
Daffa dengan santai menggandeng tangan Hana. Menautkan jari-jarinya disela-sela jari Hana serta menggenggamnya kuat. Hana yang berusaha melepaskan tangannya pun tak berhasil. Iya hanya menunduk. Semua yang berada di sana melongo menyaksikan pemandangan langka ini. Daffa berjalan bangga sambil berlalu ke dalam lift. Setelah Daffa tak terlihat, semua karyawan kantor mulai berbisik-bisik.
"Hani, kamu lihat tadi? " tanya Ayu, resepsionis yang pernah merendahkan Hana.
"Iya Yu, pantas saja pak Daffa waktu itu sangat marah. Ternyata mereka mempunyai hubungan! " Jawab Hani.
"Apa ini benar yang aku lihat, kenapa tuan Daffa dan bu Hana bergandengan tangan? " kata salah satu karyawannya..
"Aduh, patah hati berjama'ah ini sekantor!" sahut yang lain.
"Mereka benar-benar pasangan yang serasi, seandainya aku berada di posisi bu Hana.
"Sepertinya aku lebih baik dan lebih cantik dari anak bau kencur itu untuk menjadi pendamping Tuan Daffa!" seseorang berkata sinis setelah memandang Hana dan Daffa bergandengan tangan.
Dan masih banyak lagi bisikan-bisikan yang lain. Ada yang memandang Hana merendahkan, ada yang kagum dan ada yang menyebut Daffa dan Hana adalah pasangan yang serasi.
Hana Dan Daffa keluar lift dan berjalan menuju ruangan Daffa tanpa melepaskan tautan tangan mereka. Hana yang sudah berada di depan mejanya berhenti dan berusaha melepaskan tangannya.
"Kenapa sayang? " Daffa bingung karena Hana berhenti.
"Mas, itu meja Hana! " sambil menunjuk meja disampingnya.
"Kamu masuk dulu, sebentar saja, ya! " Daffa sambil menarik Hana untuk mengikutinya. Hana yang ditarik pun menurut saja. Daffa menutup pintu.
Sesampainya di dalam ruangan, Hana hanya mematung. Daffa yang sudah duduk di kursi kebesarannya pun memanggilnya.
"Sayang, sini! " sambil melambaikan tangan, Hana pun mendekat. Dan saat sudah di depan Daffa, tangan Hana di tarik oleh Daffa hingga jatuh ke pangkuannya. Hana yang terkejut pun tak bisa berbuat apa-apa. Iya menundukkan kepala karena Daffa terus memandang intens. Daffa meraih dagu Hana untuk balas memandangnya. Dan kecupan singkat mendarat di bibir Hana. Hana kaget karena tiba-tiba Daffa menciumnya. Pipinya memerah karena malu, sedangkan jantungnya terasa mau lompat keluar dari tempatnya.
"Sangat manis" Ucap Daffa sambil mengelus bibir Hana dengan ibu jarinya.
"Mmm... Mas, ini di kantor, dan sudah waktunya kerja! " Hana mencoba mengalihkan suasana seperti ini. Namun Daffa malah melingkarkan tangannya di perut Hana dan mengeratkannya, Hana merasa geli dengan tingkah Daffa.
"Boleh ya, cium dikit saja" Ucap Daffa sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Hana. Kini jarak mereka tinggal beberapa centi. Membuat Hana gugup dan menolehkan wajahnya. Namun dengan gesit Daffa menangkup pipi Hana dengan tangan kekarnya. Kembali mendekatkan bibirnya. Hana hampir memejamkan mata dengan perlakuan Daffa. Namun belum sempat bibir Daffa menyentuh bibir ranum Hana, pintu terbuka dari luar. Dan menampakkan sosok Rey.
"Maaf tuan, saya tidak melihat" tutur Rey yang melihat, segera berlalu menutup pintu dengan cepat.
"Astaga. Tuan Daffa, hilang sudah kesucian mata ku yang berharga ini" Gumam Rey sambil berjalan menuju ke meja Hana.
__ADS_1
Daffa yang didalam pun mengumpat didalam hati.
"Dasar Rey, datang disaat yang tidak pas, aku juga tadi lupa mengunci pintunya. Lupa juga kalau Rey belum datang" batin Daffa tak ingin di dengar Hana.
Sedangkan Hana yang gugup setengah mati pun langsung berdiri. Betapa malunya Hana karena saat Daffa akan menciumnya ada Rey yang melihatnya. Iya begitu cemas. Namun lain halnya dengan Daffa, iya tampak tenang biasa saja.
"Mas, maaf ada pak Rey" Hana berdiri karena terkejut, lalu merapikan bajunya.
"Hm, tak apa sayang, kembalilah ke mejamu. Ayo kita bekerja!" Daffa berdiri mendekati Hana memegang pundak Hana mencium pucuk kepalanya. Hana yang masih khawatirpun menurut untuk kembali ke mejanya. Namun iya merasa malu jika nanti bertemu dengan Rey.
"Jangan khawatir Hana sayang. Kita ini sudah halal, dan Rey juga sudah dewasa. Dia pasti pahamlah" Ucap Daffa lembut kepada Hana.
"Aku keluar dulu mas, ini sudah jam 7 lebih" ucap Hana sambil berjalan keluar. Saat membuka pintu iya terkejut. Ternyata Rey duduk di mejanya.
"Mmm, pak Rey" sapa Hana
"Selamat pagi Nona Hana" Rey menyapa Hana kembali dengan sopan dan membungkukkan badannya sedikit. Hana yang melihat itupun tersenyum kaku, Iya merasa canggung kepada Rey karena kejadian tadi.
"Saya ke dalam dulu non. Selamat bekerja" pamit Rey sambil berjalan menuju ke ruangan Daffa.
"Bodoh banget sih aku, hah. Kenapa tadi mas Daffa ngga ngunci pintu, aku juga lupa kalau pak Rey belum datang" gumamnya sendiri. Ingin rasanya Hana berlari keluar kantor dan tidak kembali lagi saking malunya.
"Aaa, bodo amat lah sama pak Rey. dia kan sudah dewasa, mendingan aku menyiapkan jadwal mas Daffa saja" Hana masih bergumam sendiri sambil menyiapkan berkas-berkas dan jadwal Daffa hari ini.
Di dalam ruangan, Daffa melihat Rey yang membuka pintu dan masuk.
"Selamat pagi tuan Daffa" sapa Rey
"Pagi Rey" sahut Daffa singkat.
"Ini jadwal tuan hari ini" tutur Rey mendekat sambil menyerahkan lembaran jadwal Daffa.
"Baik, kamu duduklah" kata Daffa tanpa menoleh ke arah Rey.
"Hmmmm... Rey? " Daffa memanggil rey kembali.
"Iya tuan" jawab Rey membalikkan badannya.
__ADS_1
"Kamu jangan menggoda Hana. Kamu tahu kan kalau Hana anaknya sangat pemalu! " kata Daffa to the point.
"Itu tidak akan pernah terjadi tuan. Saya sangat menghargai privasi orang lain, dan inikan kantor tuan Daffa sendiri. Tuan bebas mau melakukan apapun di sini. Dan untuk Nnona Hana, saya pastikan nona akan bekerja dengan tenang dan nyaman disini" balas Rey panjang
"Bagus kalu mengerti, saya minta maaf soal tadi" Ucap Daffa sopan. Meskipun Rey adalah bawahannya Daffa. Namun iya tetap menghargai.
"Tidak apa tuan. Kalau begitu saya akan melanjutkan pekerjaan saya" Rey berlalu menuju meja kerjanya, dan mereka bekerja dengan diam.
Hana yang bekerja di luar pun sama halnya dengan Daffa dan Rey. Iya mengecek seluruh laporan sebelum menyerahkan ke Daffa.
Saat sedang sibuk mengecek satu persatu laporannya. Ada seseorang wanita datang dengan mengenakan pakaian yang sexi. Memperlihatkan lekuk tubuhnya.
"Permisi, apa tuan Daffa ada di dalam?" tanya wanita tersebut terlihat sedikit sombong.
"Ada kak" jawab Han sopan.
"Boleh saya masuk, nama saya Amanda" Katanya sambil menhenalkan diri.
"Sebentar ya, saya tanyakan dulu kepada tuan Daffa" jawab Hana profesional karena ini berada di lingkungan kantor. Hanapun berdiri dan menuju ke ruangan Daffa. Iya mengetuk pintu dan terdengar sahutan dari dalam.
"Masuk" jawaban dari dalam.
Hana masuk dan menutup pintunya kembali
"Di luar ada orang mencari bapak, nanya Amanda" tutur Hana.
Daffa mengerutkan dahinya. Iya mencoba mengingat ingat siapa Amanda.
"Suruh masuk saja, aku lupa, Amanda siapa ya" kata Daffa, iya juga profesional karena ini jam kerja.
"Baik" jawab Hana sambil berjalan ke arah pintu.
Setibanya diluar, iya berbicara dengan wanita tadi
"Silahkan masuk Nona, anda ditunggu di dalam" Ucap Hana sopan, dan wanita itupun masuk keruangan Daffa lalu menutup pintunya.
TBC...
__ADS_1