KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Gugup


__ADS_3

Sesampainya di atas, Hana langsung diajak masuk keruangan Daffa. Namun belum sempat masuk, Hana menghentikan langkah kakinya didepan pintu. Daffa yang menyadari keraguan Hana segera berbicara.


"Tenang saja Han, ada Rey juga kok di dalam" Kata Daffa.


"Mmm.. iya pak maaf" sambil melanjutkan langkahnya kedalam ruangan Daffa. Hana takjub dengan ruangan Haffa. disana iya melihat Rey yang sibuk dengan pekerjaannya. Hingga akhirnya Rey menyadari bahwa Daffa telah kembali bersama seorang gadis.


"Assalamualaikum, nona Hana" Rey berdiri dan sedikit menunduk.


"Wa'alaikumsalam" jawab Daffa dan Hana bersamaan.


"Kamu duduk dulu Han disofa itu" kata Daffa sambil menunjuk sebuah sofa. Hana pun mengangguk dan segera menuju ke sofa.


"Rey, tolong panggilkan dio kesini" perintah Daffa.


"Baik tuan" jawab Rey.


"O h,iya Han, nanti kamu interview dulu dengan pihak HRD ya" tutur Daffa.


"Iya pak" Hana..


"Hari ini Dita cuti memeriksakan kehamilan. Dia mau cuti melahirkan beberapa hari lagi, jadi kamu harus menggantikan Dita terlebih dahulu. Jadi kamu hari ini mempelajari teori dulu ya, besok Dita masuk dia bakal ngajarin kamu" Jelas Daffa dengan lembut sambil menatap Dana. Dan Hana pun hanya menunduk.


Tak lama setelah Rey menelpon Dio, Dio datang mengetuk pintu.


"Iya tuan Daffa, ada yang bisa saya bantu? " tanya Dio dengan sopan.


"Kamu interview Hana dulu Dio, dia yang akan menggantikan Dita untuk sementara! " perintah Daffa.


"Baik tuan" sambil mengajak Hana "mari nona ikut saya"


"Disini saja Dio" tegas Daffa.


Dio pun tak kaget dengan perlakuan Daffa ke Hana, karena sebelumnya Rey sudah menceritakan siapa Hana.


Dan Hana pun melakukan interview dengan Dio. Sedangkan Daffa mengecek rekaman CCTV di lobby. Iya ingin tahu apa yang dikatakan oleh 2 receptionis itu kepada Hana. Tak lama Daffa terlihat menahan marah. Namun iya menahannya. Iya segera berjalan untuk turun ke lobby. Sesampainya di lobby, Daffa langsung menemui Ayu dan Hani.

__ADS_1


"Mengapa kalian bersikap tidak sopan kepada tamuku? " tanya Daffa dengan dingin. Dan itu berhasil membuat Ayu dan Hani ketakutan. Mereka berdiri dan meremas remas jarinya sendiri. Saking takutnya mereka sampai berkeringat.


"Aaa aaan aanu tuan.. Saya mohon maaf atas ketidaksopanan saya kepada nona tadi, saya fikir nona hanya orang iseng yang berpura pura tuan" Kata Ayu dengan gemetar di tubuhnya.


"Apa aku pernah merendahkan semua orang yang ingin menemuiku ? tanya Daffa lagi.


"Tidak tuan" mereka menjawab dengan nada ketakutan.


"Lalu siapa yang mengizinkan kalian bersikap seperti itu kepada orang lain? " mereka hanya diam saja.


"Ingat ya, sekalipun yang datang ke sini adalah seorang pengemis. Kalian tetap harus menghargainya. Jangan pernah menganggap orang lain lebih rendah dari kalian, kalian paham kan, semua orang itu sama, tak ada yang berbeda" tegas Daffa dengan nada sedikit tinggi, semakin membuat ke 2 receptionis itu terbungkam.


"Kami mohon maaf tuan, kami tidak akan mengulangi hal serupa seperti tadi" kata Hani


"Dan kamu, siapa nama kamu, Ayu Wardani. apa setiap kali ada tamu yang kesini dengan penampilan biasa saja kamu selalu memperlakukan mereka seperti itu ? tanya Daffa mengintrogasi, namun Ayu hanya diam.


"Jawab" Daffa sedikit membentak.


"Iya tuan, saya mohon maaf, beri saya kesempatan lagi, saya akan merubah sikap saya tuan" kata Ayu memelas.


"Kamu itu sudah merusak citra perusahaan saja, apa kamu tidak sadar diri, dengan kelakuan kamu yang seperti itu, membuat orang memandang perusahaan ini buruk, karena mempekerjakan seseorang yang bertabiat buruk sepertimu" Daffa semakin marah, Ayu dan hani hanya terdiam.


"Iya tuan, kami paham, mohon maafkan saya, dan terimakasih untuk kesempatannya" kata Hani.


"Bekerjalah dengan baik, jangan membuat kesalahan lagi" Daffa berkata sambil berlalu menuju ke ruanganya.


Setelah Daffa sudah tak terlihat, Hani melayangkan protes ke ayu.


"Alhamdulillah, beruntung kita tidak dipecat. kalau sampai dipecat, entah apa yang akan aku lakukan. Yu, benar kata pak Daffa. Tidak seharusnya kamu bersikap seperti itu. Lihat saja pak Daffa. Sudah kaya, tampan, baik lagi. Kurang apa coba. Kalau dia tidak baik maka kita sudah berakhir hari ini" Kata Hani panjang lebar.


"Maaf ya Han, karena gak dengerin kamu, kita jadi kena masalah" sesal Ayu.


"Sudah nggak apa apa, yang penting kita masih diberi kesempatan sama pak Daffa" Hani.


Dan didalam ruangan Daffa. Hana sudah selesai dengan interviewnya. Dia menerima sebuah teory yang diberikan oleh Rey. Hana sudah duduk di luar duduk di meja Dita. Mencoba mempelajari. Dan datanglah Daffa. Hana segera berdiri dan sedikit membungkukkan badannya. Iya tak mau di perlakukan berbeda dari teman teman kerjanya. Daffa lewat depan Hana dan tersenyum.

__ADS_1


"Kalau ada yang tidak paham, tanyakan saja, jangan sungkan" kata Daffa.


"Baik pak, terimakasih" Hana


"Ya sudah lanjutkan saja dulu, saya mau ke dalam" pamit Daffa.


"Baik pak"


Sudah hampir beberapa jam Hana mempelajari teory itu. Iya sudah sedikit paham tentang peraturan dan pekerjaan apa saja di sana. Jam menunjukkan waktu makan siang. Daffa keluar dari ruangannya.


"Sudah waktunya istirahat" kata Daffa.


"Iya pak" jawab Hana menunduk.


"Ikut saya keluar untuk makan siang ya, ada yang ingin saya bicarakan" Kata Daffa dengan memelankan suaranya. Hana yang sedikit kagetpun mendongakkan kepalanya. Sekali lagi, mata mereka bertemu. Untuk beberapa saat mereka saling pandang. Hingga akhirnya rey membubarkan lamunan Daffa dan Hana. Daffa tersenyum melihat cara pandang Daffa ke Hana. Sangat dalam.


"sudah ayo han, jangan lama lama" kata daffa


"Iya pak" jawab Hana sambil berdiri dan berjalan mengikuti Daffa, sedangkan Rey berjalan dibelakang Hana.


Saat mereka keluar lift, semua mata tertuju kepada mereka bertiga. Hana merasa malu menjadi pusat perhatian. Sedangkan Rey dan Daffa seperti biasa.


Rey berjalan menuju ke parkiran, Hana dan Daffa menunggu di lobby. Mereka segera menaiki mobil saat Rey sudah terlihat.


"Kita makan dimana tuan? " tanya Rey.


Ke restoran Jepang yang di depan sana saja Rey, yang lebih dekat! "jawab Daffa.


Setelah sampai di restoran. mereka turun. memesan makanan.


Disaat menunggu pesanan datang. Daffa berbicara.


"Han, Insya Allah sabtu nanti orang tuaku akan datang kerumahmu" kata Daffa pelan.


hana sedikit terkeju, lalu menjawab "Baik tuan"

__ADS_1


Tak lama menunggu, makanan pun sudah datang. Dan mereka makan dalam diam. Hanya suara dentingan sendok dan garpu yang sesekali terdengar. Perasaan gemuruh, jantung Hana berdetak lebih cepat dari biasanya. Hana mencoba menetralkan perasaan gugupnya agar tak terlihat oleh Daffa dan Rey. Setelah mereka selesai makan, mereka kembali ke kantor.


TBC


__ADS_2