
Diperjalanan menuju rumah Hana. Mereka masih terdiam. Tiba-tiba Daffa membuka suara.
"Sayang, kamu sedang mikirin apa? " Tanya Daffa.
"Aku... Aku ngga habis fikir mas sama Alisa. Bisa-bisanya dia nekat seperti itu" Ucap Hana. Bilal yang sedang menatap layar ponselnya pun menghentikan aktivitasnya. Iya beralih memandang ke depan, ke tempat kedua adiknya.
"Hana, setiap liku rumah tangga pasti bisa dilalui. Kamu jangan khawatir. Suamimu pasti akan bisa melindungi kamu dengan segala caranya. Sudah resiko menjadi istri seorang pengusaha konglomerat menghadapi banyak saingan. Kita harus berhati-hati" Nasehat Bilal.
"Iya mas Bilal. Yang Hana fikirkan bukan hanya itu. Tapi keluarga. Hana takut mereka bukan hanya mengincar keluarga mas Daffa, tapi juga keluarga kita" Jawab Hana.
"Semoga saja tidak seperti itu sayang. Persaingan dalam dunia bisnis memang keras. Tinggal kita harus selalu waspada, kamu percayakan sama mas yang bisa ihtiar lindungin kamu" Tutur Daffa.
"Benar kata Daffa" Sela Bilal.
"Iya, semoga saja kita selalu dalam lindungan-Nya" Ucap Daffa.
"Aku punya rencana sayang. Tapi ini sedikit melibatkan kamu. Nanti sampai rumah kita bicarakan sama mas Bilal juga. Tapi tolong jangan sampai ayah tahu. Aku ngga mau ayah semakin trauma" Ucap Daffa.
"Iya, nanti kita bicarakan saja dirumah. Sekarang yang penting kita sampai rumah dulu" Ucap Hana.
"Iya, ayah belum tidur kata Rani. Dan Rani tadi kekamar untuk menidurkan Yusuf. Sepertinya ayah menunggu kita" Ucap Bilal memberitahu. Daffa pun menambah kecepatan laju mobilnya agar cepat sampai di rumah.
Sekitar jam setengah sebelas mereka baru sampai dirumah. Ternyata mbak Rani sudah berada dikamar menjaga Yusuf. Sedangkan ayah juga berada dikamar. Hana bergeas menuju kamar ayah untuk melihat ayah. Disaat membuka pintu, Hana langsung masuk.
"Ayah" Panggil Hana kepada aayahnya Ayah menengok dan tersenyum mendapati anak-anaknya sudah kembali.
__ADS_1
"Kamu sudah pulang? Mana suami dan kakakmu? " Tanya ayah sepertinya khawatir.
"Kita juga sudah pulang yah. Ayah belum tidur" Tanya Daffa. Bilal pun mengikuti langkah Daffa mendekati ayahnya.
"Belum nak. Kalian darimana? " Tanya Ayah.
"Bilal tadi dari rumah makan yah" Ucap Bilal.
"Ayah Daffa bantu naik ke ranjang ya yah. Ini sudah malam. Ayah harus istirahat" Ucap Daffa.
"Iya, Setelah itu kalian bersih-bersihlah dulu. Jangan lupa makan. Terus istirahat" Ucap ayah. Akhirnya Daffa melepas sandal ayah, tanpa berkata Bilal mendekat dan mengangkat ayah menuju ke ranjang. Hana pun mengerti apa yang harus dilakukan. Iya segera menyelimuti ayahnya agar tidak kedinginan.
"Oh iya, ayah tadi sudah makan? " Tanya Hana. dijawab anggukan oleh ayahnya.
"Ayah istirahat ya" Ucap Hana lagi.
"Iya yah. Kami keluar dulu. Ayah cepat istirahat ya" Ucap Bilal. ayah mengangguk anak-anak segera keluar agar ayahnya cepat tidur. Mereka berpisah didepan pintu.
Hana dan Daffa segera membersihkan badan. Rasanya lelah sekali. Setelah itu mereka merebahkan diri di ranjang. Tiba-tiba ponsel Hana berbunyi. Panggilan dari Bilal. iya menjawab dengan mengeraskan suara agar Daffa mendengar.
"Iya mas, ada apa? " Tanya Bilal dari panggilan telepon.
"Turunlah, kita makan. Mbak Rani sudah menyiapkan makan malam untuk kita" Ucap Bilal.
"Iya mas, kita segera turun" Jawab Hana. Panggilan pun dimatikan.
__ADS_1
"Ayo mas, makan dulu" Ajak Hana kepada Daffa. Daffa pun menuruti keinginan istrinya. Tak enak dengan Bilal dan Rani yang menunggu di bawah.
"Mas sampai lupa kalau belum makan" Ucap Daffa sambil berjalan menuruni tangga.
"Sibuk terus sih, makanya lupa" Jawab Hana.
"Tapi sama istri mas yang cantiknya ngga terhitung ini ngga pernah lupa" Ucap Daffa merayu Hana. Hingga mereka telah sampai di meja makan.
"Ayo, keburu dingin" Ucap Rani.
"Yusuf sudah tidur mbak? " Tanya Hana sambil duduk lalu menuangkan nasi ke piring Daffa. "Makasih sayang" Ucap Daffa.
"Sudah tadi sebelum kalian datang 10menitan lah" Jawab Rani.
"Tadi ayah aku tinggal sendirian. Mau aku pindahin ke ranjang ngga bisa kalau sendiri. Makanya tadi mbak telpon mas Bilal biar cepat pulang" Ucap Rani.
"Iya mbak, kita paham. Lagian badan mbak sama kecilnya kaya Hana, mana kuat angkat ayah sendirian" Jawab Hana sambil menyendokkan nasi ke mulutnya.
"Tadi sebelum mahgrib nanyain kalian. Mbak jawab belum pulang, terus ayah minta masuk ke kamar. Sekitar jam 10an Yusuf rewel minta tidur" Rani menceritakan.
"Makasih ya mbak, sudah jagain ayah dengan baik" Ucap Hana.
"Ayah juga ayahku Han. Ngga ada bedanya" Jawab Rani. Semua tersenyum mendengar jawaban Rani. Bilal merasa bangga dengan sikap Rani yang penuh perhatian.
Setelah selesai makan. Mereka masuk ke kamar masing-masing.
__ADS_1
"Oh iya Daf, yang kamu bilang dimobil tadi, besok saja ya. Ini sudah malam" Ucap Bilal.
"Iya mas, kita semua butuh istirahat. Kita lihat ayah dulu ya, sudah tidur atau belum" Ajak Daffa. Akhirnya mereka berempat melihat ayah. Setelah dipastikan ayah sudah tidur mereka kembali menutup pintu kamar ayah dan menuju ke kamar.