
Daffa sudah selesai sarapan bersama keluarganya, Daffa berjalan menuju ruang keluarga. Diikuti oleh keluarga yang berjalan dibelakangnya. Daffa pun menceritakan awal mula Haidar berada di rumah ini. Ayah Daffa yang juga mengenal keluarga Mandala pun angkat bicara.
"Jadi kamu adalah anak dari Arya Mandala? " Tanya tuan Aji utama.
"Iya kek, papa sama mama meninggal beberapa hari yang lalu" Ucap Haidar dengan nada sedih.
"Dan om kamu itu Andre Mandala, dan istrinya atau tantemu yang bernama Bela itu? " Tanya Tuan aji lagi.
"Iya kek" Haidar membenarkan ucapan Tuan Aji
"Ayah mengenal om tantenya Haidar? " Tanya Daffa.
"Itu lo Daffa, yang waktu kamu ada meeting ke perusahaan Mandala. Orang yang kamu bilang ngeyel itu adalah Andre dan Bela, om dan tantenya Haidar" Ucap tuan Aji menjelaskan.
"Maksudnya perwakilan dari Mandala grub pada meeting tentang pembahasan pimpinan baru Mandala grub? " Tanya Daffa.
"Iya, jadi kan sebenarnya Haidar ini pewaris tunggal Mandala grub yang di kelola oleh Papa dan mamanya. Karena dia masih anak-anak untuk sementara dipegang oleh tuan Wira Mandala" Jelas tuan Aji kembali.
"Lalu maksud Andre dan Bela ingin mengasuh Haidar... " Ucapan Daffa terhenti ketika iya berfikir sesuatu.
"Berarti Haidar saat ini berada dalam bahaya jika masih di tangan om dan tantenya" Ucap Daffa lagi menyimpulkan sesuatu.
"Kurang lebih seperti itu. Terlihat dari cara arogant mereka. Mereka ingin menguasai harta yang seharusnya menjadi hak Haidar" Ucap tuan Aji. Haidar yang mendengar pun tak bisa berkata apa-apa. Karena yang diucapkan Daffa dan papa nya kemungkinan benar.
"Kalau begitu, Haidar kamu disini saja ya. Om rasa kamu akan aman berada di sini! " Ucap Daffa.
"Terimakasih om Daffa dan semuanya" Haidar merasa beruntung bisa bertemu dengan keluarga Daffa.
Jam menunjukkan pukul 08.30. Daffa ingin membelikan baju untuk Haidar. Iya berniat untuk tidak ke kantor hari ini.
"Untuk sementara kamu ke kamar dulu ya. Om mau beliin kamu baju! " Tutur Daffa menyuruh Haidar ke kamar.
__ADS_1
"Iya om, terimakasih" Balas Haidar sambil beranjak dari kursi dan berjalan ke kamar tamu seperti semalam. Sebelum pergi, iya berpamitan kepada semuanya. "Mari semua" Ucapnya dengan sopan.
Sedangkan Hana Dan Daffa juga pergi menuju toko baju. Daffa ingin mengajak Hana ke butik langganan keluarganya. Disana tersedia baju yang bagus-bagus dengan brand terkenal.
"Sayang, kita ke butik langgananku ya! Daffa memberitahu.
"Terserah mas saja, yang penting dapat baju buat Haidar. Kasihan dia kalau ngga ada baju" Balas Hana.
"Oke, ayo berangkat! " Daffa menggandeng Hana menuju ke garasi. Hana melongo melihat isi garasi Daffa. Mobil mahal berjejer-jejer. Rencananya Daffa akan menyetir sendiri ke butik. Iya mengambil salah satu mobil kesayangannya.
"Ayo sayang, naik! " Perintah Daffa. Setelah Hana masuk, Daffa menjalankan mobilnya.
Didalam mobil, Daffa terlihat memikirkan sesuatu. Hana pun bertanya.
"Mas, apa Haidar akan tinggal bersama kita? " Tanya Hana memecah kesunyian dalam perjalanan.
"Iya sayang, niatku untuk sementara sampai dia bisa memimpin perusahaan orang tuanya" Jawab Daffa serius.
"Apa kita perlu mengadopsi dia mas, aku rasa kalau misalnya nama Mandala dihilangkan untuk sementara bukan masalah. Demi keamanan Haidar" Tutur Hana memberi ide.
"Kita fikir nanti saja, yang penting habis ini kita kembali membawa baju untuk Haidar" Sambung Daffa lagi.
"Iya" Hana menjawab sambil tersenyum.
Dan kini mobil Daffa berbelok ke salah satu butik ternama. Hana yang mengerti bahwa butik itu adalah langganan keluarga Daffa pun kagum. Butik ini terkenal dengan brand baju terkenal dan harganya yang tak ramah dikantong untuk orang seperti Hana. Hana hanya tersenyum.
"Ayo sayang, turun. Kita sudah sampai" Ajak Daffa.
"Iya mas, ayo" Balas Hana. Mereka memasuki butik yang masih sepi. Terlihat beberapa karyawan butik berjalan mendekati Hana dan Daffa. Mereka menyambut Daffa dengan penuh penghormatan.
"Selamat pagi tuan Daffa, selamat datang, ada yang bisa kami bantu tuan? " Ucap salah satu karyawan butik.
__ADS_1
"Pagi, tolong sediakan semua model baju untuk anak laki-laki berumur 7 tahunan! " Perintah Daffa dengan entengnya. Otomatis seluruh karyawan bergegas mencarikan pesanan Daffa.
Selama menunggu barang yang dicarikan oleh karyawan butik, Daffa mengajak Hana untuk duduk.
"Sayang, sini duduk! " Ajak Daffa menuju ke sebuah sofa. Dan di ikuti oleh Hana dibelakangnya. Tiba-tiba dari dalam sebuah ruangan seorang wanita cantik dan masih muda muncul dan mendekat ke arah Daffa.
"Selamat pagi tuan Daffa" Iya menyapa Daffa penuh hormat. Namun kepada Hana seakan tak memperhatikan.
"Pagi" Jawab Daffa dingin.
"Sedang mencari apa tuan Daffa. Mungkin saya bisa membantu? " Ucap perempuan itu lagi. Sehingga hal ini digunakan oleh Daffa untuk menunjukkan sesuatu.
"Tolong antarkan istri saya ini baju yang paling bagus dan paling mahal, serta yang pas untukknya! " Ucap Daffa sambil memegang pundak Hana dengan satu tangannya dari samping. Sontak hal tersebut membuat wanita tersebut melongo. Dan menuruti perintah Daffa dengan rasa dongkol di hati. Namun Hana enggan untuk memilih baju.
"Mas, Hana ngga usah, kapan-kapan saja. Yang penting baju untuk Haidar dulu" Ucap Hana kepada Daffa.
"Sekalian saja sayang, daripada bolak-balik" Ucap Daffa sambil mengedipkan matanya untuk mengikuti orang tersebut.
"Mari nona, saya antarkan!" Ucap perempuan tadi dengan nada kesal. Mungkin hatinya sedang dongkol kepada Hana dan Daffa.
"Ah iya, mari" Hana pun mengikuti orang tersebut.
Sedangkan Daffa duduk di sofa dengan memegang ponselnya. Mengecek email yang masuk. Iya melirik dan tersenyum memandang Hana. Dan untuk perempuan tadi. Sebenarnya adalah pemilik butik. Iya selalu mencari perhatian ke Daffa. Iya menyukai Daffa sudah sejak lama. Namun Daffa tak pernah menggubrisnya. Namanya Sela. Iya tak pernah menyerah untuk mendapatkan Daffa. Namun hari ini, Sela harus menelan kenyataan pahit, bahwa Daffa sudah menikah. Iya merasa patah hati. Sedangkan beberapa karyawan butik kembali dengan banyak baju ditangannya. Dan semua baju yang ditunjukkan kepada Daffa adalah dari brand ternama.
Hampir setengah jam Daffa menunggu. Iya melihat Hana dan Sela kembali dengan beberapa baju. Hana tersenyum dan berjalan menuju ke arah Daffa. Sedangkan sela menyerahkan baju yang iya bawa kesalah satu karyawannya. Iya segera berlalu. Sela merasa panas melihat kemesraan Daffa dan Hana. Iya memilih pergi daripada harus menyakiti hatinya sendiri.
"Sayang, sudah semua? Tanya Daffa begitu Hana kembali.
"Sudah mas, ini" Jawab Hana sambil menunjukkan beberpa baju gamis.
"Kamu ngga mau nyoba dulu? " Tanya Daffa. Dan Hana hanya menjawab dengan gelengan.
__ADS_1
"Kalau sudah, ayo kita bayar dulu belanjaannya, terus pulang" Ucap Daffa sambil menuju ke arah kasir. Begitu selesai membayar, Hana dan Daffa keluar butik dan pulang.
TBC