
"Mas Daffaaa" Hana memanggil Daffa. Daffa segera berdiri karena merasa dipanggil. Iya mendekat ke arah Hana. Hanapun langsung menempelkan badannya ke Daffa, memeluk suaminya seperti lama tak berjumpa. Daffa pun bertanya karena penasaran.
"Sayang, kenapa? Ada apa?" Tanya Daffa dengan panik.
"Mas kok pergi sih? " Ucap Hana sambil terisak. Entah mengapa. Daffa semakin bingung karena istrinya menangis.
"Sayang, kamu nangis, mas ngga kemana-mana. Mas cuma nemuin Fariz dibawah, ngga pergi jauh" Daffa berusaha menenangkan Hana dan menusap air matanya. Namun Hana semakin erat memeluk suaminya. Dari kejauhan Fariz yang melihat tingkah Hana menjadi Heran.
"Biasanya Hana ngga pernah bersikap seperti itu, kenapa ya? " Gumam Fariz lirih. Sedangkan disana Daffa berusaha membujuk Hana untuk tenang.
"Ya udah, ayo kita ke kamar lagi, kayanya kamu lelah" Ajak Daffa, mendengar hal itu, baru Hana mau melepaskan pelukannya. Hana menggandeng tangan Daffa erat.
Sesampainya di kamar, Daffa mengajak Hana ke tempat tidur. Hana pun dengan tenang naik dan berbaring.
"Sayang, kamu kenapa? " Tanya Daffa sambil mengelus kepala Hana.
"Ngga apa-apa, Hana cuma pengen ditemeni sama mas aja, jangan ditinggal lagi ya! " Ucap Hana terdengar memohon. Daffa pun semakin bingung karena biasanya Hana tak pernah bersikap seperti itu.
"Iya sayang, sekarang kamu tidur lagi ya, biar mas nunggu kamu disini" Jawab Daffa yang juga ikut merebahkan badannya disamping Hana. Melihat sang istri tersenyum terlihat sangat bahagia. Hana pun menghadap ke arah Daffa sambil memeluknya. Tak lama Hana tertidur lagi. Karena Daffa tak ingin meninggalkan istrinya lagi, iya ikut tidur.
Waktu menunjukkan pukul 14.39. Daffa terbangun dan melihat istrinya masih tertidur pulas. Segera iya bangun dan ingin menyingkirkan tangan Hana yang berada diatas perutnya. Namun saat memegang tangan Hana, Daffa terkejut karena karena panas. Tangan Daffa beralih ke dahi, dan ternyata suhu tubuh Hana sangat panas. Daffa sangat panik saat itu. Iya membangunkan istrinya.
"Hana, sayang bangun sayang. Badan kamu panas banget. Bangun sayang" Daffa berkata sambil menggoyangkan tubuh Hana. Hana menggeliat karena merasa tidurnya terganggu.
__ADS_1
"Emmm, mas, kenapa? " Tanya Hana yang masih memejamkan mata.
"Kamu sakit sayang, badan kamu panas" Ucap Daffa.
"Emang rasanya badan Hana ngga enak banget mas" Jawab Hana sambil berusaha membuka matanya.
"Ya sudah, kamu tunggu disini sebentar ya, jangan kemana-mana" Daffa bangkit mengambil ponselnya di meja. Dan menghubungi seseorang. Setelah tersambung... "Cepat ke rumah utama, Hana sakit" Jawab Daffa tanpa ba bi bu dan langsung memutuskan sambungan telepon.
"Sabar ya, dokter sebentar lagi ke sini" Ucap Daffa.
"Hana ngga apa-apa mas, mungkin cuma capek aja" Jawab Hana.
"Kamu kelihatan pucet banget sayang. Kamu tadi ngga makan? " Tanya Daffa.
"Sekarang makan ya, biar mas suapin" Daffa mengambil nasi tadi siang di meja, dan langsung menyuapi Hana. Namun saat akan mengarahkan sendok ke mulut Hana, Hana menutup hidung dan mulutnya. Daffa merasa lebih heran.
"Sayang kenapa, ayo buka mulutnya, jangan ditutupi" Ucap Daffa sambil meraih tangan Hana. Dan begitu sudah turun, Hana malah ingin muntah. Hana merasa perutnya bergejolak dengan tiba-tiba. Iya pun langsung berlari ke kamar mandi.
"Hueeek, hueeekk hueeeek" Suara Hana terdengar keras. Daffa menyusul istrinya dan memijat tengkuk sang istri. Berharap dapat meredakan mualnya.
"Sayang, sudah" Saat melihat sang istri terus mual dan ingin muntah, namun tak ada sesuatu pun yang keluar. Hana segera mencuci mulutnya dan keluar dari kamar mandi. Daffa menggandeng Hana takut istrinya jatuh. Membawa Hana ke tempat tidur lagi.
"Mau minum mas" Ucap Hana. Daffa mengambilkan minum di gelas yang berada di meja dan memberikannya kepada Hana.
__ADS_1
"Mas, jauhin deh nasinya, eneg. Rasanya pengen muntah" Ucap Hana. Daffa pun segera membawa pergi nasi itu.
"Mana sih dokter Gilang, lama sekali" Ucap Daffa merasa tak sabar karena dokter belum juga muncul.
"Mas, Hana pasti cuma masuk angin aja, nanti buat istirahat pasti juga sembuh" Kata Hana.
"Iya sayang, kamu istirahat dulu saja ya. Jangan kemana-mana" Ucap Daffa. Iya mengambil ponselnya untuk menghubungi dokter Gilang kembali. Namun saat akan menyentuh layar ponselnya, Pintu diketuk dari luar.
'Tok tok tok' Daffa meletakkan ponselnya ponselnya kembali.
"Masuk" Sahut Daffa dari dalam. Dan masukklah dokter gilang yang diantarkan ol3h seorang pelayan.
"Keluarlah" Ucap Daffa kepada pelayan itu.
"Baik tuan" Pelayan itu segera mundur dan berlalu.
"Cepat periksa istriku!" Ucap Daffa tak sabar. Dan dokter Gilang pun mendekat. Namun saat akan meletakkan stetoskop di atas dada Hana, Daffa meraih tangannya. Dengan heran dokter Gilang menoleh.
"Kamu jangan sentuh istriku" Ucap Daffa.
"Kalau tidak disentuh, bagaimana cara memeriksanya tuan muda? " Jawab Dokter Gilang.
"Pokoknya jangan disentuh, Ditanya saja" Ucap Daffa singkat. Dokter Gilang pun menurut.
__ADS_1
TBC.