KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Menuju Bandung


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang. Daffa masih mendengar suara drama Korea dari ponsel Hana.


"Sayang, itu ponsel kamu masih nyala. Matikan dulu! " Ucap Daffa sambil menyetir. Hana pun hanya cengengesan dan mengambil ponselnya dari dalam tas.


"Maaf" Ucap Hana lirih sambil mematikan video yang terputar.


"Kamu capek atau ngantuk tadi, kok bisa sampai ketiduran di meja? "Tanya Daffa kembali setelah Hana sudah mematikan video di ponselnya.


"Ngantuk saja mas. Ngga tahu kenapa tiba-tiba ketiduran" Jawab Hana.


"Lain kali kalau nonton jangan diluar ya. Masuk aja! " Tutur Daffa kembali. "Di dalam itu ada kamar. Dibelakang rak buku. Emang sengaja didesain seperti itu supaya tidak ada yang tahu jika ada ruangan lain disana. Jangan ulangi lagi tidur di meja kerja, kalau yang datang orang lain bagaimana? " Tanya Daffa.


"Iya mas, maaf" Ucap Hana lirih.


"Ya sudah ngga apa, nanti sore kita berangkat ke Bandung, kamu ngga apa-apa kan ikut mas ke sana? " Tanya Daffa kembali.


"Ngga mas, aku juga sudah lama sekali ngga ke Bandung" Jawab Hana. Setelah itu Daffa kembali fokus pada kemudinya. Tak lama setelah itu mereka sampai dirumah.


Berjalan memasuki rumah, Hana dan Daffa mengucapkan salam.


"Assalamualaikum" Ucap Daffa.


"Wa'alaikumsalam" Jawab keluarga Daffa, mereka terlihat sedang berkumpul.


"Lagi ngumpul nih" Daffa menyapa.


"Iya Daffa, ini tante April mau berangkat" Jawab bu Sarah.


"Tante, maaf ya, Daffa tidak bisa mengantar ke bandara. Ada pekerjaan penting di Bandung, dan harus berangkat sore ini" Ucap Daffa meminta maaf kepada tantenya.


"Tak apa Daffa, pekerjaan kamu lebih penting" Jawab tante April mengerti. " Ini tante sama om juga sudah mau berangkat" Berdiri mendekati Hana. "Hana, ini ada hadiah pernikahan dari tante buat kamu, semoga kamu suka ya" Ucap tante April sambil menyerahkan sebuah kotak.


"Terimakasih tante" Ucap Hana tersenyum. Lalu tante April memeluk Hana.

__ADS_1


"Nanti pas resepsi kamu, tante insya Allah pulang lagi sayang. Kamu baik-baik ya, tante titip Amanda untuk sementara dia disini" Ucap tante April lagi. Hana hanya menjawab dengan senyuman.


"Tante Hati-hati ya" Pesan Hana. Dan keluarga tante April pun berangkat diantar bu Sarah dan tuan Aji. Amanda pun ikut mengantarkan sampai bandara. Mereka ke bandara diantarkan oleh pak Andi, salah satu sopir keluarga Utama.


Lain halnya dengan Daffa. Iya berjalan menuju ke kamar untuk bersiap-siap. Setelah sebelumnya iya menemui Haidar dikamarnya. Haidar terlihat baru saja selesai mandi.


"Haidar" Panggil Daffa.


"Iya pa" Haidar menjawab dan mendekat ke arah Daffa.


"Papa masih ada urusan pekerjaan ke Bandung untuk beberapa hari. Untuk pendidikan kamu nanti akan papa urus setelah menyelesaikan pekerjaan ini" Ucap Daffa memberitahu Haidar.


"Iya pa, terimakasih untuk semuanya" Haidar bahagia.


"Ya sudah, papa mau siap-siap dulu. Kamu nanti jangan lupa makan malam sama kakek ya" Pesan Daffa.


"Iya pa, terimakasih sekali lagi" Haidar kembali mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Daffa. Dan dibalas anggukan oleh Daffa. Setelahnya Daffa keluar menuju kamarnya.


"Siapa sayang? " Tanya Daffa.


"Mas Bilal. Dia ada dirumah ayah sama ibu. Nanti kita jadi mampir kan mas? " Tanya Hana.


"Iya sayang, kan kita harus izin ke ayah sama ibu" Sahut Daffa.


"Ya sudah, mandi duluan ya, aku mau menghubungi Rey dulu! " Perintah Daffa.Daffa pun menghubungi Rey jika dia akan berangkat.


Beberapa menit berlalu, terdengar pintu kamar mandi terbuka. Menampilkan Hana yang sudah memakai bajunya. Iya mendekati Daffa.


"Sudah mas" Kata Hana sambil tersenyum.


"Iya, mas mandi dulu ya" Jawab Daffa sambil berlalu ke kamar mandi. Sedangkan Hana menuju ke meja rias. Memoleskan make up tipis dan memakai lipstik. Lanjut mengenakan hijabnya. Iya memakai baju yang sudah dibelikan oleh Daffa dari butik langganan keluarganya. Hana tersenyum memandang pantulan dirinya di dalam cermin. Bajunya sangat indah. Memandang dirinya sambil memiringkan badan dan berputar. Tiba-tiba iya teringat dengan hadiah dari tantenya Daffa. Tante April.


Hana bergegas menuju ke meja dan meraih kotak tersebut. Membuka bungkus kotak tersebut dengan perlahan. Dan saat mengeluarkan isinya, Hana membulatkan mata dan bibirnya. Iya begitu kagum dengan hadiah pemberian tante April. Sebuah kalung emas dengan liontin yang sangat indah. Saat sedang terkejut, Daffa keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit di pinggangnya.

__ADS_1


"Sayang, ada apa? " Tanya Daffa saat melihat Hana seperti kebingungan.


"Ini mas, ini hadiah dari tante April. Apa ngga berlebihan mas, itu kayanya mahal banget deh" Kata Hana sambil menyerahkan kalung tersebut.


"Hmm, iya sayang. Jangan khawatir, tante April ngga akan miskin hanya dengan memberikan hadiah itu untuk kamu" Tutur Daffa sambil melepas ikatan handuknya. Hana yang melihat pun segera menolehkan wajahnya. Iya merasa malu sendiri. Sedangkan Daffa yang tahu pun hanya tersenyum.


Mereka sudah selesai bersiap-siap. Sekarang Daffa dan Hana akan berangkat menuju ke rumah ayah dan ibu Hana untuk berpamitan. Hana mengambil sebuah tas kecil lalu membawanya. Dengan di antar oleh serong sopir mereka berjalan ke arah rumah Hana. Namun ditengah jalan belum jauh dari rumah Daffa, tiba-tiba Hana meminta berhenti.


"Mas, maaf. Apa kita bisa kembali ke rumah dulu, ponsel ku ketinggalan" Ucap Hana sambil terus mencari ponselnya di tas. Namun tak ada juga.


"Mumpung belum jauh, ayo pak kita kembali" Ucap Daffa sambil fokus ke ponselnya. Lalu menelpon seseorang di rumah.


"Halo bi ina, tolong ambilkan ponsel Hana dikamar. Lalu serahkan ke satpam ya, bilang sama satpam biar ngga kemana-mana" Ucap Daffa di sambungan telepon. Setelah berucap iya langsung mematikan teleponnya. Dan mereka kembali.


Begitu sampai didepan gerbang, seorang satpam segera keluar setelah mendengar bunyi klakson. Menyerahkan ponsel Hana.


"Terimakasih pak" Ucap Hana sambil tersenyum. Dan mereka melanjutkan perjalanan kembali.


Di mobil, Daffa sangat penasaran dengan ponsel Hana. Iya pun bertanya.


"Sayang, ada apa dengan ponselmu" Tanya Daffa.


"Ngga ada apa-apa mas, kalau ponselnya ketinggalan, nanti kalau mas sedang sibuk, otomatis aku bakal ditinggal.Kalau ngga ada temannya aku gampang jenuh" Sahut Hana sambil tersenyum ke arah Daffa.


"Oh seperti itu. Kamu punya tablet ya, kemarin mas kaya lihat? " Ucap Daffa lagi.


"Hehe, iya mas, ini hadiah waktu aku mengikuti lomba di London pas semerter 3. Aku mendapat juara 2 dan hadianya ini sama uang" Jawab Hana.


"Kamu memang yang terbaik sayang" Ucap Daffa sambil mendekatkan diri ke Hana, hingga kini tak ada jarak diantara mereka. Saat melewati minimarket, Hana meminta berhenti untuk membeli sesuatu.


Beberapa saat lanjut dalam perjalanan, mereka telah sampai di rumah ayah dan ibu. Mereka pun turun untuk berpamitan.


TBC

__ADS_1


__ADS_2