
Sesampainya di klinik, Hana segera keluar dan meminta bantuan. Suster langsung datang memberikan pertolongan. Dan pak Andi pun langsung dibawa ke UGD.
Tak lama dokter pun keluar.
"Keluarga bapak Andi" dokter memanggil.
"Saya dok, ada apa dengan pak Andi dok ? dengan cepat bu Sarah mendekat dan bertanya.
"Tolong tanda tangani ini, kami akan menjahit lukanya, dan ini membutuhkan persetujuan dari keluarga atau pihak yang bertanggung jawab atas bapak ini" pinta dokter.
"Iya dok, biar saya tanda tangan" bu Sarah menyetujui. Setelah itu dokter kembali ke ruangannya.
Hana dan ibu itu menunggu di luar beberapa saat.
"Maaf bu, apa ibu sudah menelpon polisi ? tanya Hana.
"Belum nak, handphone ibu ketinggalan dimobil, sebentar ibu ambil dulu! " jawab ibu itu.
"Sebentar bu, biar saya yang menelpon polisi, ibu ambil handphone ibu saja" kata Hana sambil memencet nomor telepon polisi.
Setelah menghubungi polisi, Hana melihat ibu tadi sudah kembali dari mobil.
"Maaf bu, polisi akan mengurus mereka, sekarang mereka menuju ke tempat tadi" kata Hana.
"Terima kasih ya nak, jika tidak ada kamu, ibu tidak tahu apa yang akan terjadi dengan ibu, kamu hebat sekali nak, bisa ilmu bela diri dengan baik, oh iya siapa nama kamu" kata ibu itu sambil memeluk Hana dan meneteskan air mata.
"Ibu jangan berterima kasih kepada saya, karena yang menolong ibu adalah Allah, dengan perantara saya. Saya Zahra bu " jawab Hana sopan.
"Saya Sarah" jawabya dalam hatinya semakin kagum dengan kerendahan hati Hana.
"Ibu Sarah sudah menghubungi keluarga ibu, saya mohon maaf tidak bisa lama lama di sini, saya harus segera pulang" kata Hana sopan
Ibu Sarah mengerti, iya segera menghubungi suaminya. Disaat bu sarah menghubungi suaminya, dokter memanggil keluarga pak Andi
"Keluarga bapak andi" panggil dokter.
__ADS_1
Karena melihat bu Sarah sedang sibuk, Hana mendatangi dokter itu.
"Emm maaf dok, itu keluarga bapak Andi, sedang menghubungi keluarga yang lain, mohon tunggu sebentar! " pinta Hana
Tak lama bu Sarah sudah selesai menelpon. Iya segera mendekat ke arah dokter.
"Bagaimana keadaan pak Andi dok" tanya nya cemas.
"Ibu tidak usah khawatir, operasi menjahit luka pak Andi sudah selesai. Beruntung pasien segera mendapatkan pertolongan. Jika tidak beliau bisa kehabisan darah. Dan pertolongan pertama yang diberikan itu membuatnya bisa bertahan" jelas dokter.
"Alhamdulillah" Hana dan bu Sarah merasa lega mendengar penjelasan dokter.
"Kalau begitu saya pamit dulu. Untuk mengurus administrasi, ibu datang saja kebagian administrasi di sebelah sana! " sambil menunjuk sebuah pintu.
"Baik dok, terimakasih"
Hanapun berniat untuk pamit.
"Bu sarah, saya mohon maaf, saya harus segera kembali. Ayah saya sedang menunggu dirumah" pamit Hana
"Ahh iya nak Zahra, terimakasih banyak ya" jawab bu Sarah
"Sopan sekali anak ini" batin bu Sarah.
"Oh iya bu, ini hp dan kunci mobil ke 2 preman tadi. Ibu Sarah bisa menyerahkan ini kepada polisi" tutur Hana sambil menyerahkan sebuah kantong kresek berisi hp dan kunci mobil. Yang sebelumnya Hana sudah mengecek email dari masing masing hp tersebut.
Berjalan menuju rumahnya. Karena tak terlalu jauh, Hana memutuskan untuk jalan kaki. Sesampainya dirumah Hana langsung istirahat lalu membersihkan diri.
Sedangkan di klinik, suami dan anak bu sarah, tuan Aji dan tuan Daffa datang setelah tak berselang lama Hana pergi. Iya segera mencari bu sarah di klinik. Mereka menanyakan apa yang sudah terjadi. bu Hana pun menceritakan semuanya.
flashback on...
Pagi itu bu sarah baru pulang dari rumah saudaranya. Iya meminta pak Andi, sang sopir untuk mencari jalan terdekat. Mereka melihat rute yang berada di GPS. Akhirnya mereka menemukan jalan itu.
Berjalan mengikuti petunjuk dari gps. Di tengah jalan dekat rawa rawa tiba tiba datang mobil menghadang dan menghentikan mobil mereka. Bu Sarah pun takut. Ketika dalam ketakutan, 2 orang berpenampilan seperti preman turun dan menggedor gedor pintu mobil bu Sarah. Karena takut sang sopir membuka kaca pintu mobil depan. Dengan cepat salah satu preman tersebut mengarahkan pisau ke arah pak Andi. pak Andi yang melindungi wajah dengan lengannya, terkena sabetan pisau tersebut hingga terluka parah. Akhirnya pak Andi tak dapat berbuat apa apa karena lengannya sakit.
__ADS_1
"Apa yang kalian inginkan, kalau kalian menginginkan uang, saya akan beri tapi tolong lepaskan kami! " kata bu Sarah ketakutan.
Tetapi ke 2 preman tersebut terlihat tak memperdulikan ucapan bu Sarah.
Preman yang satunya, membuka pintu belakang mobil dan menyeret bu sarah keluar. Mengikat tangannya kebelakang. Dan saat hendak membawa bu sarah kemobil preman tadi, Hana sudah berdiri mematung di sebelah sana. Karena tak ingin rencananya gagal, preman tersebut juga ingin menangkap Hana supaya tak membocorkan rencananya.
Flashback off....
"Jadi yang menolong mama adalah seorang gadis yang sangat cantik Daffa. Namanya Zahra, tapi tadi dia buru buru pergi, bodohnya mama tak meminta nomor handphone atau alamat rumahnya" kata bu Sarah bercerita sambil menyesali.
"Tak apa ma, nanti kita bisa mencari gadis itu, yang penting mama dan pak Andi selamat" kata tuan Aji
"Oh iya, tadi Zahra menyerahkan ini kepada mama pa, katanya untuk diserahkan kepada polisi. Supaya bisa sedikit membantu" bu Sarah menyerahkan benda itu.
"Wah, anak itu sampai berfikir kesitu, genius sekali dia, papa jadi penasaran seperti apa gadis itu" kata pak Aji
Sedangkan Daffa hanya diam memikirkan suatu hal. "ulah siapa sebenarnya ini? " batin Daffa
karena sebelumnya Daffa juga mengalami hal serupa beberapa bulan yang lalu. Tapi dia selamat karena memutar balikkan mobilnya. Dan mengendarai dengan kecepatan tinggi. Hingga mobil yang mengejarnya tak bisa mencapainya. Tapi kini mereka mengincar mama Daffa. "kurasa ada yang tidak beres dengan semua ini, aku harus menyelidiki! " kata Daffa.
"Pa, ma Daffa mau ke kantor polisi, tadi gadis itu menyerahkan apa? " Daffa bertanya.
"Ini Daffa" kata papa daffa sambil menyerahkan kantong plastik. "kamu ke kantor polisi sendiri dulu ya, nanti papa nyusul setelah mengurus semua di sini! " sambung tuan Aji utama.
"Iya pa, Daffa pergi dulu" kata Daffa sambil berlalu.
"Hati hati nak, mama takut mereka juga akan mengincarmu" khawatir bu Sarah.
"Mama tenang saja, Daffa tidak sendiri" Daffa meyakinkan mamanya.
Setelah Daffa pergi, mereka masuk ke ruangan pak Andi.
"Nyonya, tuan... maafkan saya tidak bisa melindungi nyonya besar" pak Andi menunduk.
"Tidak apa apa pak Andi, yang penting kita semua sudah selamat" sahut tuan Aji.
__ADS_1
Tak lama berbicara, dokter datang dan mengatakan jika keadaan pak Andi sudah stabil, maka ia diperbolehkan pulang.
TBC....