
Daffa toba dirumah dengan selamat. Arsyad dan Arsyida tak juga bangun. Daffa dan Hana terpaksa menggendong mereka dan menidurkan di kamar. Begitu anak-anak sudah tidur, Daffa dan Hana segera kembali ke kamarnya. Mereka membersihkan diri dan berganti baju. Lalu membaringkan badan di atas ranjang.
"Aku masih kepikiran dengan kejadian tadi mas" Ucap Hana saat membaringkan tubuh di samping Daffa.
"Manurutmu bagaimana sayang? " Tanya Daffa kembali sambil memiringkan badannya menghadap ke Hana.
"Biar aku cek CCTV yang ku retas tadi" Hana bangkit dari ranjang dan mengambil tabletnya di dalam tas. Begitu tablet sudah berada ditangannya, Hana segera mengotak-atik CCVT disekitar tempat kejadian tadi. Tak lama, sekitar 10 menit, Hana menemukan sebuah rekaman CCTV yang menurutnya mencurigakan.
"Mas, lihat ini, bukannya ini motor orang yang tadi. Dia nerima telepon sebelumnya. Dia sengaja menggeletakkan motornya, setelah itu dia berbaring. Tak lama mobil kita datang dan berhenti" Ucap Hana sambil memutar kembali rekaman video CCTV itu.
"Benar dugaan kita sayang, orang tadi hanya modus kan, itu adalah salah satu modus baru untuk menjebak calon korban" Daffa bernafas lega karena iya tidak gegabah dalam bertindak.
"Beruntung Allah masih ngelindungin kita mas" Ucap Hana.
"Apa perlu kita usut mas? " Tanya Hana lagi.
"Ini sudah malam sayang, kita istirahat dulu. Besok saja" Jawab Daffa.
"Iya, sudah hampir jam 11" Jawab Hana kembali. Iya segera menutup tabletnya lalu meletakkan di atas nakas. Selanjutnya berbaring disamping Daffa. Daffa beringsut mendekat ke arah Hana lalu mendekap Hana. Meletakkan kepala Hana di lengannya dan segera memejamkan mata.
Suara Adzan subuh sayup-sayup terdengar ketika Hana membuka matanya. Terasa sesuatu yang berat menindih perutnya. Iya menyingkirkan tangan Daffa dari atas perutnya dan segera bangun lalu menuju kamar mandi. Daffa tak terganggu sama sekali. Malah tidurnya semakin pulas.
Hana keluar dari kamar mandi langsung mengenakan mukena. Lalu membangunkan Daffa. Iya tak mau membatalkan wudhunya. Hana menyentuh Daffa dengan tangannya di lapisi mukena.
__ADS_1
"Mas, bangun... Sudah subuh" Ucap Hana menggoncangkan tubuh sang suami. Daffa menggeliat karena merasa tidurnya terusik.
"Sayaaang, jam berapa ini? " Tanya Daffa yang masih memejamkan matanya. Iya belum bisa menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya.
"Jam 4 lebih, aku sudah siap-siap. Mas segera bangun ya, Hana bangunin anak-anak dulu" Hana berbicara sambil menaikkan bawahan mukena yang menjuntai ke lantai. Iya segera berjalan keluar kamar untuk membangunkan anak-anaknya.
"Arsyad, bangun nak, sudah subuh" Ucap Hana menggoyangkan tubuh si sulung. Arsyad pun menggeliat dan membuka matanya. Terlihat mamanya yang tersenyum dan sudah menggunakan mukena bersiap untuk sholat. Arsyad segera bangkit untuk duduk.
"Mama bangunin Arsyi dulu ya, kamu siap-siap, setelah itu mama tunggu di mushola.
"Iya ma" Arsyad mengangguk dan berkata. Setelahnya Hana menuju kamar Arsyi di sebelah kamar Arsyad. Saat membuka pintu, iya tak mendapati putrinya di tempat tidur. Iya segera masuk. Saat mendekat ke arah kamar mandi, Hana mendengar gemericik air. Iya pun menunggu hingga Arsyi keluar.
Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka, Hana tersenyum. Namun Arsyi melonjak kaget saat memandang ke arah tempat tidur.
"Ya ampun mama ternyata" Ucap Arsyi saat Hana berdiri.
"Arsyi, ada apa? " Tanya Hana saat sudah mendekat ke arah Arsyi.
"Arsyi kaget ma, Arsyi fikir tadi mama apa. Kan masih gelap, jadi ngga jelas lihat mama" Jawab Arsyi sambil memegangi dadanya. Hana hampir tertawa mendengar penuturan anaknya.
"Kaget apa takut anak mama ini? " canda Hana.
"Hehe, ya takut ya kaget ma, hehe" Ucap Arsyi sambil tersenyum dan berjalan mengambil mukena.
__ADS_1
"Sudah siap? " Tanya Hana.
" Sudah ma, ayo ke mushola" Ucap Arsyi menggandeng tangan Hana. Mereka pun berjalan keluar kamar menuju ke mushola keluarga. Ternyata disana sudah berkumpul seluruh penghuni rumah. Setelahnya mereka melaksanakan sholat berjama'ah.
"Papa, nanti yang jemput kita siapa? " Tanya arsyad.
"Nanti akan ada mbak sama pak sopir sayang" Jawab Daffa.
"Mama ikut kerja? " Tanya Arsyi.
"Iya sayang, ada pekerjaan penting yang harus dikerjakan mama" Jawab Daffa.
"Kalau gitu, habis pulang nanti, kita ke kantor ya ma, Arsyi pengen kesana" Ucap Arsyi. Hana memandang Daffa. Daffa pun mengangguk.
"Boleh, tapi ngga boleh berantem ya" Ucap Hana.
"Siap mama, papa. Kita akan menjadi anak yang baik" Ucap si twin serempak. Setelah selesai sarapan. Daffa berangkat bersama Hana sambil mengantarkan Arsyad dan Arsyida. Begitu sampai di sekolah, saat mereka akan turun dan berjalan untuk masuk ke kelas. Namun pandangan Arsyad tertuju kepada 2 orang pengawal yang Daffa tugaskan untuk menjaga mereka.
"Pa, kenapa om itu selalu nunggu kita sih pa. Kan sudah ada mbak yang jagain kita" Arsyad bertanya. Daffa pun tersenyum.
"Itu, anu biar kalian tetap terjaga dan tetap aman sayang" Jawab Hana. Arsyad pun mengangguk. Setelah kedua anak mereka turun dan memastikan sudah masuk kelas, Daffa pun meninggalkan mereka lalu pergi ke kantor.
TBC
__ADS_1