KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Menggertak


__ADS_3

Rey berjalan dari arah pintu menuju ke tempat dimana senjata-senjata itu berada. Iya memegang sebuah samurai yang terlihat sangat mengerikan. Tangannya terulur memegang gagang samurai tersebut. Ketiga orang yang sedang di ikat dan di dudukkan di kursi bergidik ngeri menatap Rey. Mereka mengeluarkan keringat bersamaan dengan setiap langkah Rey. Sedangkan Daffa hanya melihat apa yang akan Rey lakukan.


"Sepertinya, sekali benda ini dikibaskan, akan ada sesuatu yang terputus" Ucap Rey terdengar menakutkan. Ketiga orang tersebut semakin ketakukan, bahkan ada yang sampai mengompol. Rey berjalan ke arah ketiga orang tersebut. Pucuk tangan kiri mengelus badan samurai yang di pegangnya.


"Ada yang mau mencoba dulu? " Tanya Rey tanpa menoleh ke arah mereka.


"Tuan, kami mohon ampuni kami tuan, saya mohon. Ampuni kesalahan kami" Ucap seseorang diantara mereka.


"Aku bukan Tuhan yang bisa dengan mudah memaafkan, aku tak sesabar Nabi Muhammad dalam menghadapi musuh" Ucap Rey masih dengan nada dinginnya.


"Tuan, kami mohon maaf. Kami sedang membutuhkan uang untuk anak istri kami dirumah. Makanya kami menerima tawaran ini. Kami mohon ampuni kami" Ucap seseorang lagi dengan nada gemetar.


"Kenapa kalian hanya memikirkan diri sendiri, dan tak memikirkan orang lain? " Tanya Rey dengan nada dingin lagi. Ketiga orang tersebut ketakutan tak berani menjawab.


"Kami hanya disuruh tuan, kami tidak ada dendam apapun kepada tuan semua" Ucap seorang lagi. Rey melirik kearah mereka lagi. Sontak hal tersebut membuat ketiganya menunduk ketakutan.


"Coba katakan, siapa orang dibalik semua ini? "Rey mengintrogasi sambil menggertak dengan halus.


"Maaf tuan, kami tidak bisa mengatakannya" Jawab seorang diantara mereka.


"Kalian lebih memilih samurai ini melibas kepala kalian, atau pistol itu menembus kepala atau satu lagi, busur panah itu akan membocorkan jantung kalian" Rey tetap berkata dengan tenang tanpa terlihat emosi didalamnya. Iya tak pernah gagal membuat seseorang mengaku setelah masuk ke ruangan itu.


"Jangan tuan, kami mohon. Jangan lakukan itu" Ucap seseorang sambil menunduk dengan posisi tangan teratas.


"Apa ada alasan untuk kita mengasihani kalian? " Tanya Rey penuh penekanan.

__ADS_1


"Tuan, saya masih memiliki seorang anak kecil yang butuh seorang ayah untuk menemani tumbuh kembangnya, setelah tuan mengampuni saya, saya berjanji tidak akan kembali dengan pekerjaan semacam ini. Saya akan bekerja yang halal" Ucap seseorang masih dengan menunduk dan wajahnya memelas.


"Apa saya harus mengasihani anakmu juga? " Rey masih teguh dengan pendiriannya. Sedangkan dia mendaratkan pantatnya disebuah kursi di dekat ketiga orang tersebut. menyilangkan kaki diatas kaki, Mendirikan samurai dengan tangan kanannya layaknya tongkat.


"Tuan, kami tak berani membuka mulut" Ucap seseorang lagi. Rey menatap tajam kearah mereka. Membuat sikap mereka bertiga menjadi kalang kabut, merasa salah berucap.


"Apa kalian berfikir jika mati lebih baik daripada memberitahu kebenarannya? " Rey duduk dengan arogan didepan mereka.


"Buu... Bukan begitu tuan, tapi keluarga kami dirumah akan menjadi sasaran empuk untuk orang itu" Jawabnya memelas.


"Jika akibat dari perbuatan kalian sebesar itu, kenapa kalian masih mau menjalankan tugas hina ini? " Tanya Rey.


"Kami terpaksa tuan" Jawabnya.


"Bukan begitu tuan, kami... "


'Door' Ucapannya terpotong dengan suara tembakan. Mereka memejamkan mata lama sekali. Namun tak merasakan apa-apa. Mungkin mereka berfikir Rey akan benar-benar menembaknya. Saat membuka mata, mereka melihat ke arah Rey yang masih duduk di kursi didekatnya.


"Baik tuan, kami akan mengakuinya, tapi tolong lepaskan kami setelah ini" Ucap seseorang karena ketakutan. Kedua temannya memandang dengan melotot ke arahnya.


"Kamu mau keluarga kita dalam bahaya" Ucap seorang teman.


"Tapi kita akan mati jika kita tidak mengakui" Jawabnya.


"Jangan memikirkan diri sendiri, kita punya keluarga yang harus dihidupi. Bukan malah menyakiti mereka" Ucap seorang penjahat dengan lesu. Air matanya menetes dari sudut mata dan mengalir ke pipi. Ada perasaan menyesal dihatinya telah melibatkan keluarga dalam uruasan pekerjaan. Apalagi ini soal nyawa.

__ADS_1


"Ternyata masih ada air mata yang mampu menetes, kalian masih punya hati? " Tanya Rey ketus.


"Tuan, kami sebenarnya sangat takut. Kami akan mengatakan siapa orang itu, tapi tolong lindungi keluarga kami" Ucap seseorang diantara mereka dengan nada memohon.


"Memangnya aku pelindungmu? " Ucap Rey.


"Tolong tuan, jika tuan memaafkan kami, kami tidak akan mengulangi kesalahan kami. Dan kami mau menjadi pekerja untuk tuan. Kami melakukan ini karena kami membutuhkan biaya hidup" Ucap seorang dari tiga penjahat tersebut sambil memohon. Mengharapkan kebaikan dari Rey. Rey memandang Daffa dan berjalan mendekati Daffa. Hatinya terasa tersentuh, namun sikap tegas menggertak itu pun tak hilang dari wajahnya. Dafa pun berdiri dan mendekat. Terlihat wajah arogan dari raut wajah Daffa yang biasanya ramah.


"Cepat katakan, aku akan menjamin keluarga kalian selamat. Dan sesuai perkataan kalian tadi. Kalian akan menjadi pekerja ku, dan harus setia kepadaku. Jika tidak kalian akan merasakan akibatnya" Ucap Daffa tegas.


"Baiklah, orang yang menyuruh kami adalah nona Alisa" Ucap orang tersebut dengan nada ketakutan. Membuat Daffa melotot tak percaya.


"Alisa subagya? " Tanya Rey lagi.


"Iya tuan, nona Alisa mempunya pengaruh yang kuat ditempat kami. Ayahnya yang memiliki kuasa. Apapun kemauan anaknya harus dipenuhi tanpa memikirkan orang lain" Ucap salah satu dari orang tersebut.


"Apa yang disuruh Alisa terhadap keluargaku? " Tanya Daffa.


"Dia menyuruh kami untuk menculik dan menghilangkan istri anda tuan, Nona Hana" Jawabnya dengan ketakutan.


"Alisaaaa" Ucap Daffa menggeram. Hatinya dipenuhi amarah karena istrinya harus menjadi sasaran. Iya menyuruh Rey melepaskan ketiga orang tersebut.


Sebenarnya ruangan ini didesaign semenakutkan mungkin. Ruangan itu biasanya digunakan untuk menggertak orang-orang yang tak jujur. Namun tak ada seseorang pun yang dibunuh disana. Setelah berkata jujur, Daffa akan memberikan imbalan sesuai perbuatan yang mereka lakukan. yaitu dengan menyerahkan ke pihak yang berwajib.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2