KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Siapa Zahra ?


__ADS_3

Daffa kembali ke ruangan setelah hampir 2 jam meninggalkan kantor. Iya kembali dengan wajah kusut, sepertinya iya kecewa. Hana memberanikan diri menyapa.


"Bagaimana pak? " tanya Hana sedikit takut dan perasaan yang gugup.


"Sayang sekali Han, disana tak ada cctv sama sekali. Bahkan disana jarang sekali ada bangunan. Jadi untuk kali ini kita tak belum bisa menemukan gadis itu" tutur Daffa.


Hana pun menarik nafasnya lega. Sambil tersenyum iya mengucap syukur. Hana tak ingin Daffa tahu bahwa dia adalah gadis yang di cari carinya. Saat sedang diam, tiba tiba Daffa menemukan ide bagus.


"Hana, bisa kamu cari informasi tentang semua nama Zahra yang tinggal di jakarta? " Tanya Daffa dengan girang. Wajahnya tak lagi murung.


Sontak pertanyaan itu membuat Hana kaget. Iya tak menyangka Daffa memiliki pemikiran seperti itu. Dengan terpaksa Hana menganggukkan kepala tanda setuju.


Tak lama sekitar 2 jam penuh Hana mengumpulkan nama nama Zahra lengkap beserta foto yang sudah dicetak. Dan data nama Zahra tersebut tanpa nama Hana tentunya. kelihaian Hana dalam bidang IT sudah tak diragukan lagi. Hal ini membuat Daffa ingin sekali belajar hal ini kepada Hana.


"Permisi, pak Daffa ini data yang anda minta" kata Hana sambil menyerahkan lembaran lembaran print out.


"Terimakasih han, kamu selalu bisa diandalkan" katanya sambil menatap Hana intens.


Hana pun meneruskan pekerjaannya yang tertunda karena perintah Daffa.


Tak terasa jam menunjukkan waktu pulang. Hana yang belum selesai dengan pekerjaanya berusaha supaya cepat selesai. Tepat jam 06.30, Hana sudah selesai dengan pekerjaanya. Iya segera bergegas untuk pulang. Iya berpamitan kepada Daffa.


"Permisi pak, saya pulang dulu ya" Hana berpamitan.


"Kamu bareng kita saja Han, biar aku antar kamu pulang, ini sudah malam lo" kata Daffa.


"Saya bawa kendaraan sendiri pak, ini belum terlalu malam kok, saya bisa pulang sendiri" kata Hana sopan.


"Tapi ini sudah malam Hana" Daffa tetap meminta Hana untuk diantarkan.


"Bapak tenang saja, kan rumah saya tak terlalu jauh dari sini" Hana pun tetap bersikeras tak mau, akhirnya Daffa mengalah dan membiarkan Hana pulang sendiri. Sebenarnya Daffa ingin sekali selalu mengantar Hana setiap kali pulang dan pergi ke kantor. Tapi hana selalu menolak dengan alasan belum muhrim. Disitu Daffa tak dapat membantah ucapan Hana lagi, memang benar adanya seperti itu.


Hana pun berlalu turun dari ruangan Daffa. Hari ini seharian penuh Hana hanya bekerja diruangan Daffa. Entah mengapa rasa canggung perlahan hilang. Namun Hana tetap menjaga jarak dengan Daffa. Saat waktunya pulang, Hana menuju ke parkiran motornya. Namun betapa terkejutnya ternyata ban sepeda motornya kempes. Hana terpaksa menuntun sepedanya menuju bengkel terdekat dari kantor. Saat sedang dalam perjalanan menuju ke bengkel. Hana dikejutkan dengan suara klakson mobil. Seseorang turun dari mobil dan menghampiri Hana.


"Han kenapa ? tanya Daffa


"Ban nya kempes pak" jawab Hana sambil tersenyum.


"cepat masuk" perintah Daffa.


"hah" Hana bingung.


"Aku tidak mau penolakan kali ini. Ini sudah malam Han, mungkin bengkelnya sudah tutup" kata Daffa tegas.


"Tapi, motor saya bagaimana pak. Nanti hilang kalau ditinggal disini" kata Hana menimbang nimbang bingung.

__ADS_1


"Saya akan menghubungi orang bengkel untuk mengambilnya nona" Rey berbicara.


"Nanti akan ada yang mengambil motormu untuk dibawa ke bengkel. Ambil saja kuncinya dan cepat masuk" sambung Daffa.


Hana pun menurut, saat iya akan duduk di depan disamping Rey, Rey mengunci pintunya. Hana pun tak dapat membuka pintu, iya menoleh kearah Daffa. Daffa sedang fokus dengan gawainya. Hana kembali ke belakang,


"Pak, pintunya ngga bisa dibuka" kata Hana.


"Pintu depan sedang rusak Hana, kamu masuk sini saja" kata Daffa santai.


Dengan terpaksa Hana berputar berjalan ke pintu disamping Daffa, masuk dan duduk di samping Daffa. Daffa pun tersenyum. Mereka pulang ke rumah Hana dulu. Sesampainya dirumah Hana, Daffa dan Rey ikut turun dan menjelaskan kenapa Hana bisa pulang telat. Orang tua Hana pun mengucapkan terimakasih kepada Daffa dan Rey. Rey melanjutan perjalanan ke rumah Daffa. Lalu kembali kerumahnya sendiri.


Sesampainya Daffa dirumah, iya segera membersihkan diri. Melaksanakan kewajiban lalu menyandarkan badannya disandaran kasur. Daffa tersenyum karena iya berhasil membuat Hana pulang bersamanya. Iya mengingat kejadian tadi.


flashback on....


Saat Hana menolak untuk pulang bersama Daffa. Daffa pun terlihat mengkhawatirkan hana yang pulang sendirian. Rey tersenyum. Daffa yang melihat itupun heran.


"Kenapa tersenyum Rey? " tanya Daffa penasaran.


"Apa pekerjaan tuan sudah selesai? " Tanya Rey.


"Maksudmu apa Rey? " Daffa bingung.


"Jika sudah selesai, mari pulang tuan. Mungkin nona Hana sedang berjalan karena sepeda motornya kempes" tutur Rey.


"Tuan khawatirkan dengan nona Hana? " Tanya Rey.


"Haha... Kamu memang selalu bisa diandalkan Rey, ayo pulang, aku gak mau Hana terlalu jauh menuntun sepeda motornya, kasihan dia sudah lelah" Daffa semangat.


Akhirnya Daffa dan Rey pun berjalan keluar ruangan dan pulang. Tak lupa Daffa membawa pulang data data nama Zahra yang sudah di print out oleh Hana. Di dalam lift Daffa bertanya.


"Siapa yang mengempeskan ban motor Hana, dan kapan kamu menyuruhnya Rey? " Daffa.


"Satpam tuan, saat tuan meminta nona Hana untuk bareng, tapi nona Hana menolak" jawab Rey.


"Kamu pintar juga ternyata Rey" puji Daffa.


"Mari tuan, itu mobilnya" tunjuk Rey.


Daffa dan Rey pun bergegas masuk ke mobil.


"Kunci pintu depan Rey, dan bilang kalau pintunya rusak. Biar Hana duduk di sini! " perintah Daffa.


Rey pun mengunci pintu disampingnya.

__ADS_1


"Modus juga nih tuan" batin Rey.


"Itu Hana" tunjuk Daffa.


Rey menekan klakson dan berhasil membuat Hana menoleh ke belakang.


Daffa membuka pintu belakang, dan mengajak Hana masuk.


flashback off....


Daffa teringat dengan semua nama Zahra yang sudah hana kumpulkan. Iya bergegas mengambil kertas itu dan turun mencari mama dan papa nya. Melihat orang tuanya berada di ruang tv, Daffa menghampirinya.


"Pa, ma " Daffa menyapa dan bergabung dengan mereka.


"Ada apa Daffa? " tanya papa nya.


"Ini data nama Zahra yang sudah dikumpulkan Hana, mungkin mama masih ingat dengan wajahnya, kita bisa mengucapkan terimakasih kepadanya, dan mungkin memberinya imbalan karena sudah menolong mama" tutur Daffa.


"Coba mana" kata bu Sarah sambil meminta kertas tersebut dan memeriksanya satu persatu.


"Ternyata kemarin itu perbuatan Yuda Bagaskara pa" Daffa memberitahu.


"Bukannya itu anak Adi Bagaskara, dari Bagaskara grub? " tanya tuan Aji Utama.


"Benar pa, Daffa belum tahu apa sebenarnya mau mereka. tapi kita harus waspada pa, ma" Daffa.


"Kamu benar nak, dan ini banyak sekali nama Zahra disini, tapi tak ada satupun gadis yang menolong mama itu " kata ibu Sarah.


"Yah, tak ada juga ya, besok Daffa cari lagi" tutur Daffa.


"Rencana kamu apa Daffa? " tanya papa.


"Nanti saja pa, Hana terlalu pintar dalam ilmu IT. Kalau mereka berani mengusik keluarga ini lagi kita beri pelajaran secara halus" tutur Daffa.


"Kamu sangat cerdas nak" puji papa Daffa.


"Oh iya, besok malam jadi kan ke rumah Hana ? tanya mama Daffa.


"Jadi pa, Daffa sudah bilang ke Hana. Dan dia sudah setuju"


"Wah, sebentar lagi anak mama sama papa gak akan jomblo lagi" goda mama Daffa.


"Hehe, do'ain saja ya ma, pah. semoga lancar seterusnya" jawab Daffa.


"Ya sudah sana, sekarang kamu istirahat" suruh mama Daffa.

__ADS_1


"Baik ma, Daffa istirahat dulu" sambil berlalu ke naik ke kamarnya.


TBC.....


__ADS_2