dari pandangan mata terus mungkin nanti berpegang tangan dan seterusnya. Saya takut setan semakin pandai menggoda mereka. Jadi biarkan mereka menikah siri dulu malam ini. Biar nanti jika berdekatan tidak berdosa. Saling memandang tidak menjadi zina. Dan malah akan menjadi pahala untuk kalian. Kalau misalnya Hana belum siap untuk pergi dari rumah, juga tidak apa apa. Ayah dan ibu mengizinkan kamu untuk tetap tinggal disini. Dengan catanan, nak Daffa sebagai suaminya mengizinkan. Bagaimana? " penjelasan dari pak Bahtiar sangat dimengerti.
"Saya sebagai seorang ayah sebenarnya sedikit khawatir. Namun saya percaya dan yakin mereka tahu batasan-batasannya" imbuhnya lagi.
"Saya setuju yah" Daffa menyetujui usulan ayah Hana. Dan langsung memanggil pak Bahtiar ayah.
"Han, kamu mengerti kan maksud ayah. Aku bakal tetap mengizinkan kamu tinggal disini sampai kamu siap. Yang penting kita sah dulu. masalah surat-surat nanti bisa menyusul" Daffa meyakinkan hana.
Hana tak bisa berbuat apa apa selain menyetujui semua. Ini demi kebaikannya juga.
"Mmm... iya, Hana mau menikah malam ini juga" sahut Hana pelan.
"Alhamdulillah"
"Biar Bilal saja yah, ayah tetap disini saja menemami mereka" ucap Bilal tiba tiba.
Dan Bilal pun segera ke rumah Kyai Mustofa. Tak jauh dari tempat tinggal mereka. Dan kebetulan Kyai Mustofa pun sedang tidak sibuk.
"Assalamualaikum" ucap Bilal saat sudah berada di depan pintu rumah Kyai Mustofa.
"Wa'alaikumsalam wr wb" sahut mereka yang berada didalam. Ternyata Kyai Mustofa sedang kedatangan ke 2 anaknya. Menantu serta cucu mereka juga sedang disana.
__ADS_1
"Nak Bilal, masuk nak, sini duduk! " Kyai Mustofa mempersilahkan masuk dan duduk. Bilal pun dengan sopan duduk di sofa.
"Ada apa nak bilal, kok tumben malam malam kesini. Kan sedang tidak ada kajian hari ini" tanya Kyai Mustofa
"Mmm.. Anu Kyai, jadi sebenarnya kedatangan saya kesini ingin meminta tolong kepada Kyai untuk menikahkan Hana" ucap Bilal tanpa basa basi.
"Loh, nak Hana sudah mau menikah, kok kami tidak diundang" sahut bu Nyai Maesaroh, istri Kyai Mustofa.
"Jadi ceritanya seperti ini nyai" Bilal pun menceritakan semuanya.
"Alhamdulillah, niat baik memang harus disegerakan" Kyai Mustofa menimpali.
"Kalau begitu, ayo kita kerumah nak Bilal" Kyai Mustofa berdiri dan menyanggupi untuk menikahkan Hana dan Daffa.
"Semua ikut boleh Kyai. supaya menjadi saksi! " tutur Bilal sopan.
"Baik, ayo semuanya, kita ke rumah pak Bahtiar" ajak Kyai Mustofa ke semua penghuni rumah. Dan akhirnya mereka berangkat ke rumah pak Bahtiar dengan jalan kaki.
Sesampainya di rumah pak Bahtiar. Kyai Mustofa disambut dengan penuh hormat. Setelah basa-basi sebentar tiba saatnya Kyai Mustofa menikahkan Hana dan Daffa.
"Apa maharnya sudah dipersiapkan nak Daffa? "tanya Kyai.
Daffa yang belum ada persiapan pun kikuk menjawab pertanyan Kyai Mustofa.
"Mmm anu Kyai, be.. " jawab Daffa, namun dengan cepat Hana menyahut.
"Sudah Kyai, ini mahar yang dipersiapkan oleh mas Daffa" Hana menunjukkan kalung dan gelang yang dikirimkan Daffa tadi siang.
__ADS_1
Daffa memandangi Hana dengan rasa bahagia dan langsung tersenyum lebar. Iya melihat perhiasan mana yang diminta Hana untuk mahar. Ternyata sebuah kalung dengan permata berwarna hijau. Dengan berat mencapai 17 gram.
TBC.....