KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Extra Part 15. Merencanakan


__ADS_3

"Sebenarnya tuan. Kami adalah sekelompok mafia jalanan. Kami yang menguasai jalanan dan banyak orang takut kepada kami.Saat itu kami sedang mencoba merampok mobil yang digunakan oleh nona Alisa. Karena dia menyetir mobil sendiri ditengah malam, dan saat itu keadaan sedang sepi.Saat itu nona Alisa ketakutan. Dia memohon kepada kami untuk tidak menyentuhnya, dan dia berjanji akan memberikan uang untuk kami asalkan dia dibiarkan selamat. Dia memberikan satu kartu atm kepada kami beserta pinya. Saya menyuruh salah satu dari mereka untuk mengeceknya. Ternyata benar. Atm itu bisa menghasilkan uang untuk kami. Dan kami membiarkan dia pergi. Namun dia kembali lagi dan menawarkan pekerjaan ini. Dengan senang hati kami menerima"


"Besok siangnya, nona Alisa menghubungi kami dan mengajak ketemuan. Begitu kami ketemu, nona Alisa bersama dengan dua orang, yaitu nona Bela dan tuan Yuda. Mereka memberitahu kami pekerjaan apa yang harus kami lakukan. Kami merasa sanggup. Mereka berkata, jika kami harus membereskan kalian. Mereka langsung membayar kami lunas. Karena mereka tak ingin pekerjaan kita mempengaruhi mereka kedepannya"


"Awalnya kami ingin menjebak tuan Daffa dan keluarga dengan modus seseorang yang pingsan di tengah jalan waktu malam-malam itu. Tapi kita gagal karena kecerdasan tuan Daffa. Polisi datang dan menggagalkan semuanya"


"Kedua kami selalu memata-matai keluarga tuan Daffa. Di kantor, dirumah, dan bahkan disekolah anak-anak tuan. Dirumah kakeknya saat mereka berlatih karate. Semua tak lepas dari pantauan kami. Namun kami tak dapat menjangkau kalian karena pengawalan tak bisa ditembus sedikitpun"


"Karena selalu gagal, mereka sudah tak sabar untuk melihat tuan sekeluarga celaka. Mereka menyuruh kita untuk menghadang mobil tuan. Malam itu nona Bela menelpon kami untuk bersiap-siap. Kami pun berangkat dan menyerang kalian. Kami menembak ban mobil supaya kalian tidak dapat lari. Dan yang pertama kami lakukan adalah menyingkirkan pengawal tuan. Begitu mereka sibuk dengan keadaan mobilnya, dengan cepat kami mendatangi tuan" Cerita seseorang dari mereka dengan panjang lebar. Daffa hanya mendengarkan saja. Hatinya membeku mengingat betapa bodohnya dia dulu pernah menyukai seorang wanita tak berperasaan seperti Alisa. Daffa melangkah keluar dari ruangan itu.


Daffa begitu emosi mendengar apa yang dikatakan oleh kelima orang tersebut. Hatinya merasakan kekhawatiran karena memikirkan keluarganya. Iya berjanji akan melindungi keluarganya sebisa dia. Namun disisi lain, iya yakin bahwa Tuhan akan selalu ada untuknya, melindunginya dan menunjukkan jalan mana yang harus ditempuh.


"Apa yang harus kita lakukan? " Tanya Rey.


"Aku masih memikirkan cara membuat mereka jera dan tidak akan mengulangi kejahatanya lagi" Daffa berkata sambil berfikir.

__ADS_1


"Mereka tidak akan pernah berhenti untuk membalaskan rasa sakit mereka tuan. Takutnya itu akan mendarah daging. Dan akan menjadi dendam ke turunan mereka" Rey berkata.


"Kamu benar Rey, kita harus memikirkan cara bagaimana mereka benar-benar jera. penjara pun bahkan tak akan mampu membuat mereka menyadari kesalahannya" Daffa berkata pelan. Tiba-tiba ponsel Rey berbunyi. Dilihatnya nama Amanda dilayar.


"Sebentar, Amanda menghubungi" Rey sedikit menjauh dari Daffa dn mengangkat panggilan dari istrinya.


"Iya sayang, ada apa? " Tanya Rey.


"Nanti pulang tolong belikan buah ya. Aku pengen makan buah" Ucap Amanda dari seberang telepon.


"Mau apa? " Rey bertanya balik.


"Iya, nanti aku beliin" Ucap Rey.


"Oke, makasih sayangku" Suara Amanda terdengar sangat bahagia. Dan panggilan berakhir. Rey kembali mendekat kepada Daffa.

__ADS_1


"Pengen sesuatu lagi dia? " Tanya Daffa.


"Iya" Jawab Rey singkat.


"Sabar, anakmu memang pintar, hahahaha" Ucap Daffa sambil tertawa. Rey hanya bisa menggelengkan kepala dengan kelakuan Daffa yang sekarang menjadi sepupunya itu. 4 tahun Rey menikah dengan Amanda. Dan baru dipercaya sama Tuhan untuk diberi amanah. Makanya iya berusaha keras untuk menuruti setiap keinginan Amanda.


"Oh iya Rey, aku punya rencana untuk membuat mereka jera" Ucap Daffa tiba-tiba.


"Apa? " Tanya Rey. Daffa pun mendekat diri ke Rey dan membisikkan sesuatu.


"Jadi maksudmu kita bisa menggunakan mereka? " Tanya Rey. Daffa mengangguk.


"Ide bagus. Dan itu akan mengajarkan kepada mereka bahwa setiap kehidupan bersosial, kita tidak bisa mengedepankan Ego sendiri" Jawab Rey.


"Kamu benar. Kehidupan itu harus seimbang Rey. Antara keinginan dan kebutuhan. Antara emosi dan ego yang jangan selalu dikedepankan. Rendah Hati dan juga toleransi. Ke sesama saling memaafkan dan saling menerima" Sambung Daffa.

__ADS_1


"Kalau semua orang berfikir sama seperti kamu, mungkin dunia ini akan kesusahan Daf" Ucap Rey.


"Hahaha, ya jadi harus seperti yang aku katakan tadi. Seimbang. Karena Tuhan menciptakan semuanya pun juga seimbang" Daffa menjawab. Iya merasa menemukan sebuah jawaban atas pemikirannya.


__ADS_2