KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Menginap


__ADS_3

"Sebelumnya kita belum memperkenalkan satu sama lain" Ucap Pak Bahtiar.


"Smit, ini Kyai Mustofa, seorang kyai yang akan membimbingmu dalam bersyahadat" Sambung pak Bahtiar lagi. Smith tersenyum senang dapat mengenal Kyai Mustofa.


Smith menceritakan semua yang dia rasakan. Entah mengapa rasa kagumnya terhadap Islam semakin dalam ketika iya tiba di pesantren Kyai Mustofa. Rasanya sangat menenangkan memandang pemandangan seindah ini. Tak pernah iya merasakan kesejukan dihatinya seperti saat ini. Iya memandang penuh takjub ke arah pesantren. Santri putra dan santri putri yang sedang mendengarkan ceramah dari seorang putra Kyai Mustofa. Smith tambah tenang mendengarnya. Seulas senyum tercetak di bibirnya.


"Apa nak Smith sudah siap, jika sudah kita mulai Syahadatnya" Ucap Kyai Mustofa membuyarkan lamunan Smith.


" Saya sudah siap Kyai" Ucap Smith mantap.


"Baiklah, kita pindah kemasjid nanti setelah ceramah selesai" Jawab Kyai Mustofa.


Tak lama menunggu, Ceramah yang dibawakan oleh seorang anak Kyai Mustofa sudah selesai. Semua santri dilarang meninggalkan tempatnya terlebih dahulu. Kyai Mustofa memulai.


"Assalamualaikum wr wb. Seluruh santri putra dan putri. Mohon untuk menjadi saksi untuk saudara kita. Mr. Smith, yang akan menjadi saudara seiman seagama kita" Ucap Kyai Mustofa.


"Untuk Mr. Smith, bisa tirukan ucapan saya ya. Asyhaduala ila haa ilallah, wa asyhadu ana muhammaddarosulullah" Kyai Mustofa menuntun Smith mengucapkan 2 kalimat Syahadat.


"Asyhaduala ila haa ilallah, wa asyhadu ana muhammaddarosulullah" Jawab Smith dengan mantap. Semua orang mengucap syukur. Kyai Mustofa membacakan do'a.


"Nak Smith, sekarang anda telah menjadi seorang muslim. Semoga Allah selalu memberkahi anda. Hiduplah dengan baik dijalan Allah. Mulai detik ini, saat anda mengucapkan dua kalimat syahadat, engkau telah resmi menjadi seorang muslim. Dan kami semua adalah saudaramu" Ucap Kyai Mustofa menambahkan.


"Terimakasih Kyai. Tolong bimbing saya untuk terus mengenal agama islam" Ucap Smith dengan suara sedikit terisak, matanya sembab meneteskan air mata. Iya bahagia karena akhirnya bisa percaya dengan adanya Tuhan.


"Insya Allah. Mari kita sama-sama belajar" Jawab kyai Mustofa. Iya menyalami Smith sebagai ucapan selamat datang di Islam. Sekarang semua umat muslim adalah saudaramu. Otomatis, seluruh jama'ah berdiri dan menyalami Smith. Smith semakin terharu dengan keadaan seperti ini. Iya tak menyangka, ternyata umat muslim sangat menghargai yang lain. Begitu acara selesai, Smith dan yang lain kembali ke ndalem Kyai Mustofa. Jamaah santri putra dan putri membubarkan diri. Mereka kembali ke asrama.


Begitu sampai di ndalem Kyi Mustofa. Mereka menuju ruang tamu.


"Dan sekarang bagaimana keputusan nak Smith, mau belajar agama dimana? " Tanya Kyai Mustofa.


"Sesuai dengan rencana awal Kyai, saya ingin belajar disini, dan belajar kepada Kyai. Yang sudah jelas. Saya tidak mau salah melangkah Kyai" Jawab Smith.

__ADS_1


"Baiklah, mulai saat ini juga, nak Smith saya terima menjadi santri saya" Ucap Kyai Mustofa.


"Terimakasih Kyai, saya akan bersungguh-sungguh dalam belajar" Jawab Smith.


Setelah semuanya selesai, Keluarga pak Bahtiar pamit undur diri. Untuk sementara, malam ini Smith menginap di rumah tamu pesantren. Karena belum ada kamar untuk dia.


"Jika begitu, kami pamit undur diri Kyai, kami mohon maaf karena merepotkan Kyai. Dan sekali lagi terimakasih" Ucap Pak Bahtiar.


"Sama-sama pak Bahtiar, sudah kewajiban kita untuk saling membantu. Jadi jangan sungkan" Ucap Kyai Mustofa.


Terimakasih Kyai, kami pamit undur diri dulu" Berdiri sambil sungkem kepada Kyai dan bu nyai. Mereka pamit dan pulang ke rumah Hana berjalan kaki.


"Alhamdulillah, Allah memberi hidayah kepada Smith" Ucap Hana.


"Iya, mas juga senang lihatnya" Sahut Daffa disamping Hana. Mereka berjalan kaki.


"Nanti kalan pulang atau menginap? " Tanya ibu Hana.


"Hana ngikut mas Daffa bu, kalau mas Daffa ngajak pulang Hana ya pung, kalau ngajak nginep kita nginep" Sahut Hana.


"Di fikir nanti saja lah. ngga terlalu jauh ini mas hehe" Jawab Hana. Mereka melanjutkan berjalan karena rumah Hana sudah tampak di depan mata. Sebelum masuk, Ponsel Daffa berdering. Ada panggilan dari Fariz. "Tumben sih bolak-balik telpon terus. Kaya ngga ada kerjaan saja si Fariz" Gumam Daffa.


"Siapa mas? " Tanya Hana.


"Fariz sayang, kamu masuk dulu ya, mas angkat dulu" Jawab Daffa sambil menggeser layar ponselnya.


"Assalamualaikum, ada apa Fariz?" Tanya Daffa.


"Wa'alaikumsalam, kamu sedang dimana Daffa? " Tanya Fariz dari telepon.


"Sedang dirumah" Jawab Daffa.

__ADS_1


"Aku mau minta tolong bisa ngga? " Tanya Fariz.


"Tumben, apa? Kalau bisa ya aku bantu" Daffa penasaran.


"Dikantor kamu sedang ada lowongan pekerjaan ngga? " Tanya Fariz to the point. Daffa yang mendengar mengerutkan dahi. Pasalnya baru kali ini Fariz meminta hal yang aneh.


"Maksud kamu apa sih Fariz, aku ngga paham" Ucap Daffa bingung.


"Aku butuh lowongan pekerjaan untuk Nadia" Fariz menjawab tanpa basa-basi.


"Haha.. kamu tertarik sama dia. Sampai tahu dia membutuhkan pekerjaan. Sudah sedekat apa kamu dengan Nadia" Daffa tertawa karena baru kali ini Fariz memperhatikan seorang wanita.


"Jangan tertawa, nanti kalau aku sudah ke Indonesia aku bakal ceritain kamu, sekarang ada lowongan atau tidak? " Tanya Fariz kesal karena Daffa menertawakannya.


"Ada sih. aku lagi butuh seorang sekertaris untuk membantu Hana. Kalau dia memenuhi persyaratan oke saja" Jawab Daffa.


"Nah gitu dong, jangan sulit-sulit persyaratannya. Udah aku tutup dulu. Makasih, assalamualaikum" Jawab Fariz dan panggilan pun berakhir. Daffa menggelengkan kepala heran dengan tingkah saudara sepupunya itu. Daffa kembali masuk kerumah. Ternyata semua keluarga sudah menunggu di meja makan untuk makan malam.


"Mas, sini kita makan dulu! " Ucap Hana melambaikan tangan. Daffa pun menghampiri Hana dan duduk disampingnya.


"Maaf menunggu lama, tadi sepupu Daffa telpon" Ucap Daffa. Hana tersenyum sambil menuangkan nasi ke piring Daffa.


"Terimakasih sayang" ucap Daffa. Merekapun melanjutkan makan dengan tenang. Tiba-tiba Yusuf minta turun.


"Om ganteng, minta gendong" Ucap Yusuf sambil melambaikan tangan.


"Sayang, om mau makan dulu" Rani ingin berdiri mengambil Yusuf. Namun Daffa mencegahnya.


"Tak apa mbak Rani. Sini, duduk disamping om ya, sambil makan" Ucap Daffa.


"Mau disuapin om ganteng" Ucap Yusuf. Hal tersebut membuat semua tertawa. Daffa dengan telaten menyuapi keponakannya itu. Dan untuk sementara meninggalkan makan malamnya. Hana semakin kagum dengan sikap kebapakan Daffa.

__ADS_1


Tak lama setelah selesai makan malam, mereka menuu kamar masing-masing. Karena jam sudah menunjukkan jam 09.30. Hana masuk dan ingin mengganti bajunya. Membuka lemari mencari baju tidur. Namun saat baru melepas hijabnya, Daffa memeluknya dari belakang. Menciumi leher Hana. Hana yang merasakan hal aneh pun hanya bisa diam menikmati.


TBC.


__ADS_2