KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
paket untuk hana


__ADS_3

Hana terbangun dari tidurnya. pagi ini, setelah sholat subuh Hana membantu ibunya memasak di dapur. Ternyata kakak ipar tiara sudah berada disana membantu bu Sholihah.


"assalamualaikum, selamat pagi mbak, ibu" sapa hana saat memasuki dapur.


"pagi Han, sudah bangun ? tanya ibu Hana


"sudah bu, kan Hana memang rajin hehehe" jawab Hana sambil cengengesan.


"coba kamu potong kentangnya Han" kakak ipar Hana menyuruh.


"oke mbak" jawab hana sambil memegang pisau untuk memotong kentang.


"Kayanya ada yang seneng banget nih" ucap mbak Rani.


"biasa saja mbak" Hana menjawab santai.


"biasalah, orang tiap hari ketemu" Sambung ibu Hana.


"Hehhe... Ibu bisa saja" Hana tersenyum menampilkan deretan giginya.


"Sebentar lagi anak ibu bakal jadi milik orang" Ibu menambahkan kesan melankolis dalam kata katanya.


"Ibu jangan sedih dong, kalau ibu sedih Hana jadi sedih ini" jawab Hana dan mbak Rani serta ibunya malah tertawa.


"Hahaha, Hana Hana... Baru di bohongi dikit ajah sudah nyerah. Kasihan Daffa lo udah nunggu lama bertahun tahun" Tutur mbak Rani.


"Habis ibu sedih mbak, kan Hana jadi ngga enak hehe" jawab Hana.


"Ibu itu ngga sedih dek, tapi terharu. Gimana ngga terharu coba. Putri kecilnya kini sudah dewasa. Sudah dilamar sama orang. Kan sebentar lagi menikah, kamu jadi punya suami kamu" jelas mbak Rani panjang lebar.


"ih mbak, Hana tetap punya ibu sama ayah juga dong" Hana tak mau kalah.


"Iya deh milik ayah dan ibu juga" mbak Rani mengalah.


Tiba tiba datanglah Bilal sambil menggendong Yusuf, putranya.


"ummi, gendong" kata Yusuf dengan nada manja. anak yang baru berusia 3 tahun itu meminta gendong kepada Rani.


"Gendong tante saja ya" sahut Hana sambil mengulurkan kedua tangannya.


"Huaaaa, ngga mau, Yusuf mau gendong ummi" suara Yusuf meninggi karena menangis. dan semua yang di dapur tertawa karena Hana salah tingkah sudah membuat Yusuf menangis.


"Sini sayang, tadi tante Hana nakal ya" sambil meraih Yusuf dan menggendongnya.

__ADS_1


"Rani tidurin Yusuf dulu ya bu, kamu bantu ibu Han, awas jangan keasinan lo" canda Rani kepada Hana.


"mbak gitu terus ah, selalu godain Hana" jawab Hana sambil memanyunkan bibirnya. Selang beberapa saat, sarapan pun sudah siap. Dan mereka sarapan bersama. Hari ini pak Bahtiar dan Bilal memang sengaja tidak bekerja. Iya akan menerima tamu jadi mereka memutuskan untuk tinggal.


lain halnya dengan Daffa. Iya yang sejak subuh sudah bangun dan mengirim pesan kepada Hana. Namun tak ada jawaban sama sekali. Jangankan pesannya dibaca. Masuk pun tidak. Dan nomor teleponnya tidak aktif. Membuat Daffa terus menunggu. Daffa berjalan ke kolam renang belakang rumahnya menggunakan celana boxer dan menaruh handuk di pundaknya. Tak ketinggalan hp nya pun dibawa. Daffa berenang sendirian.


Hana dan keluarganya sedang berkumpul. mereka menceritakan masa kecil masing masing. Saat adzan dzuhur berkumandang. mereka melaksanakan sholat berjama'ah. Inilah yang membuat keluarga Hana tampak selalu harmonis. Hal-hal kecil yang membuat mereka bahagia. Sejak kecil Hana dan Bilal sudah diajarkan untuk saling peduli satu sama lain. Alhasil, Hana dan Bilal tumbuh menjadi sosok yang sangat penyayang.


Setelah jam makan siang, Tampak keluarga Hana sedikit sibuk untuk mempersiapkan hidangan menyambut keluarga Daffa. Tiba-tiba ada seseorang datang mengucapkan salam


"Assalamualaikum".


"Wa'alaikumsalam wr wb" sahut semua orang dari dalam rumah.


"Mohon maaf, apa benar ini rumah nona Hana Azzahra ? tanya orang tersebut.


"Iya benar" Bilal menjawab.


"Ini ada paketan" tutur orang tersebut.


"Dari siapa ya pak, sebentar ya saya panggilkan Hana dulu" kata Bilal.


"Iya pak" orang tersebut mengangguk.


"Siapa mas" tanya Hana yang dari tadi mendengar pembicaraan Bilal dan kurir tersebut.


Hana pun bergegas menuju ke depan. tampak seorang laki laki memegang sebuah paketan. entah apa isinya.


"Maaf pak, dari siapa ya" tanya Hana.


"Ini dari tuan Daffa nona" jawab orang tersebut.


"Hah.. maksudnya Daffa Yudhistira? " Hana bingung.


"Iya, silahkan tanda tangan disini nona" sambil menyodorkan kertas dan bolpen.


"Ini silahkan diambil nona paketannya"


"Terimakasih pak" dan kurir itu bergegas meninggalkan rumah Hana. Dan Hana pun berjalan menuju kamarnya. Mengambil hp dan menghubungi Daffa.


'tuuut tuuut tuutt'


"Assalamualaikum" jawab Daffa dari sebrang sana.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam " Hana menyahut.


"Maaf, apa pak Daffa tadi ngirim paket ke rumah ? Tanya Hana to the point.


"Iya Han, kamu pakai nanti malam ya" sahutnya.


"Eh iya pak. terimakasih" jawab Hana kikuk.


"Sama sama. Sampai jumpa nanti malam" Daffa menimpali.


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam... telepon pun dimatikan.


Hana yang penasaran dengan isi paket tersebut segera membukanya. Hana membungkam mulutnya ketika tahu Daffa mengirimkan gaun muslim yang sangat indah. Berwarna abu abu. sepatu hak tinggi, serta beberapa kalung dan gelang. dari belakang kakak ipar Hana melihat dengan terkejut.


"Apa itu Han, dan siapa yang mengirimkan ini ? tanya mbak rani.


"ini dari daffa mbak" jawab hana.


"maa syaa Allah, belum juga jadi istri sudah diberi barang mewah seperti itu" mbak Rani kagum.


"Mbak Rani, Daffa ini apa apaan ya. ngirim kaya gini" tanya Hana.


"Biar kamu bahagia dek hahahaha" goda Rani.


"Kamu coba deh Han, kayaknya cocok buat kamu itu" mbak Rani memberi saran.


Hana pun mencoba baju itu. mengenakan hijabnya juga. saat keluar kamar mandi, mbak Rani takjub dengan penampilan Hana.


"Maasya Allah, cantiknya Hana" mbak Rani terpana dengan kecantikan Hana.


"Pakai kalung dan gelangnya juga Han, mungkin ini satu set" tutur Rani.


"Ngga usah mbak, nanti saja" Hana masih melihat dirinya dari pantulan cermin.


"Kamu cantik banget lo Han, pantesan saja daffa kesengsem sama kamu. Dan ini dari mana coba Daffa tahu ukuran baju kamu. Bisa pas seperti ini" kata mbak Rani kagum.


"Hehhe.. Ngga tahu juga mbak. Kok bisa pas gini ya" Hana menimpali.


"Sudah ya mbak, dilepas dulu. Kita bantuin ibu siap siap dulu. Sudah semakin sore ini" kata Hana sambil menuju kamar mandi. Setelah melepas bajunya, Hana bergegas menuju ke dapur membantu ibu dan kakak iparnya lagi.


sesampainya di dapur, ibu hana menanyakan perihal kiirman tadi. dan hana menjawab apa adanya.

__ADS_1


Jam menunjukkan hampir mahgrib, Hana dan keluarganya bersiap melaksanakan sholat mahgrib berjama'ah. Setelah selesai Hana menuju kamarnya diikuti oleh mbak Rani. memakai baju yang sudah Daffa siapkan. Lalu mbak Rani memoleskan make up kewajah Hana tipis-tipis. Dan itu membuat Hana terlihat semakin cantik. Merekapun selesai dan menunggu di kamar. Ruang tengah yang sudah diberi tikar untuk duduk dibawah. Mereka duduk disana bersama menunggu kedatangan Daffa dan keluarganya.


TBC....


__ADS_2