KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Satya Haidar Utama


__ADS_3

Saat berada di mobil, Hana memberanikan diri untuk bertanya kepada Daffa. Iya sangat penasaran tentang wanita itu yang ekspresinya berubah drastis ketika Daffa mengenalkan dirinya sebagai istri.


"Mas, boleh tanyakah? " Ucap Hana pelan. Daffa yang mendengarpun menoleh kearah Hana.


"Mau tanya apa sayang, tanya saja" Balas Daffa.


"Mmm.. Anu, perempuan tadi siapa? " Tanya Hana ragu-ragu. Daffa yang mengerti pun tersenyum sembari menjawab.


"Itu Sela sayang, pemilik butik itu. Dia itu sudah lama suka sama mas. Tapi mas ngga suka sama dia. Karena dihati mas cuma ada kamu"Jawab Daffa dengan senyum mautnya.


"Oh pantesan" Hana berguman begitu mendengar penuturan Daffa.


"Memangnya kenapa, apa dia mengatakan sesuatu ke kamu? " Tanya Daffa kembali.


"Ngga kok, tadi dia cuma nanya beneran nona ini istri tuan Daffa, lalu memberikan selamat. Itu saja" Jawab Hana. "Terus aku jawab iya" Sambung Hana.


"Biarkan saja sayang. Sebenarnya aku risih setiap ke butiknya. Dia terus dekat-dekat. Padal aku sudah jaga jarak. Tapi ya begitu, dia ngga pernah mau nyerah" Ucap Daffa menjelaskan. Dan Hana mengerti.


Tak terasa mobil sudah berbelok ke sebuah komplek perumahan. Menuju rumah utama Keluarga Daffa. Begitu sampai di depan gerbang, Daffa menekan klakson, dan dari dalam, seorang satpam membukakan pintu gerbang. "Terimakasih pak" Ucap Daffa membuat satpam tersebut membungkuk sedikit menghormati Daffa. Daffa memarkirkan mobilnya di halaman samping rumah. Dia turun diikuti oleh Hana dibelakangnya. Mengambil belanjaan di jok belakang dan membawanya masuk. Rumah terlihat sepi, mungkin pada sibuk. Hana dan Daffa berlalu ke kamar tamu untuk menemui Haidar. Sedangkan Hana meletakkan belanjaanya di kamar.


'Tok tok tok' Suara pintu diketuk dari luar. Sedangkan Haidar yang mendengar segera membuka dari dalam.


"Ini Haidar baju kamu" Ucap Daffa sambil menyerahkan bebarapa paper bag kepada Haidar.


"Terimakasih om" Balas Haidar sambil menerima paper bag tersebut.


"Kamu ganti baju kamu dulu. Om tunggu disini! " Daffa berucap sambil menunggu di sofa kamar tamu. Tak lama duduk, Hana datang bergabung dengan Daffa. Sedangkan Haidar juga sudah selesai ganti baju.


Daffa yang menatap Haidar begitu kagum. Haidar memiliki wajah tampan diatas rata-rata. Ketampanannya semakin terlihat ketika memakai baju bagus.

__ADS_1


"Haidar, sini nak" Ucap Daffa melambaikan tangan sambil menepuk kursi kosong disebelahnya. Haidar yang merasa dipanggil segera mendekat ke arah Daffa.


"Terimakasih ya om, sudah membelikan Haidar baju. Haidar suka" Ucap Haidar yang terlihat sumringah.


"Sama-sama" Jawab Daffa sambil tersenyum.


"Ayo kita turun! " ajak Daffa untuk menemui keluarga besarnya. Begitu sampai dibawah, iya melihat keluarga besarnya sudah berkumpul di ruang keluarga. Daffa memulai dan didengarkan oleh seluruh anggota keluarga.


Karena Daffa merasakan jika Haidar butuh perlindungan untuk saat ini. Iya berencana akan mengangkat Haidar sebagai anaknya. Daffa membicarakan hal ini saat ini juga. Dan tentunya dengan persetujuan dari Hana dan keluarga besarnya.


"Haidar, om mau bicara sama kamu" Ucap Daffa memulai pembicaraan. Haidar pun hanya mengangguk sambil mendengarkan.


"Jadi begini, sebelumnya om mau tanya ke kamu. Apa kamu tidak ingin kembali ke om sama tante kamu? " Tanya Daffa.


"Tidak om, Haidar nggak mau sama om dan tante. Mereka jahat" Jawab Haidar menunduk.


Haidar yang pada dasarnya adalah anak yang cerdas. Iya memahami pembicaraan Daffa dengan mudah. Iya menyetujui usulan Daffa.


"Iya om, Haidar mau" Ucap Haidar sambil tersenyum senang.


"Jadi mulai sekarang kamu panggil kami dengan sebutan mama dan papa ya" Ucap Daffa menambahkan.


"Iya om, eh papa, mama" Haidar sangat senang karena memiliki orang tua kembali.


"Jadi nama kamu sekarang Satya Haidar Utama ya" Ucap Daffa.


"Iya, terimakasih pa, ma" Ucap Haidar kembali dan ma


"Kalau begitu, kita harus segera mengurus surat-surat Haidar" Ucap tuan Aji menyarankan.

__ADS_1


"Iya pa, untuk hal itu, mungkin saat ini Daffa dan Hana akan segera mengurusnya. Karena hari ini Daffa tidak berniat ke kantor. Daffa akan mengurus sekarang juga" Ucap Daffa bersemangat.


"Kenapa tidak menyuruh orang saja Fa, kan lbih mudah kamu ngga perlu repot-repot mengurusnya sendiri" Ucap mama Daffa.


"Sekalian jalan-jalan ma" Ucap Daffa kembali. Dan akhirnya setelah semua setuju dengan keputusan Daffa. Daffa pergi untuk mengurus semuanya.


Karena sudah 2 hari Fatiz Om, Tante, Daffa berada di Indonesia. Iya memutuskan untuk kembali ke Singapura.


"Oh iya kak, nanti malam aku dan mas Irwan bakal kembali ke Singapura" Ucap April kepada bu Sarah.


"Kenapa buru-buru sih Pril, disini dulu lah. Kita kan jarang ketemu" Jawab bu Sarah yang merasa sedih karena adiknya akan berangkat.


"Kami banyak kerjaan kak, jadi tidak bisa ditinggal lama-lama" Sahut Irwan menimpali.


"Iya om, tante. Ini saja dari semalam Johan sudah menelpon terus" Fariz ikut menyambung. Akhirnya Bu sarah dan tuan aji melepas kepergian Adik dan keluarganya untuk kembali ke Singapura.


"Ya sudah. Memang kalau masalah pekerjaan tidak bisa ditinggal. Hati-hati ya. Nanti waktu acara resepsi Daffa dan Hana kalian harus datang lagi! " Pinta bu Sarah.


"Karena ini masih siang, bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu? " Ucap Amanda yang sedari tadi sibuk memainkan ponselnya. Dan semua yang berada disana tertawa mendengar penuturan Amanda.


"Kamu itu, kalau shoping saja ingatnya nomor 1, giliran tadi ada pembahasan penting diam saja" Ucap Fariz sambil menyentil dahi Amanda. Amanda yang merasa kesakitan pun protes dengan aksi kakaknya.


"Kak Fariz ih, sakit tahu, kebiasaan banget. Ntar kalau lecet aja ngga mau tanggung jawab" Ucap Amanda sambil cemberut.


"Biasa aja lo Manda hhahaha" Kakak Manda malah menggoda.


"Udah ah, Manda mau tidur aja, ngantuk" Ucap Manda sambil berdiri dan berjalan ke kamar. Sontak hal tersebut membuat semua yang ada disana tertawa.


TBC

__ADS_1


__ADS_2