
Di dalam kamar, Hana segera menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka. Karena sudah menjadi kebiasaan Hana sebelum tidur pasti mencuci muka dulu. Sedangkan Daffa menunggu di atas kamar. 5 menit kemudian Hana keluar kaamr mandi dan segera bertanya kepada Daffa.
"Mas sudah sholat isya'? " Tanya Hana.
"Belum, ini masih mau wudhu, nunggu kamu tadi" Jawab Daffa. "Mas wudhu dulu ya, kamu tunggu. Kita sholat berjamaah" Tutur Daffa lagi. Hana mempersiapkan 2 sajadah untuk dirinya dan untuk suaminya. Mengambilkan sarung dn kopyah untuk dipakai Daffa juga. Setelahnya iya mengenakan mukena dan menunggu diatas sajadah. Tak lama menunggu, Daffa keluar dari kamar mandi. Iya segera menuju ke arah Hana.
"Ini mas, sarung sama kopyahnya" Ucap Hana sambil menyerahkan lipatan sarung dan kopyah kepada Daffa. Mereka lalu melaksanakan sholat isya berjamaah. Begitu selesai, Hana mencium punggung tangan Daffa. Dan mereka berdo'a dengan khusyuk. Begitu selesai Hana merapikan semuanya.
Mereka bersiap untuk tidur. Hana merangkak ke atas ranjang sebelah kiri, dan Daffa di sebelah kanan. Tiba-tiba Daffa bersuara.
" Sayang, emm.. Boleh nggak mas minta sesuatu? " Tanya Daffa sambil memeluk Hana dari belakang. Hana yang mendengar pun merinding dibuatnya. Iya merasakan gelenyar aneh didalam dirinya. Iya menjawab tanpa membalikkan badan
"Emm. Mas Daffa mau minta apa? "Tanya Hana ragu-ragu. Suaranya seperti tercekat ditenggorokan. Daffa pun menarik tubuh Hana untuk menatap dirinya.
"Mas mau minta hak mas. Malam ini saat ini juga. Mas ingin memilikimu seutuhnya sayang" Ucap Daffa pelan sambil mengusap wajah Hana. Hana yang mendengar penuturan Daffa menjadi salah tingkah.
"Emmm.. Iy Iya mas, silahkan ambil hak mas. Insya Allah, Hana sudah siap. Hana mohon maaf karena selalu menunda-nunda" Jawab Hana. Seketika tersirat senyuman dibibir Daffa. Lalu iya pun memulai semuanya dengan sangat hati-hati. Takut menyakiti Hana.
Sebelum subuh Hana dan Daffa sudah terbangun. mereka segera membersihkan diri.
"Sayang, terimakasih untuk semuanya, sekarang kamu milik mas seutuhnya" Ucap Daffa sambil mengelus pucuk kepala Hana lalu menciumnya.
"Iya mas, sama-sama. Maafkan Hana karena Hana menundanya hingga saat ini" Ucap Hana pelan.
"Mas sangat bahagia, terimakasih sudah mau menjadi bagian dari hidup mas" Ucap Daffa. "Ayo bersihkan diri dulu" Ucap Daffa lagi.
"Ya ayo mas" Hana menjawab sambil duduk dengan selimut tetap menutupi tubuhnya.
Begitu selesai, mereka segera melaksanakan sholat subuh berjamaah. Lalu turun.
Pagi-pagi sekali Nadia bangun. Iya segera bersiap-siap untuk berangkat ke kampus. Setelah turun tangga, iya berjalan mondar-mandir. Seorang pelayan yang melihat pun menghampirinya.
"Maaf nona, ada yang bisa saya bantu? " Tanya pelayan tersebut.
"Emm.. Ini bu, saya mau pamit untuk berangkat ke kampus. Tapi saya belum melihat tuan Daffa dan nona Hana" Ucap Nadia.
"Nona tunggu saja dulu ya, biasanya setelah sholat subuh, tuan dan nona muda akan turun" Tutur pelayan itu lagi.
__ADS_1
"Oh iya, saya akan menunggu" Ucap Nadia Namun saat mereka belum selesai berbicara. Terdengar langkah kaki menuruni tangga. Nadia menoleh, ternyata Daffa dan Hana yang datang. Nadia dan pelayan tersebut segera menunduk tanda menghormati mereka.
"Selamat pagi tuan nona" Ucap pelayan tersebut.
"Pagi mbak, pagi Nadia" Jawab Hana sambil tersenyum.
"Nad, kamu sudah mau berangkat? " Tanya Hana kembali.
"Iya non, biar tidak kena macet" jawab Nadia.
"Ya sudah. Kita sarapan dulu ya" Ucap Hana.
"Emm.. Saya tidak usah sarapan nona. Saya buru-buru soalnya jam 7 mata kuliah sudah dimulai" Ucap Nadia menolak dengan halus.
"Oh begitu, ya sudah. Hati-hati ya" Jawab Hana.
"Iya terimakasih, saya permisi dulu" Ucap Nadia sambil undur diri.
"Iya" Jawab Hana dan Daffa. Nadia segera keluar untuk berangkat ke kampus. Namun saat akan keluar pintu, iya menabrak seorang laki-laki yang tak dikenalnya. Pandangan mereka bertemu beberapa saat. Hingga sebuah suara bariton menyadarkan Nadia.
"Hmmm... Maaf, saya tidak sengaja" Ucap Lelaki tersebut dan dijawab oleh Nadia.
"Tidak apa-apa. Bukan masalah besar. Lalu suara Daffa mengagetkan mereka berdua.
"Loh, Fariz, kamu kok sudah ada disini? " Tanya Daffa yang berjalan ke arah mereka. Fariz pun terlihat gugup dan entah mengapa dia menjawab asal.
"Emmm, anu Daffa, karena ini weekend, aku... Aku pengen jalan-jalan di Indonesia" Ucap Fariz.
"Maksud aku, kamu kapan kembalinya dari Singapore. Bahkan baru 1 minggu kamu disana" Ucap Daffa. Fariz pun hanya terdiam. Dalam hati iya merutuki kebodohan dirinya sendiri.
"Bodoh sekali sih aku" Batin Fariz.
"Eemm... Anu Daffa. Semalam aku berangkat. Karena aku ingin berlibur di sini.
"Kamu tidak sibuk? " Sontk pertanyaan Daffa membuat Fariz meringis.
"Hehe, ya sibuk. Tapi kan kita butuh refresing" Jawab Fatiz mencoba santai dan menetralkan perasaannya. Daffa menatap Fariz penuh tanda tanya.
__ADS_1
"Ya sudah, kamu masuk dulu. Pasti capek kan? " Ucap Daffa. Membuat Fariz menghembuskan nafas lega karena Daffa tidak mengejar dirinya pertanyaan yang bisa memojokkan dirinya.
"Aku masih ingin mengambil barang di mobil" Ucap Fariz sambil berlalu keluar rumah lagi. saat melewati Nadia. Iya memandang sebentar, terus berlanjut menuju ke mobil.
"Emm.. Saya berangkat dulu tuan" Ucap Nadia. Dan dijawab oleh Hana dan Daffa bersamaan.
"Assalamualaikum" Lanjut Nadia.
"Wa'alaikumsalam wr wb" Jawab semua yang berada di sana. Nadia berjalan menuju ke sepeda motornya. Disamping motornya ada mobil Fariz dengan pintu terbuka.
"Permisi tuan, maaf saya akan mengambil motor" Ucap Nadia sopan kepada Fariz.
"Ehh, iya silahkan" Jawab Fariz terbata. Namun saat akan menyalakan mesin motornya, Tak kunjung menyala. Fariz hanya memperhatikan dari dalam mobil. Iya tersenyum ringan namun tak terlihat. Fariz turun dari mobilnya dan berjalan ke dalam rumah. Niatnya mau bilang kau dia ingin jalan-jalan.
"Daffa, aku mau jalan-jalan dulu. Mau merefres fikiran. Biar lebih segar" Ucap Fariz sambil berjalan keluar lagi.
"Hemmm.. hati-hati kesasar" Jawab Daffa bercanda. Namun Hana juga terlihat berjalan keluar. Daffa bertanya kenapa juga keluar.
"Sayang, mau kemana? " Tanya Daffa.
"Itu mas, sepertinya Nadia kesulitan menyalakan mesin motornya. Kita lihat ya" Jawab Hana. Akhirnya Hana dan Daffa pun juga keluar. Sesampainya di luar, ternyata Fariz sedang membantu Nadia.
"Nad, kenapa motornya? " Tanya Hana.
"Ini non, ngga tahu kenapa tiba-tiba mesinnya ngga bisa di hidupkan. Padahal semalam baik-baik saja" Jawab Nadia dengan wajah yang terlihat panik.
"Fatiz, kamu mau jalan-jalan kan? " Tanya Daffa.
"Iya, tapi tadi saat disini aku lihat dia kesulitan, makanya aku bantuin dia" Jawab Fariz.
"Nad, kamu numpang mobil Fariz saja, dia mau jalan-jalan! " Ucap Daffa.
"Tapi tuan..." Belum sempat ucapan Nadia selesai, sudah dipotong oleh Hana.
"Ngga apa-apa Nadia, kamu bareng Fariz saja, motor kamu biar disini" Ucap Hana. Dengan terpaksa, Nadia mengikuti Fariz karena ini sudah semakin siang, iya takut terlambat.
Di dalam hati, Fariz bersorak riang. Iya segera mengajak Nadia masuk kedalam mobilnya.
__ADS_1
"Terimakasih Tuan" Tutur Nadia pelan. Lalu iya masuk dan duduk disamping kursi kemudi.
TBC.