
Hana bersama Rey terlihat sibuk dengan layar monitor. Mereka berkutat.dengan sebuah program. Beberapa fitur terbaik telah Hana siapkan. Mereka berdua memegang kendali atas sebuah system diperusaaan Daffa. Sesangkan Daffa sendiri sebuk berkutat dengan pekerjaan yang tidak bis Rey dan Hana kerjakan.
'Klik klik klik' Suara keyboard tempat Hana mengetikkan kode-kode. Dan 'tuuuuuut' Suara beep berbunyi. Tanda semua yang mereka kerjakan telah selesai. Dan satu langkah lagi, mengecek. Hana menghancurkan system perusahaan Bagaskara grub. Mengirimi virus-virus yang tak dapat dideteksi oleh apapun. Sebuah virus yang dibuat oleh Hana khusus untuk melemahkan system tanpa bisa dipulihkan. Setelah langkah tersebut selesai, Hana segera melockdown seluruh system. Dan satu tekan lagi, akan menjatuhkan perusahaan Bagaskara Grub. Hana melakukan dengan sangat teliti. Tak ada satupun yang terlewat. Semua sudah dikunci. Rey memperhatikan monitor di depan Hana, sedangkan Hana sendiri sedang fokus dengan semua programnya.
"Oke, Finish" Ucap Hana. Suara tersebut membuat Daffa dan Rey mengalihkan pandangannya ke Hana. Daffa segera bangkit dan berjalan mendekati Hana. Rey pun juga begitu.
"Sayang, apa yang Finish? " Tanya Daffa.
"Perusahaan Bagaskara sudah berakhir, kita lihat berita sebentar lagi" Jawab Hana. Daffa mendengar dengan takjub terhadap istrinya. Rey hanya melongo menyaksikan kelihaian Hana. Tak ada satu jam Hana mengotak-atik, sekarang perusahaan sebesar Bagaskara Grub sudah Hancur. Dan hal yang membuat Rey terkejut, Iya memeriksa sendiri apa yang diucapkan oleh Hana.
"Nona, bisakah nona mengajari saya tentang semua ini? " Rey berkata dengan pandangan menuju ke layar monitor.
"Pak Rey ini, kan sudah lebih pandai dari saya, kenapa mesti minta diajarin" Ucap Hana sambil mengambil minuman di depannya. Daffa dan Rey memperhatikan Hana yang sedang minum. Air didalam gelas habis dalam hitungan detik.
"Jaga matamu Rey" Ucap Daffa dengan ketus.
"Maaf tuan, tapi nona terlihat sangat haus" Jawab Rey.
__ADS_1
"Jangan beralasan" Timpal Daffa. Rey hanya menunduk.
Disisi lain. Diperusahaan Bagaskara grub, Staff IT dibuat kalang kabut. Mereka bingung akan melakukan apa. Tiba-tiba saja seluruh system eror tak dapat dibuka sama sekali. Mereka kehabisan cara untuk memperbaikianya. Yuda yang mengetahui hal itu hanya bisa marah-marah. Iya tak menyangka, siapa yang sudah berani menghancurkan perusahaannya.
"Kalian cepat lakukan sesuatu" Teriak Yuda dengan frustasi. Perusahaan yang iya pegang saat ini sudah jatuh. Mungkin tak akan bisa diselamatkan. Seluruh investor menarik semua investasinya. Belum lagi masalah keuangan dengan bank dan gaji karyawan. Sudah dipastikan Yuda Hancur. Inilah yang bisa Hana lakukan. Dia tak membalas dengan fisik, namun sekali iya bertindak, perusahaan sebesar itu hancur dalam hitungan jam.
Keesokan harinya, Di perusahaan Daffa, Rey menunjukkan sebuah berita tentang kebangkrutan Bagaskara Grub. Saat itu Hana sedang di luar bersama Nadia. Iya tak mengerti jika suami dan assistantnya sedang membicarakan dirinya.
"Tuan, nona Hana sudah berhasil menjatuhkan Bagaskara Grub. Yang tersisa hanya sebuah perusahaan kecil salah satu cabang di luar kota. Kenapa Nona tidak menghancurkan saja sekalian tuan? " Tanya Daffa.
"Entahlah. Apa yang difikirkan oleh istriku. Perusahaan sebesar itu saja di jatuhkan, tapi ini yang kecil masih tersisa" Jawab Daffa. "Tolong panggilkan Hana Rey, biar aku tanya langsung, daripada kita penasaran" Perintah Daffa. Rey pun keluar untuk memanggil Hana. Tak lama berselang. Hana masuk bersama Rey dibelakangnya.
"Sayang, lihat ini! " Ucap Daffa sambil menunjukkan sesuatu di layar monitor. Hana pun melihat semuanya.
"Lalu, kenapa mas? " Tanya Hana.
"Kamu hebat sayang, tapi mas boleh tanya sesuatu? " Tanya Daffa.
__ADS_1
"Silahkan, ada apa? " Hana berkata.
"Kenapa masih disisakan satu perusahaan kecil sayang? " Tanya Daffa.
"Mas, aku tak sejahat itu ke sesama manusia, biar dia membangun perusahaannya setelah dia keluar dari penjara. tapi jauh dari kita" Ucap Hana.
"Istriku memang the best" Ucap Daffa sambil mengacungkan kedua jempolnya. Iya merasa bangga dengan pemikiran Hana.
"Setelah ini, kita harus lebih waspada mas" Ucap Hana.
"Iya sayang, Sekarang kita harus bekerja keras" Jawab Daffa sambil mengedipkan sebelah mata. Hana melotot menatap suaminya. Iya segera berlari keluar untuk menyelesaikan pekerjaannya. Diluar Hana terlihat sumringah. Iya tersenyum saat kembali ke kursinya. Melanjutkan pekerjaannya dengan baik. Di dalam, Daffa pun juga melanjutkan pekerjaannya.
HAI readers, author mau minta maaf ya. belum bisa update banyak. Author sedang sibuk di dunia nyata. Sehingga dunia novel sedikit tterabaikan..
setelah kesibukan ini, pasti akan up rutin lagi. Terimakasih readers.
Salam ssukses Semoga tetap diberi kesehatan.
__ADS_1
Aamiin.
TBC.