
Setibanya di masjid. Daffa tak segera turun. Iya malah bertanya kepada Hana.
"Sayang, apa ledakan bomnya akan sampai disini? " Tanya Daffa khawatir.
"Insya Allah tidak akan mas. Tapi jika di gereja itu ada banyak orang, kemungkinan akan jatuh banyak korban" Jawab Hana.
"Apa yang akan bisa kita lakukan? " Tanya Daffa.
"Berdo'a, selain itu tidak bisa mas. Tahu sendiri kan, kalau kita berbicara, pasti tak akan ada percaya, nanti kita malah disangka yang bukan-bukan" Jawab Hana
Tiba-tiba 'duuuuum duuuum duuuuum' Ada beberapa kali ledakan dahsyat. Daffa tak percaya dengan apa yang disaksikan hari ini. Istrinya yang terlihat sangat pendiam begitu mengerti dengan sebuah keadaan. Karena kecanggihan tekhnologi.
"Sayang, tablet kamu benar-benar luar biasa" Tutur Daffa.
"Hanya tablet gratisan mas" Jawab Hana malu karena Daffa terlalu memuji.
"Sama saja, kamu adalah yang terbaik untuk mas" Ucap Daffa. Dan Hana hanya tersenyum.
Setelah ledakan bom di gereja selesai. Hana memeriksa tabletnya, Iya memastikan benar-benar sudah tak ada bom yang masih aktif. Dan benar dugaannya. Bom sudah meledak semua. Hana memeriksa ponselnya. Ada banyak berita mengenai ledakan bom tersebut. Hanya kurang dari sepuluh menit.
"Benar-benar mereka itu. Kalau mau jihad kenapa tidak ke Palestina sana sih? " gumam Hana.
"Kenapa sayang, kok ngedumel? " Tanya Daffa yang melihat istrinya sedikit kaku.
"Ini ni mas, biasa si pencari 70 bidadari syurga. Sok-sok an jihad di Indonesia. Disuruh berangkat ke Palestina paling-paling takut" Ucap Hana.
"Itu keyakinan mereka sayang, biarkan saja! " Daffa menasehati.
"Tapi tak harus memerangi saudara setanah air sendiri kan mas? " Tanya Hana balik.
"Ya seharusnya seperti itu. Tapi karena doktrin sejak kecil atau sejak awal mula belajar agama seperti itu, mau bagaimana lagi. Lagian sudah sulit untuk meluruskan para pejihad-pejihad seperti mereka, yang rela mati hanya demi 70 bidadari" Daffa malah ceramah.
"Iya kalau benar dapat 70 bidadari. Kalau dapatnya 70 malaikat bagaimana? " Tanya Hana sambil tersenyum. Daffa pun mencubit pelan pinggang istrinya.
"Sudah jangan dibahas ya, Itu urusan mereka sayang. Dan urusan kamu cuma aku, ngga boleh ngurusin yang lain! " Ucap Daffa.
__ADS_1
"Hehe, iya deh" Sahut Hana sambil mengambil tabletnya. Pak Agus tersenyum melihat tuan dan nona mudanya.
Hana menguap, iya merasa sangat mengantuk. Daffa yang tahu akan hal itu segera menarik Hana untuk menyandarkan kepala di pundaknya.
"Sini kalau mau tidur! " Ucap Daffa. Hana hanya menurut dan akhirnya iya tertidur.
Hana mengerjabkan matanya perlahan. Iya membuka mata dan menguceknya dengan pelan. Saat membuka mata, iya nampak bingung dengan sekelingnya yang berjalan. Begitu tersadar, iya ingat bahwa inga masih berada di dalam mobil.
"Sudah bangun sayang? " Tanya Daffa.
"Iya mas, maaf Hana tidurnya lama sekali ya" Jawab Hana.
"Kamu pasti capek, ini minum! " Ucap Daffa sambil menyodorkan satu botol minuman. Hana menerima botol tersebut lalu meneguknya.
"Sudah sampai mana mas? " Tanya Hana.
"Sudah hampir sampai di kantor cabang sayang" Jawab Daffa pelan. Dan mobil sudah memasuki sebuah gedung.
"Kita sudah sampai, ayo turun" Ucap Daffa sambil membuka pintu samping. Hana pun mengikutinya. Iya membuka pintu disampingnya dan berjalan keluar menyusul Daffa.
mereka memasuki lift, setelah sampai diruang yang dituju, mereka segera memeriksa. Rey yang tahu kedatangan tuannya hanya bisa diam. Dia sudah bekerja keras sejak tadi. Hanya membuahkan hasil sedikit.
"Sayang, kamu paham ini maksudnya bagaimana? " Tanya Daffa.
"Coba Hana lihat mas" Hana maju dan melihat ke layar monitor.
"Boleh Hana lakukan sesuatu? " Tanya Hana meminta izin.
"Lakukanlah apa yang kamu bisa sayang, aku akan mengecek yang lain" Ucap Daffa sambil berlalu menuju monitor yang lain.
Tak lama Hana mengotak-atik, kini iya paham. Mengapa system ini di lockdown. Iya lalu mengetikkan sesuatu, kode-kode yang hanya diketahui oleh para peretas kelas atas. Iya menggunakan cara yang telah diajarkan oleh sahabatnya selama di London. Menerapkan system mencari jejak dari semua yang berurusan dengan system di kantor cabang Daffa. Iya menemukan sesuatu dan segera mengeksekusinya.
'Beeeeep beeeeep beeeeeep tring' System yang dipegang oleh Hana telah terselamatkan. Semua staf IT yang berada disana membelalakkan mata, seakan tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Dan seluruh PC beroperasi dengan normal. Hanya butuh waktu sekitar 1 jam kurang untuk Hana membuka lockdown. Daffa berlari ke arah Hana.
"Sayang, apa yang kamu lakukan? " Tanya Daffa seolah tak percaya. Hana hanya menoleh dan tersenyum ke arah Daffa.
__ADS_1
"Selesai mas, tapi kita harus tetap meneruskan penyelidikan terhadap system ini. Dan memasang beberapa fitur sebagai tambahan keamanan system diperusahaan ini" Ucap Hana sambil sibuk dengan sebuah PC.
"Kamu lakukan yang terbaik sayang" Ucap Daffa.
"Baiklah, kalian semua segera bekerja, jangan hanya melihat" Ucap Daffa kepada seluruh staff IT.
Hampir sejam Hana berkutat dengan layar monitor. Iya menemukan sebuah jejak si peretas system tersebut. Dengan cepat Hana menyelidikinya. Daffa dan Rey hanya berdiri di belakang Hana yang sedang sibuk. Mereka memperhatikan Hana dengan baik.
"Ah, ketemu juga akhirnya" Ucap Hana.
"Apa yang ketemu? " Daffa mendekat ke arah Hana. Iya penasaran.
"Aku kan membuat peretas ini tak berkutik, mas tunggu saja dulu! " Jawab Hana.
'Klik klik klik seeeeeerrrrt, proses loading' (Anggap saja bunyi apa gitu hehe) .
Loading selesai, dan Hana berhasil membekukan akun si peretas, iya juga mengirimkan balik virus-virus yang bisa merusak komponen penting sebuah PC.
"Akhirnya selesai juga" Gumam Hana. Daffa yang mendengar pun hanya melongo. Iya tak paham dengan semua yang diketik oleh Hana. Namun berbeda dengan Rey. Iya adalah seorang hacker juga, mustahil bagi Rey tidak mengetahui kode-kode yang diketik Hana. Namun Rey bukanlah seorang peretas yang semahir Hana.
"Luar biasa sekali nona Hana" Ucap Rey.
"Kalian paham semua, sedangkan aku hanya memahami sedikit saja" Ucap Daffa.
"Sudah selesai, Nanti aku pasangkan beberapa fitur pelengkap sebagai keamanan, jika ada yang akan meretas, system ini secara otomatis akan mengirimkan serangan balik berupa virus yang akan merusak komponen hardware maupun software" Ucap Hana. Rey dan Daffa hanya melongo.
"Nona, apa itu tadi benar-benar anda? " Tanya Rey yang kagum seakan tak percaya dengan kemampuan Hana yang diatas rata-rata.
"Pak Rey ini, sudah lah ayo kita bekerja! " Sahut Hana. Dan mereka pun kembali pada pekerjaan masing-masing. System di kantor cabang sudah kembali normal. Daffa terlihat lega.
"Terimakasih sayang, aku ngga tahu kalau kamu ngga ada. Kamu sudah menyelamatkan perusahaan ini. Dan banyak pekerja pula yang diselamatkan dari PHK karena perusahaan ini tidak jadi bangkrut" Ucap Daffa terharu sekaligus bangga.
"Ayo kita makan siang, aku lapar! " Ajak Daffa. Dan akhirnya Daffa, Hana dan Rey berjalan keluar untuk mengisi perutnya yang kosong.
TBC
__ADS_1