
Didalam sebuah kamar yang tak begitu luas. Seroang lelaki paruh baya berbaring sendiri saat terbangun dari tidurnya di sepertiga terakhir waktu malam. Iya tak mampu menggerakkan kakinya. Iya mencoba untuk duduk meskipun masih kesulitan. Iya memaksa untuk tetap duduk. Sebenarnya iya ingin bangun dan dapat pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Namun iya tak mampu. Kembali duduk karena iya takut jika jatuh akan merepotkan anak-anaknya. Akhirnya iya hanya membaca dzikir dan mengirimkan hadiah surat Al fatihah untuk istri tercintanya. Hingga subuh menjelang terdengar suara merdu adzan. Seorang anak membuka pintu, mendapati sang ayah sudah bangun, Bilal segera menghampiri.
"Ayah sudah bangun? " Tanya Bilal.
"Iya Bil, ayah mau wudhu" Ucap ayah.
"Iya, Bilal bantu. Nanti kita sholat berjamaah. Sepertinya Daffa dan Hana juga sudah bangun" Ucap Bilal sambil membuka selimut yang menutupi separuh tubuh ayahnya.
"Bilal angkat ya yah" Ucap Bilal. Akhirnya pak Bahtiar pun sudah pindah ke kursi rodanya. Bilal mendorong ke depan kamar mandi lalu membantu ayahnya mengambil wudhu. Setelahnya mereka keluar. Hana dan yang lain sudah menunggu diruang sholat, sebuah kamar yang dirubah untuk melakukan sholat berjamaah dikeluarga ini. Mereka melaksanakan kewajiban dengan khusyuk.
Pagi menjelang, beberapa santri dari pesantren Kyai Mustofa bertamu ke rumah pak Bahtiar. Termasuk Smith yang ikut dalam rombongan tersebut.
"Assalamualaikum" Ucap salah satu dari mereka.
"Wa'alaikumsalam" Jawab Daffa yang bersiap ingin pergi ke kantor.
"Tuan Daffa" Sapa Smith.
"Mr. Smith" Balas Daffa.
"Terimakasih ya. Kalian bisa kembali" Ucap Smith begitu sudah sampai di rumah Hana.
"Mr. Smith, ada apa? " Tanya Daffa.
"Bisa kita bicara, istri dan kakakmu juga harus tahu, aku mau memberitahu sesuatu" Ucap Smith pelan. Iya takut jika pak Bahtiar tahu akan semakin trauma. Karena sampai saat ini pak Bahtiar belum mau menceritakan semua kejadian kecelakaan itu. Iya ketakutan saat ditanya. Akhirnya anak-anaknya mengerti. Dan belum bisa menemukan titik terang. Smith yang mengetahui itu segera melacak keseluruhan. Karena kejadian jauh dari jangkauan cctv, Smith harus memutar otak menemukan semuannya. Hingga hampir seminggu baru bisa menemui titik terang.
__ADS_1
"Ada apa? " Daffa penasaran.
"Tentang kecelakaan itu" Ucap Smith sambil mendekat dan berbisik.
"Kamu melacak? " Tanya Daffa.
"Iya" Smith mengangguk.
"Sebentar ya. Ayah ada didalam. Tolong jangan sampai ayah tahu. Ayah belum bisa diajak bicara. Sepertinya beliau masih ketakutan" Tutur Daffa.
"Iya, saya tahu tuan Daffa" Jawab smith.
"Mari masuk! " Ajak Daffa. Dan mereka pun masuk. Dan saat itu pula Bilal aan berangkat.
"Smith" Ucap Bilal.
"Kita berangkat bareng saja ya mas. Smith mau keluar bareng kita" Ucap Daffa sambil mengedipkan mata ke mas Bilal. Karena ayah ada disana. Bilal pun mengerti. Iya setuju.
"Kita berangkat sekarang ya" Ucap Daffa. Dan setelah berpamitan. Mereka berangkat.
"Pak Andi, dirumah saja. Kalau ikut mobil ngga muat. Soalnya Smith mau ikut kita. Biar aku yang nyetir" Ucap Daffa sambil memberikan kunci sepeda motor.
"Baik tuan" Ucap pak Andi sambil menyerahkan kunci mobil. Daffa pun berangkat dengan yang lain.
Didalam mobil, Bilal bertanya karena penasaran.
__ADS_1
"Daffa, ada apa? " Tanya Bilal.
"Kita cari tempat saja dulu ya mas, biar enak ngobrolnya. Ini Smith sudah berhasil melacak pelakunya" Ucap Daffa.
"Smith, benarkah itu? " Tanya Bilal.
"Insya Allah mas. Kita cari tempat dulu. Nanti aku tunjukkan semua" Jawab Smith.
"Bagaimana kalau kita ke perusahaan tuan Daffa saja. Saya fikir itu lebih aman. Jika misalnya ada yang memata-matai kita, mereka tidak akan bisa masuk ke perusahaan? " Ide Smith.
"Iya, Begitu lebih baik" Ucap Daffa. Akhirnya mereka memutuskan untuk ke perusahaan Daffa.
Di rumah, Rani hanya bertugas menjaga ayah serta mengawasi. Rani menyuapi ayah dengan telaten. Sedangkan Yusuf menunggu disampingnya.
"Kakek, kakek sudah janji sama Yusuf katanya mau jalan-jalan. Kakek cepat sembuh ya" Ucap Yusuf. Lalu iya memeluk pak Bahtiar dengan polosnya. Pak Bahtiar mengelus kepala cucunya sambil tersenyum.
Diperusahaan Daffa. Smith menjadi pusat perhatian karyawan perusahaan disana. Banyak yang menyapa dengan ramah kepada Smith. Smith pun bersikap ramah dan membalas sapaan mereka. Mereka berjalan menuju ruangan Daffa. Mereka segera masuk. Dan ternyata Rey dan Nadia sudah ada disana. Mereka beranjak untuk berdiri. Dan menyapa Daffa dan yang lain.
"Duduklah Smith! Ucap Daffa sambil melepas jasnya. Mereka pun duduk disofa.
"Rey, kemarilah! " Panggil Daffa. Rey pun berjalan mendekat dan bergabung dengan Daffa.
"Nadia, kamu tunggu diluarya, jangan biarkan siapapun masuk! " Perintah Daffa.
Smith mengeluarkan laptop, tablet dan juga ponselnya. Iya menyalakan lalu mencari semua data yang sudah iya persiapkan.
__ADS_1
"Tuan Daffa, coba perhatikan semua video yang sudah saya ambil dari beberapa cctv ini" Ucap Smith sambil memutar Laptopnya mengrahkan ke Daffa dan yang lain. Daffa pun memperhatikan dengan baik apa yang terputar dalam video tersebut.
TBC