
Sesampainya di rumah utama. Daffa dan Hana segera istirahat. Tiba-tiba Daffa berbicara.
"Sayang, kamu tidak capek kah ? " Tanya Daffa.
"Ya capek mas, memangnya kenapa? " Tanya Hana balik.
"Nadia suruh kesini saja ya, kalau kamu capek aku ngga ngizinin ke rumah ayah" Tegas Daffa sebelum Hana masuk ke kamar mandi.
"Iya mas, Hana nurut sama mas" Hana menjawab sambil melangkah masuk ke kamar mandi. Iya segera menyalakan air. Mengatur suhu air agar hangat. Hana berendam di dalam bathup. Selang 20 menit Hana keluar kamar mandi dengan rambut basah. Iya sudah memakai baju lengkap. Hana menoleh ke arah ranjang. Ternyata Daffa tertidur disana. Hana pun segera mendekat dan membangunkan Daffa.
"Mas, mas Daffa, bangun. Hana sudah selesai mandinya" Ucap Hana sambil menggoyang-goyangkan tubuh Daffa. Namun tak ada jawaban. Hana pun berfikir jika suaminya kelelahan. Iya berfikir untuk mengeringkan rambutnya terlebih dahulu. Ketika Hana hendak beranjak dari ranjang, Daffa menarik tangannya. Hingga Hana pun terjatuh menimpa Daffa.
"Astaghfirullahaladzim, maaf mas, Hana terkejut. Kenapa mas tiba-tiba menarik tangan Hana" Ucap Hana terkejut. Dan disaat hendak bangun, Iya tak bisa karena Daffa sudah memeluknya erat.
"Mas, lepasin Hana. Berat loh" Ucap Hana.
"Masih berat aku sayang, yang sudah menunggu saat-saat seperti ini" Ucap Daffa masih memejamkan matanya. Tangannya semakin erat memeluk Hana. Hana yang mendengar ucapan Daffa pun merona karena malu.
"Mas, mas Daffa mau apa? "Tanya Hana terbata-bata karena gugup.
"Mau apa lagi sayang, apa yang dilakukan orang dewasa yang hanya berduaan saja didalam sebuah ruangan? " Tanya Daffa kembali sambil mengedipkan matanya. Iya memandang Hana dari bawah.
"Ta... Tapi ini masih sore mas. Anu nanti kita dicari mama sama papa" Hana terlalu gugup dengan posisi seperti ini. Iya tak menyangka jika Daffa hanya berpura-pura tidur. Daffa masih tetap terdiam dengan pandangan ke Hana yang sulit di artikan. Tiba-tiba, Daffa tertawa sangat keras. Hana menjadi bingung dengan semuanya.
"Mas, kenapa tertawa. Apa ada yang lucu? " Tanya Hana heran.
"Pasti fikiran kamu mas bakal minta saat ini juga kan? " Tanya Daffa masih dengan tawanya. Hana yang mengerti hanya dikerjain oleh suaminya pun menunduk malu. Iya tak menyangka jika suaminya hanya bercanda.
"Hana Hanaaa. Mas mau mandi dulu. Kamu mau ikut? " Tanya Daffa terus menggoda. Dan dijawab gelengan kepala oleh Hana. Daffa masuk ke kamar mandi masih dengan tertawa lirih.
"Ya sudah, kamu siap-siap ya" Tutur Daffa.
Setelah selesai semuanya. Hana dan Daffa berjalan menuruni tangga. Iya menunggu kedatangan Nadia. Tadi Hana sudah menghubungi Nadia dan memberikan alamat lengkapnya.
Sesaat sebelum makan malam, Nadia telah sampai di kediaman Daffa. Di rumah utama. seorang pelayan pun mengantarkan Nadia ke meja makan sesuai pesan Daffa dan Hana.
__ADS_1
"Assalamualaikum" Ucap Nadia lirih, namun masih terdengar oleh seluruh penghuni meja makan.
"Wa'alaikumsalam wr wb" Jawab Daffa dan yang lain.
"Nadia, sini. Kita makan dulu ya, nanti aku pengen ngobrol sama kamu" Ucap Hana. Tanpa diperintah seorang pelayan pun memundurkan satu kursi untuk di duduki oleh Nadia.
"Silahkan nona" Ucap seorang pelayan yang bernama Yanti
"Terimakasih bu" Ucap Nadia sungkan karena diperlakukan denan baik. Iya juga berkata dengan sopan.
"Nadia, makan yang banyak ya, biar kuat" Ucap Hana. Dan hanya di jawab anggukan oleh Nadia. Tiba-tiba, suara mama Sarah menyambung.
"Nak Nadia ini apanya Hana? " Tanya mama Sarah.
"Nanti kita ceritain ma, kita makan dulu ya sekarang" Ucap Daffa.
"Oke" Awab mama Sarah. Dan merekapun makan dalam keadaan hening.
Jam menunjukkan pukul 19.30. Mereka telah selesai makan malam. Nadia dengan perasaan malu mengikuti Hana ke ruang tengah untuk sekedar berbicara.
"Jadi Nadia ini salah satu sopir alat berat di proyek Daffa ma" Ucap Daffa memulai pembicaraan.
"Hah, ngga salah Daffa. Perempuan kok jadi sopir. Alat berat lagi? " Tanya Mama Sarah tak percaya.
"Benar ma, jadi Nadia ini bekerja paruh waktu di proyek. Dia ikut ayahnya yang bekerja jadi mandor di proyek kita yang berada di Bandung. Dia masih kuliah" Jelas Daffa.
"Apa tidak mengganggu kuliahmu Nadia kalau kamu harus kuliah sambil bekerja" Tanya mama Sarah.
"Eem... Tidak Nyonya, jadi saya kuliah ambil kelas karyawan. Jadi masuknya hanya sabtu dan minggu saja" Jelas Nadia.
"Jadi kamu kesini untuk kuliah? " tanya tuan Aji.
"Benar tuan. Untuk 2 hari akhir pekan saya selalu ke Jakarta" Jawab Nadia lagi.
"Apa ngga capek Nad bolak balik seminggu sekali. Kan lebih baik kalau kamu cari kost-kost an dan bekerja disini" Ucap Hana menimpali.
__ADS_1
"Emm. Ya capek tidak capek nona. Demi mengejar cita-cita" Ucap Nadia sambil tersenyum. "Lagian susah mencari pekerjaan nona. Apalagi Nadia belum kenal siapa-siapa disini" Ucap Nadia kembali.
"Benar juga ya Nad" Timpal Hana.
Suasana hening sesaat. Hingga akhirnya Daffa buka suara.
"lalu selama 2 hari kamu tinggal dimana? "Tanya Daffa.
"Saya menyewa sebuah kost-kostan tuan. Ya paling tidak bisa untuk menginap" Jawab Nadia.
"Ya kamu memang harus bekerja keras saat ini. Nanti kamu akan memetik hasil yang luar biasa dari jerih payahmu ini" Daffa menasehati.
"Iya tuan terimakasih" Ucap Nadia. Mereka ngobrol seputar proyek. Dan disaat mereka tengah asyik mengobrol, ponsel mama Sarah berdering. Sebuah VC dari Amanda. Mama Sarah pun mengangkat.
"Halo Manda, Assalamualaikum" Ucap Mama Sarah.
"Wa'alaikumsalam tante" Jawab Amanda dri seberang telepon. Mereka pun mengobrol. Tak ketinggalan kakak Amanda, Fariz pun ikut berbicara. Hingga saat kamera dihadapkan pada semua penghuni ruang tengah. Fariz menatap Nadia lama. Mama Sarah mengenalkan Nadia pada keluarga Amanda lewat VC. Lalu Amanda menyapa Nadia.
"Hai Nadia, salam kenal. Aku Amanda. Adiknya kak Daffa yang paling cantik" Ucapnya sambil tertawa. Sontak hal tersebut membuat tertawa semua orang yang mendengarnya. Nadia pun membalas sapaan Amanda.
"Iya nona Amanda, salam kenal. Saya Nadia" Ucap Nadia pelan karena sungkan. Lama mereka berbicara. Hingga akhirnya panggilan pun di akhiri.
"Nadia, kamu menginap saja disini. Ini sudah jam 8. Tidak usah kembali ke kost an" Ucap Hana.
"Terimakasih nona, tapi lebih baik saya kembali saja ke kost-kost an. Saya sudah merepotkan nona sekeluarga" Ucap Nadia sopan sambil menunduk. Namun Daffa ikut berbicara karena mendengar Nadia menolak untuk menginap. Iya merasa kasihan karena Nadia dari perjalanan jauh. Pasti sudah lelah.
"Kamu istirahatlah disini. Besok pagi-pagi kamu boleh pergi" Ucap Daffa tanpa menoleh. Nadia yang tak enak untuk menolak pun menyetujui dengan mengangguk.
"Baik tuan. Terimakasih atas bantuannya" Balas Nadia.
"Pelayan, antarkan Nadia ke kamar tamu ya! " Ucap mama Sarah. Dan seorang pelayan pun mengantarkan Nadia ke sebuah kamar.
"Mari nona, ikut saya" Ucap pelayan tersebut. Nadia pun mengikuti dari belakang. Dan semua yang berada di ruangan itu bubar dan 3mbali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
TBC.
__ADS_1