
Siang ini Daffa tak jadi pergi mengurus surat-surat untuk Haidar. Iya menyuruh salah satu orang kepercayaannya. Daffa pergi menuju ke kantor karena Rey menelpon jika ada berkas penting yang harus di tanda tangani. Dan sore sekitar jam 2 ada meeting. Setelah meeting, sore hari Daffa harus berangkat menuju ke tempat pembangunan proyek yang terhenti beberapa hari ini.
"Sayang, kita jalan-jalannya nanti saja ya. Sekalian meninjau proyek di Bandung" Kata Daffa kepada Hana.
"Iya mas, ngga apa-apa" Jawab Hana sambil tersenyum. Dan mereka mengendarai mobil menuju kantor.
Sesampainya di kantor. Hana dan Daffa menjadi pusat perhatian para karyawan. Daffa tetap menggenggam tangan Hana erat. Mereka berjalan menyusuri gedung utama grub. Masuk ke dalam lift dan menuju ruangan Daffa. Tanpa mengetuk pintu, Daffa masuk ke ruangannya. Terlihat Rey yang sibuk dengan tumpukan berkas di depannya.
"Tuan sudah datang? " Sapa Rey begitu melihat Daffa. Iya membungkuk sedikit tanda penghormatan.
"Iya Rey. Semalam aku ada urusan hingga harus diselesaikan hingga kini. Tadi aku juga meminta Nanda untuk mengurus surat-surat. Rey yang belum paham mengerutkan dahi karena bingung.
"Maksud tuan surat-surat apa? " Tanya Rey. Daffa pun menceritakan kejadian semalam kepada Rey.
Daffa menceritakan dengan detail tentang Haidar kepada Rey. Sedangkan Rey menyimak dengan serius.
"Tadi malam aku keluar sama Hana, terus hampir menabrak seorang anak kecil yang dikejar-kejar dua bodyguard Rey. Anak itu berumur sekitar 7 tahun" Ucap Daffa.
"Lalu, apa tuan menolong anak itu dan membawanya pulang? " Tanya Rey bertanya sambil menebak.
"Kamu tahu Rey, ternyata anak itu anak Arya Mandala. Cucu dari tuan Wira Mandala. Orang tuanya meninggal sekitar kurang lebih 2 minggu yang lalu karena kecelakaan. Dia diasuh oleh pamannya yang bernama Andre Mandala. Namun tidak diperlakukan dengan baik. Haidar kabur, dan juga ngga mau kembali ke mereka. Aku curiga Andre Hanya mengincar perusahaan yang seharusnya menjadi hak Haidar" Jelas Daffa panjang lebar.
"Apa tuan mengangkat Haidar menjadi anak tuan dan nona Hana? "Tanya Rey menebak.
"Tepat sekali seperti itu. Dan tadi Nanda aku suruh untuk mengurus surat-surat Haidar. Namanya berubah menjadi Utama, Bukan Mandala lagi" Jelas Daffa kembali.
"Apa ini tidak terlalu beresiko untuk keluarga Utama tuan? "Tanya Rey balik.
__ADS_1
"Kamu tenang saja. Aku dan papa sudah memikirkan segala resikonya. Kamu tahu kan keluarga Utama? " Daffa menjawab dengan tenang. "Tapi ini hanya untuk sementara Rey, sampai Haidar bisa memimpin perusahaan orang tuanya. Untuk saat ini biarkan kakeknya yang memegang" Daffa berbicara serius. Rey hanya mendengarkan.
"Kamu urus semuanya. Kamu cari tahu tentang keluarga Mandala. Dan satu lagi, Kita harus bisa memegang saham di perusahaan Mandala, paling tidak 50%. Kamu urus semuanya" Perintah Daffa.
"Baik tuan. Dan mohon maaf, ini surat-surat pernikahan tuan sudah jadi. Ini juga ada beberapa brkas yang harus ditanda tangani. Nanti jam 2 akan ada meeting dengan Atmaja grub" Tutur Rey.
"Dan ini, hasil laporan tentang proyek yang terhenti di Bandung. Ini semua ada dalangnya tuan. Kami belum bisa memastikan siapa dalang di balik semua ini" Ucap Rey sambil menunjukkan sesuatu kepada Daffa.
"Kurang ajar sekali. Siapa yang sudah berani bermain-main denganku? " Daffa mengumpat karena geram. "Lalu bagaimana dengan proyeknya, apa sudah berjalan kembali atau masih terhenti? " Tanya Daffa dingin.
"Untuk proyek, besok insya Allah akan beroperasi kembali tuan" Jawab Rey.
"Kalau begitu, aku harus memantau secara langsung proyek ini. Nanti sore aku akan berangkat ke Bandung dengan Hana. Kamu disini saja mengurus perusahaan selama aku tidak ada! " Ucap Daffa.
"Baik tuan" Ucap Rey. "Kalau begitu saya akan melanjutkan pekerjaan saya tuan, sebelum meeting dimulai" Ujar Rey kembali.
10 menit lagi meeting akan dimulai. Hana sudah mempersiapkan semuanya. iya beranjak ke ruangan Daffa.
'Tok tok tok' Suara pintu diketuk dari luar.
"Masuk" Perintah Daffa dari dalam. Pintu terbuka dan menampakkan sosok Hana. Dafa dan Rey yang sudah siap untuk meeting pun segera pergi ke ruang meeting.
"Sudah siap semuanya" Ucap Hana.
"Iya sayang, aku meeting dulu, kamu istirahat saja. Nanti sore kita berangkat ke Bandung" Tutur Daffa sambil mengenakan jas nya.
Setelah kepergian Daffa dan Rey, Hana hanya duduk di meja kerjanya. Iya mengeluarkan ponselnya dan memutar sebuah drama Korea. Iya bingung harus berbuat apa karena semua pekerjaanya sudah diselesaikan oleh Rey. Duduk dan memperhatikan drama korea dengan baik. Iya tersenyum ketik melihat sebuah adegan romantis. Tak terasa iya menghabiskan waktu hampir satu jam setengah untuk menonton Drama kesukaannya. Hingga Daffa kembali dari ruang meeting dan memperhatikan Hana yang menunduk. Iya mendekat dan mengelus pucuk kepala Hana sambil memanggilnya.
__ADS_1
"Sayang, kamu lagi ngapain? " Tanya Daffa sambil melihat tayangan film di ponsel Hana.
"Sayang, kamu kenapa? " Daffa mengulangi pertanyaannya karena Hana tak kunjung menjawab dan tak kunjung mengangkat kepalanya.
Daffa merasa panik karena Han tak kunjung bangun. Iya menggoyang-goyangkan kan bahu Hana dan mengangkat kepalanya. Hana yang merasa tidurnya terganggu segera membuka matanya.
"Mas Daffa sudah kembali? " Tanya Hana sambil mengucek matanya dengan suara serak khas bangun tidur. Daffa yang tadi panik pun merasa lega karena Hana hanya tertidur.
"Sayang, kenapa tidur disini, kan di dalam ada kamar? " Tanya Hana setelah menetralkan rasa paniknya. "Kamu itu ya, buat mas khawatir saja. Mas kita kamu kenapa" Ucap Daffa panjang lebar. "Ayo masuk! " Daffa menggandeng tangan Hana memasuki ruangan.
Setibanya di dalam ruangan, Daffa menyuruh Hana mencuci muka.
"Cuci muka dulu sayang, biar seger! " Tutur Daffa lembut. Dan Hana langsung menuju kamar mandi. Sedangkan Rey yang sejak tadi melihat kejadian ini hanya bisa tertawa namun ditahan. Iya takut diomeli Daffa.
Setelah selesai mencuci muka, Hana menuju sofa lalu duduk. Daffa pun mendekat.
"Sayang, kita pulang ya, siap-siap. Nanti sore kita berangkat. Sekalian pamit kepada ayah dan ibu" Ucap Daffa sambil duduk disamping Hana.
"Iya mas" Jawab Hana.
"Rey, aku pulang dulu ya, titip perusahaan selama aku tidak ada" Ucap Daffa kepada Rey.
Dan mereka pun pulang. Meninggalkan Rey seorang diri.
"Iya tuan" Jawab Rey sambil berdiri. Dan melihat Daffa sudah berjalan kearah keluar.
TBC
__ADS_1