
Hana mengendarai sepeda motor menuju ke warung ibu dan ayahnya. Iya segera mencari ayah dan ibunya.
"Assalamualaikum" Hana mengucapkan salam.
"Wa'alaikumsalam" bu Sholihah dan pak Bahtiar menjawab salam Hana.
"Ada apa nak, kok kesini? "tanya ibu Hana.
"Anu bu, Tadi pak Daffa telfon. Katanya besok Hana disuruh mulai bekerja di Utama grub, bagaimana? " Hana meminta persetujuan orang tuanya.
"Menurut kamu bagaimana, apa kamu mau bekerja disana atau tidak? " pak Bahtiar kembali bertanya
"Daripada Hana berdiam diri di rumah, bagaimana kalau tawaran pak Daffa Hana ambil saja, tapi Hana takut bu, yah" kata Hana sedikit khawatir.
"Apa yang kamu takutkan nak? " tanya ibu Hana.
"Mmm, tentang lamaran itu, Hana takut semakin kalut yah, bu" tutur Hana.
"Kami percaya sama kamu Hana. Kamu sudah dewasa, sudah bisa mengambil keputusan yang terbaik untuk dirimu sendiri. Kamu sudah bisa membedakan mana yang baik dan tidak. Mana yag ada manfaat atau lebih kepada mudharat, kalau Hana yakin untuk itu, lakukan saja yang menurutmu baik" tutur bu Sholihah menenangkan Hana.
"Hana takut bu, nanti jika sudah bekerja Hana pasti akan lebih sering bertemu dengan pak Daffa, hana takut itu" Hana menjelaskan.
Bu Sholihah dan suaminya pun tersenyum.
"Asalkan kamu bisa menjaga pandanganmu, semua akan baik baik saja. Ibu sama ayah yakin sama putri ayah yang manis ini" tutur pak Bahtiar lembut.
"Ya sudah... Hana yakin untuk mengambil pekerjaan ini" jawab Hana semangat.
Pak Bahtiar dan bu Sholihah bangga kepada Hana. Hana semakin hari semakin menunjukkan kedewasaanya. Tapi kadang Hana juga sedikit manja. Menatap putri kecilnya yang sudah dewasa. Membuat mereka terharu.
"Kamu lebih baik pulang dulu nak, persiapkan semuanya dengan baik. Yang pasti, persiapkan diri dan fikirian kamu sebaik mungkin" tutur ibu Sholihah.
__ADS_1
"Baik bu, Hana pulang dulu ya, assalamualaikum" Hana mengiyakan kata ibunya.
"Wa'alaikumsalam".....
Sedangkan di kantor daffa sudah selesai dengan pekerjaanya. Iya berjalan keluar ruangan meeting lalu menuju ke ruangannya.
"Rey, bagaimana dengan penyelidikan itu ? tanya Daffa kepada Rey.
"Kami belum bisa membuat orang itu buka mulut tuan. Mereka lebih memilih diam dan dipenjara daripada harus membuka mulut" tutur Rey.
"Siapa sebenarnya mereka ya Rey " tanya Daffa, dan Rey hanya terdiam, Daffa pun terdiam beberapa saat.
"Tuan mau makan dimana, diluar atau mau saya pesankan saja? " tanya Rey memecah keheningan.
"Tolong pesankan saja Rey. Kita makan di sini! " perintah Daffa.
"Baik tuan" lalu Daffa mengeluarkan hp dari sakunya, menghubungi seseorang, sambil menunggu rey menghubungi seseorang lagi untuk mencari tahu tentang mereka.
Tak lama kemudian makanan datang. Dan Daffa serta Rey makan dengan tenang.
Seorang laki laki datang ke kantor polisi menghampiri preman yang hampir menculik ibu Daffa. Setelah polisi pergi, lelaki itu mulai berbicara.
"Kalian ini bagaimana sih, begitu saja tidak becus" gertak orang itu kepada preman.
"Maaf tuan, tapi ada seorang gadis yang menolong, dan ilmu bela dirinya sangat bagus. bahkan dia membawa sebuah cairan yang membuat mata sangat perih bahkan hampir saja kami buta dibuatnya" jawab salah satu preman itu.
"Ah.. ku kira kalian itu sudah hebat dalam masalah bela diri. Ternyata kalian bisa dikalahkan oleh seorang gadis, sungguh lemah sekali" hina orang itu.
"Ingat, aku sudah menyuruh orang orangku untuk menyelidiki siapa gadis itu. Setelah aku mendapatkan informasinya, kalian baru aku bebaskan. Kalian harus tetap tutup mulut. Lakukan tugas kalian dengan baik setelah kalian bebas. Aku akan menambah bayaran kalian 2 kali lipat. Cepat sekarang katakan ciri-ciri gadis yang menolong Sarah" laki-laki itu mengatakan sambil berbisik bisik.
"Gadis itu tinggi sekitar 160an cm, berhijab, di hidungnya ada tahi lalat, anaknya manis, cantik tuan"
__ADS_1
"Maaf tuan, pastikan kami bebas dulu tuan, kami akan lakukan yang terbaik untuk tuan" balas preman tersebut.
"Makanlah ini, tenanglah aku akan membebaskan kalian sesegera mungkin" balas laki-laki itu.
Laki-laki tersebut segera pergi sambil memberikan rantang yang berisi makanan. Sambil berlalu, lelaki misterius itu berkata dalam hati.
"Kalau kalian masih hidup, aku tak akan tenang, lebih baik kalian mati saja, daripada tak berguna dan nanti di akhir kalian hanya menyusahkanku" sambil tersenyum jahat.
Di kantor Utama grub..
Selesai makan siang, Daffa mendapat telepon dari kantor polisi. Mereka mengabarkan bahwa ke 2 orang yang terlibat penculikan itu telah meninggal secara mendadak. Daffa segera pergi menuju kantor polisi bersama Rey, beruntung hari ini tak ada meeting. Jadi Daffa dan Rey bisa meninggalkan kantor.
Setelah sampai dikantor polisi. Mereka melihat jasad ke 2 preman itu. Iya menggertakan giginya tanda marah. Bagaimana mungkin ke 2 orang itu bisa meninggal dengan mendadak. Dan pihak kantor polisi pun menceritakan bahwa tadi ada seorang yang datang membawakan makanan untuk mereka. Dan tidak lama setelah laki laki itu pergi, 2 preman tersebut kejang kejang seperti keracunan dan akhirnya meninggal di tempat. Setelah mendapat penjelasan polisi, Daffa meminta pihak polisi untuk menyelidiki ini. Tapi ternyata orang itu tidak bodoh. Iya tak memegang rantang makanan itu dengan tanganya. Sehingga pihak polisi tidak bisa mengetahui sidik jarinya. Daffa pun tak tinggal diam. Ia meminta polisi untuk melihat rekaman cctv. Dan polisipun mengizinkannya. Setelah mendapatkan apa yang di inginkan, Rey segera mengcopy rekaman cctv itu. Membawanya ke kantor untuk dilakukan penyelidikan.
"Tolong usut kasus ini ya pak" kata Daffa kepada pihak polisi.
"Baik tuan, kami akan segera mengusutnya, maafkan kami belum bisa membantu tuan Daffa" kata seorang polisi dengan sopan.
"Kami kembali dulu, jika ada perkembangan tolong hubungi kami segera!" pinta Daffa
"Baik tuan"
"Permisi" Daffa dan Rey punmeninggalkan kantor polisi.
Sesampainya di kantor, Daffa dan rey segera menyelidiki rekaman tersebut. Dan ternyata mereka belum bisa menemukan petunjuk apapun. Orang itu mengenakan masker, topi kacamata hitam, hodie yang ditutupkan ke kepalanya, celana panjang dan sepatu. Tak ada yang bisa terlihat dari tubuh orang tersebut. Bahkan orang tersebut datang menggunakan taxi. Sungguh semua ini sudah direncakan dengan matang. Sampai pihak kepolisian dan Daffa sulit untuk melacaknya.
Daffa beristirahat sekejab. Karena hari sudah sore, iya bergegas untuk pulang. Diantar oleh Rey. Ditengah jalan, Rey melihat pemandangan yang sangat indah, yaitu iya melihat Hana yang sedang memberi beberapa ekor kucing jalanan makanan.
"Berhentilah rey! " perintah Daffa
"Ada apa tuan ? tanya Rey
__ADS_1
Karena tak ada jawaban dari Daffa, Rey melihat Daffa dari kaca spion. Mengikuti arah pandang Daffa. ternyata disana Daffa melihat Hana. Hana yang menampilkan senyum manisnya membuat Daffa melamun, sepertinya membayangkan sesuatu. Daffa tersenyum melihat tingkah Hana dengan kucing kucing itu. setelah selesai Hana pergi. Daffa pun hanya melihat kepergian Hana hingga jauh. Dan menyuruh Rey untuk menjalankan mobilnya kembali ke rumah.
TBC....