
"jika memang sudah siap, kita mulai saja akad nikahnya" tutur Kyai Mustofa.
"Baiklah.. Karena hari sudah semakin malam" jawab Daffa.
"Sudah siap semuanya ? tanya Kyai Mustofa.
Daffa duduk didepan penghulu dan ayah Hana. Sedangkan Hana duduk di belakang Daffa.
Kyai Mustofa memberikan ceramah singkat seputar rumah tangga untuk kedua mempelai.
Pak Bahtiar sendiri yang melakukan ijab kabul untuk putrinya.
Pak Bahtiar menjabat tangan Daffa. Dan dengan tegas mengucapkan
“Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Daffa Yudhistira Utama bin Aji Utama dengan anak saya yang bernama Hana Azzahra binti Bahtiar Permana dengan mas kawin berupa kalung seberat 17 gram dibayar Tunai.” ucap pak Bahtiar tegas.
Daffa pun tak kalah tegasnya dengan pak Bahtiar, iya menjawab
"saya terima nikah dan kawinnya Hana Azzahra binti Bahtiar Permana dengan maskawin tersebut dibayar tunai" Dengan lantang Daffa menjawab.
"Bagaimana saksi, SAH? "ucap Kyai Mustofa
"SAAAAH" jawab semua orang yang hadir disana dengan tegas.
"Alhamdulillahirobil'alamin" Hana menangis haru. Begitupun dengan bu Sarah dan bu Sholihah.
Kyai Mustofa membacakan do'a
"Barakallahu lakuma wa baraka ‘alaikuma wa jama’a bainakuma fi khair"
Artinya : Semoga Allah karuniakan barakah pada kalian berdua, dan semoga Ia limpahkan barakah atas kalian berdua, dan semoga Ia himpun kalian berdua dalam kebaikan.
"Aamiin" jawab semua yang hadir disana.
"Nak Daffa dan nak Hana sekarang sudah sah menjadi suami istri" Ucap Kyai Mustofa.
Hana yang berada di belakang Daffa pun bergeser maju ke samping Daffa. Iya meraih tangan Daffa lalu menciumnya. Begitupun sebaliknya Daffa mencium kening Hana. Hana merasa kaku dengan posisi seperti ini. Rasanya entah seperti apa. Yang pasti hatinya berdesir saat iya memegang tangan Daffa. Apalagi saat Daffa mencium keningnya.
"Alhamdulillah, akhirnya kalian sudah sah" Pak Bahtiar mengucapkan selamat kepada kedua mempelai.
__ADS_1
Mereka semua merasa terharu. Setelah acara selesai. Tuan rumah memberikan jamuan kepada seluruh tamu yang hadir. Daffa dan Hana duduk berdampingan. Mereka terlihat sangat bahagia. Daffa tak henti hentinya memandang wajah cantik Hana. Iya berharap Hana adalah pelabuhan cintanya untuk yang pertama dan terakhir. Walaupun sebenarnya Daffa pernah dekat dengan seseorang. Namun saat itu Daffa masih belum bisa menerima dengan sepenuh hati. Karena wanita itu adalah anak dari rekan bisnisnya. Daffa sebenarnya sudah mulai jatuh hati dengan gadis itu. Namun sayang, Daffa dikhianati. Sejak saat itu, Daffa menutup hatinya untuk wanita manapun. Namun saat melihat Hana, iya merasa hatinya bergetar, dan jantungnya selalu berdetak dengan cepat. Iya merasakan kedamaian saat memandang Hana.
Saking asyiknya memandang Hana, Daffa tak sadar jika pandangan semua orang tertuju padanya. Hana yang menyadari akan hal itu hanya bisa menundukkan kepala. Pipinya sudah merah bagaikan kepiting rebus.
"Hmmm hmmm" Rey yang berada disamping Daffa pura pura batuk untuk menyadarkan Daffa dari lamunannya.
"Jangan lama-lama mandangnya Daffa, nanti di hipnotis lo sama Hana" canda mama Daffa.
Daffa yang tersadar pun hanya bisa tersenyum.
"Silahkan di makan mas Daffa" Hana yang terlihat malu malu terasa begitu menggemaskan bagi Daffa. Hana mengambilkan nasi ke piring Daffa. Dan tanpa sepengetahuan siapapun, Rani sejak tadi mengambil foto mereka, sebagai kenang-kenangan.
"Terimakasih istriku" Daffa dengan tenang memanggil Hana dengan sebutan Istriku. Membuat hana semakin kikuk.
Setelah semua selesai. Keluarga Daffa dan seluruh tamu pun undur diri. Hanya Daffa yang tinggal. Kini di rumah hanya ada keluarga Hana, ditambah satu anggota baru, yaitu Daffa.
Mereka membereskan sisa acara. Hana yang melihat Daffa akan membantu pun melarangnya. Namun daffa bersikeras untuk membantu.
"Mas Daffa istirahat saja ke kamar Hana. Bersih-bersih badan dulu. Ini biar hana yang membereskan" kata Hana pelan.
"Biar cepat selesai sayang" Hana bagaikan ada sesuatu yang berdesir di hatinya saat mendengar Daffa memanggilnya sayang. Iya pun tersenyum. "Sangat manis" ucap Daffa lirih
"Ciee ciee... Pengantin baru" celetuk mbak Rani.
"Mbak kan juga pengantin baru" jawab Daffa.
"Baru beberapa tahun maksudnya" Hana menimpali. Dan sontak membuat semua tertawa.
"Sudah sana, kalian bersih bersih terus istirahat, ini biar mbak yang membereskan" kata mbak Rani sambil meraih sapu ditangan Hana.
"Mmm.. tidak apa apa mbak, kami bantu bantu dulu" jawab Daffa.
"Pengantin baru tempatnya dikamar. Bukan di ruang keluarga hahaha" mbak Rani menjawab lagi sambil tertawa. Sontak hal tersebut membuat Hana malu.
"Yuk sayang, kita ke kamar. Serahkan urusan ini kepada mbak Rani yang baik hati dan tidak sombong ini" Daffa menimpali dengan candaan sambil merangkul Hana dan berjalan menuju ke kamar Hana.
Sesampainya mereka di kamar, Hana bingung mau apa. Iya hanya diam mematung di depan pintu. Sampai Daffa memanggilnya.
"Hana, kok melamun?" Tanya Daffa.
__ADS_1
"Mmmmm... Anu mas, itu. Kalau mau mandi biar Hana siapkan dulu" Hana pun langsung berlalu ke kamar mandi. Menyiapkan air hangat untuk Daffa. Dan alangkah terkejutnya Hana ketika akan keluar, Daffa sudah berada di depan pintu.
"Mas daffa, airnya sudah siap. Silahkan mandi" tutur Hana.
"Terimakasih Hana sayang" jawab Daffa sambil menggoda Hana
"Kamu ngga mau mandi bareng mas ? tanya Daffa masih tetap menggoda.
"Hah" Hana spontan langsung mundur. Entah mengapa.
"Hehe.. Tenang sayang. ngga akan kok. Ya sudah mas mau mandi dulu" Daffa bergegas masuk ke kamar mandi. Hana menghembuskan nafas lega.
Sekitar 15 menit Daffa keluar kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk di pinggangnya. Hana pun menoleh saat melihat Daffa yang bertelanjang dada. Entah mengapa iya merasa malu. Daffa berjalan semakin mendekat ke arah Hana.
"Sayang, kamu punya kaos yang besar atau tidak, aku tidak punya kaos" Kata Daffa sambil melepas ikatan handuknya.
"Sa... Saya carikan dulu ya" Hana menjawab sambil berlalu menuju lemari. Iya membuka lemari dan mencari sesuatu di sana.
"Ini mas. Mungkin muat di mas" Hana menyerahkan kaos berwarna putih
"Terimakasih sayang" Daffa mengambil kaos dari tangan Hana.
"Saya mandi dulu mas" hana menunggu Daffa
"Handuknya mana mas" tanya hana.
"Oh, kamu nunggu handuk. Sini ambil kesini" kata Daffa sambil mengerlingkan matanya genit.
"Mmmmm... Ngga usah pakai handuk saja mas" kata Hana langsung berlari ke dalam kamar mandi.
Daffa yang melihat tingkah Hana pun menggelengkan kepalanya sambil tertawa.
"Hana, maaf ya tadi mas cuma bercanda. Ini handuknya" Daffa berdiri di depan pintu menunggu Hana membukakan.
"Nanti saja mas, Hana sudah bawa baju ganti kok. Mas tunggu saja sambil istirahat" sahut Hana dari dalam kamar mandi
"Baiklah" Daffa menuruti keinginan Hana. Berjalan menuju ke kasur lalu merebahkan tubuhnya sambil memejamkan mata.
TBC....
__ADS_1