KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Malam Panjang


__ADS_3

Part ini mengandung unsur dewasa 21+. Untuk anak dibawah umur mohon untuk membatalkan membaca part ini. Yang tidak suka jangan diteruskan ya... Author hanya menulis, dosa ditanggung sendiri ye. 😂😂😂😂😂


Daffa memeluk Hana dari belakang. Menciumi leher Hana. Hana yang merasakan hal aneh pun hanya bisa diam menikmati. Iya tahu suaminya sedang menginginkan sesuatu. Sebuah kebutuhan batin seseorang yang sudah menikah. Hana membalas perlakuan Daffa. Iya berbalik badan menghadap ke Daffa. Daffa tersenyum penuh arti menatap Hana intens. Hana membalas senyuman Daffa. Perlahan Daffa menunduk, meletakkan kedua tangannya di bawah paha Hana dan belakang leher. Dengan lincah iya membopong Hana menuju ke ranjang. Ditidurkannya Hana diatas ranjang. Sedangkan Daffa merangkak naik ke ranjang. Sebelum memulai, Daffa membaca do'a. Dengan perlahan, tangannya mulai merayap ke tubuh Hana. Hana merasakan sensasi aneh saat Daffa mulai merabanya. Melihat Hana yang menikmati, Daffa tersenyum dan melanjutkan aktifitasnya. Iya mulai menindih tubuh Hana dengan tangan menyangga tubuhnya agar tak membuat Hana sesak. Perlahan bibir mereka bertemu, saling berpadu saliva. Hana menikmati ciumannya dengan memejamkan matanya. Melihat hal tersebut, Daffa semakin terbakar gairah *****. Iya menatap Hana lebih dalam lagi. Tangannya tak tinggal diam. Iya memegang kedua bukit kembar didepannya. Hana tersentak merasakan gelenyar aneh di sekujur tubuhnya. Daffa terus memainkan kedua bukit kembar Hana. Hingga tak terasa, tubuh mereka berdua sudah tak tertutupi sehelai benangpun. Daffa mengambil selimut untuk menutupi keduanya. Dan Daffa memulai permainan intinya.


"Bismillahirohmanirohim" Dan terjadilah hal yang seharusnya terjadi. Readers tersayang lanjutin sendiri aja ya. Author masih dibawah umur😁😁.


Saat suara adzan subuh berkumandang, Hana mengerjabkan matanya. Iya bangun terlebih dahulu dari Daffa. Saat akan bangun, iya merasakan sesuatu yang berat berada diatas perutnya. Hana berusaha melepaskannya karena tangan Daffa memeluk erat tubuh Hana. Namun Daffa tak mau melepaskan, iya semakin erat melingkarkan tangannya di tubuh Hana.


"Sayang, sebentar lagi ya. biar selesai adzan" Daffa tak ingin melepaskan.


"Tapi mas, nanti kita ketinggalan jama'ah sama ayah dan ibu.


"Kita bisa jama'ah sendiri sayang" Daffa kekeh tak mau melepaskan. Akhirnya Hana mengalah. Iya menuruti keinginan suaminya. Hana menatap wajah suaminya dengan intens, iya tersenyum memandang wajah tampan suaminya.


"Suamimu ini memang tampan sayang, ngga ada bosannya kan kamu lihatin muka mas? " ucap Daffa dengan mata terpejam penuh percaya diri. Iya tersenyum saat membuka matanya. Hana jadi malu karena ketahuan memandangi suaminya. Tak disangka Hana memberanikn diri mencium bibir suaminya. Hal tersebut membuat Daffa tersenyum.


"Mau lagikah?" Tanya Daffa menggoda.


"Mas Daffa" Ucap Hana engan sedikit manja. "Jangan menggoda mas lagi sayang, sudah subuh" Daffa membuka matanya. Iya menyesuaikan diri. Daffa memandang Hana instens. "Makasih sayang" Ucap Daffa. Hana tersenyum.


"Ayo mandi" Ucap Daffa.


"ayo? maksud mas kita mandi bareng? " Tanya Hana.


"Iya, nanti keburu subuhnya habis kalau sendiri-sendiri" Jawab Daffa.

__ADS_1


"Tapi... " Ucapan Hana terpotong saat Daffa sudah turun dari ranjang dan mengangkat tubuhnya.


"Ngga ada tapi-tapian. Kita mandi bareng" Daffa berbicara sambil membawa tubuh istrinya ke kamar mandi. Terlihat Hana yang menunduk, mungkin malu.


"Kenapa harus malu sayang, kita ini sudah suami istri. Semua yang ada dikamu adalah milik mas. Begitupun dengan semua yang mas miliki, ini milik kamu. Jangan pernah malu lagi jika dihadapan suamimu ya" Ucap Daffa sambil menurunkan Hana. Mereka ke kamar mandi masih dalam keadaan tak memakai baju. Mereka segera mandi tanpa ada aktivitas lain.


Begitu mereka selesai mandi, Hana langsung mengenakan baju kerjanya. Begitupun dengan Daffa. Mereka sholat berjama'ah. Setelah selesai mereka sudah rapi dan segera keluar kamar. Hana dan Daffa berjalan menuruni tangga. Mereka jalan bersama. Dari tangga terlihat bilal yang sedang bermain dengan Yusuf, masih menggunakan sarung dan kopyah, sepertinya baru pulang dari masjid. Daffa dan Hana menghampiri mereka.


"Wah om ganteng sama tante mau kemana? " Tanya Yusuf.


"Om mau kerja sayang" Jawab Hana. merekapun mendekat ke arah Yusuf.


"Mas, Hana ke dapur dulu ya bantuin ibu" Ucap Hana.


"Iya sayang. Mas disini aja sama mas Bilal dan Yusuf. Hana pun berjalan menuju ke dapur. Iya Ingin membantu ibunya memasak. Sedangkan Daffa menggendong Yusuf.


"Kalau masih pagi seperti ini biasanya ayah jalan-jalan diluar sama bapak-bapak yang lain" Jawab Bilal. Tiba-tiba Hana keluar dengan nampan berisi kopi dan kue. Iya meletakkan di meja.


kIni, ini kopinya. Diminum keburu dingin" Ucap Hana sambil menurunkan kopi dan kue.


"Makasih" Ucap Bilal dan Daffa bersamaan. Hana kembali ke dapur membantu menyiapkan sarapan.


Pak Bahtiar baru pulang dari jalan-jalan. Iya berjalan menghampiri anak dan cucunya.


"Yusuf" Panggil Pak Bahtiar kepada cucunya. Yusuf langsung berlari kearah kakeknya.

__ADS_1


"Kakeek" Yusuf berlari sambil melambaikan tangan meminta gendong. Pak Bahtiar langsung menangkap cucunya. Diciumnya Yusuf dengan penuh rasa kasih sayang.


"Kakek jalan-jalan ngga ajak Yusuf" Ucap Yusuf.


"Tadi Yusuf belum bangun. Besok bangun lebih awal ya, setelah sholat subuh, kita jalan-jalan" Ucap pak Bahtiar sambil Menoel hidung Yusuf. Yusuf pun tersenyum.


"Daffa sudah mau berangkat kerja? " Tanya Ayah mertua Daffa.


"Iya yah, tadi setelah sholat subuh Daffa langsung pakai baju kerja supaya nanti tidak usah ganti lagi" Jawab Daffa.


"Kalau begitu sarapan dulu" Tutur ayah.


"Iya yah"Jawab Daffa. Ibu berjalan dari dapur memanggil semuanya.


"Ayo kita sarapan, semua sudah siap" Ucap ibu memanggil anak dan suaminya karena ini sudah jam 06.00 an. Semua berjalan menuju meja makan.


"Sebentar ya, ayah panggil pak Andi dulu" Ucap pak Bahtiar. Lalu iya berjalan keluar memanggil sopir Daffa untuk sarapan bareng. Awalnya pak Andi menolak. Tapi karena ayah Hana sedikit memaksa, akhirnya dia mau ikut. Mereka sarapan bersama. Setelah acara sarapan selesai, Semua pergi untuk melakukan aktifitasnya masing-masing. Daffa berangkat dengan diantarkan sopirnya.


"Sayang, makasih ya, kamu memberikan yang terbaik untuk mas" Ucap Daffa sambil menarik Hana ke pelukannya. Hana mengangguk dan tersenyum. Dari depan pak Andi melihat mereka dari kaca spion. Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 40 menit, mereka sudah memasuki halaman gedung perusahaan. Pak Andi menghentikan mobilnya di depan lobby. Lalu turun membuka pintu untuk Daffa dan Hana. Setelah tuan dan nonanya turun, pak Andi memarkirkan mobilnya diparkiran khusu petinggi perusahaan. Tak lama iya duduk, ponselnya berdering. Iya segera mengangkat panggilan tersebut.


"Selamat pagi tuan" Jawab pak Andi.


"Bagaimana, kamu sudah dapat informasinya dengan detail? " Tanya seseorang dari seberang telepon.


"Sudah tuan, nanti saya kirimkan informasi tersebut lewat chat" Jawab pak Andi lagi.

__ADS_1


"Baik, aku tunggu, jangann lama-lama" Ucapnya lalu panggilan pun berakhir. Pak Andi membuka aplikasi chat untuk mengirimkan sesuatu.


TBC.


__ADS_2