
Daffa tengah fokus kepada pekerjaannya. Tiba-tiba Hana masuk tanpa mengetuk pintu. Dan berlari kearah Daffa.
"Sayang ada apa, jangan lari-lari" Ucap Daffa, namun Hana hanya tersenyum. Iya segera menunjukkan sesuatu di layar tabletnya.
"Mas lihat ini" Ucap Hana sambil menyerahkan tabletnya.
"Apa ini sayang? mas belum paham" Ucap Daffa.
"Coba mas perhatikan lagi, disitu ada beberapa rekaman cctv ditempat ayah dan ibu kecelakaan, diwaktu yang sama hanya mobil itu yang melintas bebebapa menit setelah kecelakaan itu terjadi"
"Lalu maksud kamu? " Tanya Daffa.
"Kita harus bisa membuat ayah menceritakan detailnya. Terutama tentang ciri-ciri mobil itu" Jawab Hana. Kini Daffa mulai paham apa yang dimaksud Hana.
"Tapi sayang, ayah masih ngga bisa dipaksa. Kita harus sabar jika ingin ayah berbicara. Kalau ayah sudah mulai bisa melupakan kecelakaan itu, insya Allah akan mempermudah kita" Tutur Daffa.
"Iya, ayah sampai harus mengalami trauma seperti itu" Ucap Hana menunduk.
"Kita harus sabar sayang, jangan gegabah" Tutur Daffa.
"Iya mas. Makasih" Hana tersenyum lalu memeriksa tabletnya lagi.
"Rey, kamu bisa menyuruh seseorang untuk mendatangi Victor. Suruh mereka membawa Victor kesini. Jika tak mau, paksa saja! " Perintah Daffa.
"Baik tuan, akan segera saya suruh orang untuk ketempatnya" Rey menyanggupi. Lalu iya menelpon seseorang untuk melaksanakan tugas ini. Tak lama berselang, ada beberapa orang datang ke ruangan Daffa.
'Tok tok tok' Terdengar suara pintu diketuk dari luar.
"Masuk! " Ucap Rey. "Kalian sudah datang" Rey berkata lagi.
"Iya tuan, ada yang bisa kami bantu? " Tanya orang tersebut.
__ADS_1
"Kalian lacak orang ini. Disitu semua datanya sudah ada, bawa Victor kesini, jika tak mau, paksa saja" Ucap Rey sambil memberikan sebuah kertas.
"Baik tuan, akan segera kami laksanakan. Kami pergi dulu" Jawab orang tersebut menunduk sambil melangkah mundur.
"Pergilah! " Jawab Rey. Setelah kepergian orang-orang itu, Daffa mulai berbicara.
"Kira-kira apa motif orang tersebut Rey" Tanya Daffa.
"Kita lihat saja nanti tuan" Rey menjawab dengan tenang. Lalu melanjutkan pekerjaannya kembali.
Beberapa jam berlalu. Waktu sudah menjelang sore sekitar jam 3. Ponsel Rey berdering.
"Halo" Jawab Rey.
"Iya tuan, kami belum berhasil mendapatkan Victor. Orangnya sedang ke luar kota. Dan kira-kira besok baru pulang" Jawab penelpon.
"Kembalilah! " Ucap Rey.
"Ada masalah? " Tanya Daffa.
"Victor sedang dalam perjalanan ke luar kota tuan. Mereka belum bisa menemukannya" Rey menjelaskan.
"Biar saya cek lokasinya" Hana berkata. Dia langsung mengecek keberadaan Victor.
"Dia sedang berada di Bandung mas. Tapi sepertinya dia sedang dalam perjalanan" Ucap Hana lagi.
"Kita tunggu saja" Ucap Daffa.
Sore menjelang, Daffa dan Hana sedang dalam perjalanan pulang. Mereka melewati tempat kecelakaan meskipun jauh. Hana mencatat beberapa tempat yang memiliki cctv untuk diperiksa. Setelah beberapa hal yang iya inginkan sudah didapat. Mereka akan pulang ke rumah ayah. Beberapa minggu ini Daffa dan Hana memang tinggal di tempat ayahnya. Mereka memastikan ayahnya tetap dalam pengawasan. Bahkan ada beberapa pekerja dirumah Daffa yang dipindahkan sementara selama ayah sakit untuk menjaga ayah dan membantu pekerjaan rumah. Sedangkan rumah makan dikelola oleh seorang anak buah pak Bahtiar yang sudah mahir serta 2 karyawan kantor Daffa. Dengan pengawasan dari 2 orang pengawal dari Daffa juga. Mereka ditugaskan untuk bekerja dengan benar dan profesional. Selama itu pula. Rumah makan ayah Hana berkembang dengan sangat pesat. Karena karyawan dari kantor Daffa menerapkan teknik pemasaran dengan baik. Semakin banyak orang yang berdatangan.
"Mas, kita mampir ke rumah makan dulu ya, Hana ingin tahu perkembangan disana" Ucap Hana meminta kepada Daffa.
__ADS_1
"Iya sayang, kita kesana. Tapi jangan lama-lama ya, kamu harus istirahat" Ucap Daffa.
"Iya" Hana mengangguk. Mereka melanjutkan perjalanan menuju ke rumah makan dengan diantar oleh pak Andi. Karena jalanan yang padat merayap, mereka tiba dirumah makan sudah setelah mahgrib. Hana segera turun dan menuju ke ruangan pribadi. Ternyata Bilal juga berada disana.
"Mas Bilal, masih disini? " Tanya Hana begitu masuk ke ruangan.
"Iya dek, ini baru aja selesai buat laporan keuangan, baru beres-beres dan mau pulang" Jawab Bilal.
"Sudah dari jam berapa mas Bilal datang. Mas ngga ke tempat latihan hati ini? " Tanya Hana sambil duduk.
"Tadi mas kesini sekitar setengah tiga dek, langsung ngecek ini dan baru selesai" Bilal telah selesai bersih-bersih.
"Alhamdulillah, perkembangannya sangat pesat Han, semoga berkah" Ucap Bilal.
"Aamiin" Sahut Hana dan Daffa.
"Mas kesini tadi naik apa? " Tanya Hana.
"Naik motor" Jawab Bilal sambil duduk disamping adiknya.
"Kita pulang bareng ya mas Bilal, nanti motornya biar diantar sama salah satu karyawan" Ucap Daffa.
"Ngga usah deh Daf, aku kan sudah biasa naik motor. Kamu pulang bareng Hana saja" Jawab Bilal.
"Ayolah mas kita bareng aja, nanti motornya pasti nyampek kok" Tutur Hana. Bilal pun tak tega menolak permintaan Hana, iya menyetujui untuk pulang bersama.
"Kita pulang sekarang, kalian pasti juga lelah karena bekerja seharian" Ucap Bilal sambil menutup pintu ruangan. Dan mereka berjalan ke mobil Daffa untuk pulang.
Saat diperjalanan, ban mobil yang ditumpangi Daffa kempes. Tepat ditempat yang agak sepi. Saat turun, ada sebuah mobil berwarna putih menghampiri. Dengan tiba-tiba mereka menyerang Daffa. Namun karena Bilal berada disampingnya, sebuah pukulan tak sampai mengenai Daffa. Malah orang tersebut jatuh tersungkur kebelakang karena tak mampu mengimbangi kekuatan Bilal. Setelah itu, terjadilah perkelahian diantar mereka.
TBC.
__ADS_1