KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Klepon Di Tengah Malam


__ADS_3

Hana terbangun saat merasakan sesuatu yang berat menindih perutnya. Iya mengerjapkan matanya dan berusaha untuk bangun. Namun tangan Daffa semakin erat memeluknya. Saat Hana berusaha melepaskan, Daffa ikut terbangun.


“Sayang, ada apa, ini masih malam” Ucap Daffa.


“Hana laper mas, mau ke dapur dulu nyari makanan” Ucap Hana sambil menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya.


“Bukannya tadi sudah makan? “ tanya Daffa heran karena istrinya sudah lapar lagi, padahal sebelum sholat isya mereka sudah makan malam dan sekarang baru pukul 11 malam.


“Ngga tahu mas, ini laper lagi” UcapHana. Akhirnya Daffa mengalah dan mengantarkan istrinya ke dapur untuk makan. Daffa menatap Hana dengan heran, apa istrinya sampai kelaparan kok makan seperti tak dikunyah. Daffa memandang isrinya yang sedang makan dengan berbagai pertanyaan di benaknya.


“Mas mau juga? ” Tanya Hana sambil menyendokkan makanan ke dalam mulutnya.


“Ngga sayang, kamu makan saja yang kenyang ya” Jawab Daffa. Akhirnya Hana makan dengan lahap hingga tak tersisa sedikitpun. Setelah kenyang, Hana merasakan kantuk yang luar biasa. Begitu masuk kamar, Hana segera membaringkan tubuhnya. Tak lama setelah itu dia tertidur. Daffa yang merasakan sudah mengantuk juga segera tidur menemai Hana. Iya berbaring disamping Hana.

__ADS_1


2 minggu kemudian...


Malam ini sudah terlalu larut untuk keluar rumah. Jam sudah menunnjukkan pukul 01.37 dini hari. Namun Hana tak bisa memejamkan matanya. Iya membangunkan Daffa yang sedang terbuai dalam mimpi indahnya. Hana menginginkan sesuatu malam ini.


“Mas, bangun” Ucap Hana mengguncang-ngguncangkan tubuh Daffa. Daffa yang merasa tidurnya terusikpun segera bangun.


“Sayang, ada apa” Tanya Daffa sambil mengucek mata mencoba membukanya.


"Sayang, ini masih tengah malam, mana ada yang jualan klepon malam-malam seperti ini? " Tanya Daffa.


"Tapi aku mau sekarang" hana berkata sambil menundukkan kepala. Daffa tak mau melihat Hana bersedih. akhirnya iya berangkat mencari apa yang Hana inginkan. Mereka mengemudikan mobil menuju pasar.


6 Bulan kemudian...

__ADS_1


Malam ini adalah malam dimana Hana dan Daffa merayakan 7 bulanan kandungan Hana. Acara tersebut di gelar dengan mewah. Daffa juga sekalian ingin mengadakan acara resepsi yang belum terlaksana karena belum ada waktu. Malam ini begitu meriah dihadiri oleh sanak saudara dari kedua belah pihak. Badan Hana terlihat lebih berisi. Dengan pakaian yang digunakan serta jilbab yang menjuntai sedikit menutupi perut yang sudah membuncit itu. Hanya bagian perut saja yang membesar, tetapi badan Hana masih terlihat kecil. Mungkin karena postur tubuh Hana yang memang tinggi atau memang tak bisa gemuk.9


“Daffa, Hana, selamat ya, sebentar lagi kalian akan menjadi seorang ayah dan ibu” Ucap Fariz sambil menyodorkan tangannya kearah Daffa dan Hana. Hal tersebut disambut hangat oleh keduanya.


“Thank’s Fariz” Jawab Daffa dan Hana hanya tersenyum melihat semuanya. Daffa berjallan menjauh dari Hana, dengan alasan ingin menyalami tamu yang lain. Setelah sedikit menjauh dari Hana, tiba-tiba Fariz memberikan sesuatu kepada Daffa dan Hana. Dengan penasaran Daffa menerima kertas tipis pemberian sepupunya itu. Tanpa membaca terlebih dahulu, Daffa memasukkannya ke dalam saku jasnya.


“Jangan sampai tidak berhasil menemukan pelakunya” Bisik Fariz dan di jawab anggukan oleh Daffa. Iya paham apa yang dimaksud oleh Fariz. Akhir-akhir ini semakin banyak yang meneror keluarga Daffa. Dengan bantuan dari Fariz, salah satu peneror itu berhasil dilacak. Daffa tak ingin istrinya berfikir terlalu berat, makanya iya tak memberitahu masalah ini kepada Hana. Daffa takut istrinya akan stres dan nanti akan berpengaruh terhadap janin yang dikandungnya.


Acara yang digelar sudah selesai, Hana yang merasakan lelah segera membersihkann diri lalu membaring tubuhnya di atas ranjang. Giliran Daffa yang membersihkan diri. Iya masuk ke kamar mandi. Setelah keluar iya mendapati sang istri sudah terlelap dalam tidurnya. Daffa  ke telinga berjalan keluar kamar setelah sebelumnya iya membisikkkan sesuatu ke istrinya lalu mengusap serta menccium calon buah hati yang berada di perut Hana.


“Sayang, mas ke ruang kerja dulu ya sebentar. Ada beberapa hal yang harus mas lakukan. Dan kamu jagoan papa, jaga mama ya. Papa bakal cepetan balik lagi kesini kalau urusannya sudah selesai” Ucap Daffa sambil mencium perut buncit istrinya. Iya melangkah keluar kamar menuju ke tempat kerja.


Waktu menunjukkan pukul 11.30 malam. Daffa masih berkutat dengan beberapa system yang dia pelajari dari Hana. Sekarang Daffa sudah mampu melakuka apa yang Hana lakukan. Istrinya benar-benar mengajari Daffa. Disaat usia kehamilan Hana yang masih menginjak 3 bulan, Hana memaksa Daffa untuk belajar meretas. Mau tak mau karena itu penting juga untuk menjaga perusahaan dari serangan hacker yang tidak bertanggungjawab, akhirnya. Daffa mengiyakan kemauan sang istri. Dan inilah hasilnya, Daffa sudah mahir untuk melindungi seluruh system perusahaan dengan  ilmu yang di ajarkan oleh Hana. Tentunya Rey juga tak ketinggalan dalam hal ini. Mereka bekerja sama untuk saling mendapatkan hasil yang optimal. Hingga kini, Rey pun juga masih terjaga membantu tuannya menyelesaikan suatu masalah.

__ADS_1


__ADS_2