KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Extra Part. Akhir Dari Semua


__ADS_3

Sore ini Daffa dibantu oleh kelima orang yang menyerangnya menjebak Alisa dan kawan-kawan. Mereka telah berjanji untuk membantu Daffa.


"Kalian kerjakan tugas kalian dengan sebaik mungkin. Jangan pernah menyakiti anak-anakku" Daffa memperingatkan mereka berlima.


"Baik tuan, kami bahkan akan menjaga dua tuan muda dan nona muda dengan baik" Jawab salah satu dari mereka.


"Pemasangan seluruh alat sudah selesai Rey? " Tanya Daffa.


"Sudah siap semua tuan. Tinggal melaksanakan rencana" Jawab Rey. Daffa mulai mengikat Arsyad , Hana dan Arsyida. Iya harus menggunakan keluarganya sebagai umpan untuk membalas keburukan musuh.


"Maafkan papa ya sayang" Daffa mencium kedua anaknya. Terakhir iya mengecup dahi Hana singkat. Lalu menyuruh Rey mengikat dirinya juga. Dengan pelan Rey segera mengikat Daffa. lalu mereka menutup mulut Daffa dan anak istrinya


"Papa tenang saja. Kita pasti akan baik-baik saja" Ucap Arsyad. Selanjutnya pemimpin dari kelompok mafia yang berjumlah 5 orang tersebut segera menghubungi Alisa, Bela dan Yuda.


Setelah tak lama menunggu, terdengar deru mobil memasuki halaman rumah dimana Daffa dan keluarga kecilnya berada. Kelima orang dihadapan Daffa berpura-pura menyakiti Daffa dan anak istrinya. Sedangkan Rey, beberapa orang polisi dan beberapa perawat dari RSJ bersembunyi di satu ruangan. Mereka menunggu juga.


"Kalian dengar, mereka datang. Dan sebentar lagi mereka akan membalaskan dendamnya kepada kalian" Ucap seseoang mendrama. Lalu terdengar pintu dibuka. Terlihatlah Yuda, Alisa dan Bela. Mereka segera menutup pintu kembali dan mendekat ke arah Daffa dan keluarganya.


"Kalian memang benar-benar bisa diandalkan" Ucap Alisa.


"Iya nona, terus mau kita apakan mereka? " Tanya seseorang yang sebenarnya lebih takut terhadap Daffa. Alisa terlihat menatap kepada Bela dan Yuda.


"Kita apakan enaknya orang-orang ini? " Tanya Alisa sambil menatap kearah Daffa dan anak istrinya.


"Sepertinya akan menyenangkan jika kita bermain-main dulu dengan mereka. Lalu kita katakan kenapa kita melakukan ini sebelum membunuh mereka semua. Biar mereka tidak mati penasaran" Ucap Yuda sambil tertawa.


"Biar aku buka penutup mulutnya" Yuda mendekat ke arah Daffa. Iya menarik kain yang membungkam mulut Daffa dengan kasar. Daffa menahan sakit. Yuda menatap dengan penuh kebencian terhadap Daffa dan keluarga kecilnya.


"Lihatlah nona-nona. Sang milyarder terlihat tak berdaya" Yuda berkata dengan nada sombong. Yuda melihat Wajah dan tubuh Daffa serta anak istrinya penuh dengan luka lebam. Dan itu membuat hatinya merasa puas. Tiba-tiba Alisa mendekat ke arah Hana. Iya juga menarik tali yang membungkan Hana.


"Lihatlah Yuda, wanita murahan ini terlihat begitu kesakitan dan menyedihkan sekali" Ucap Alisa sambil menaikkan dagu Hana dengan jari telunjuknya. Salah satu dari 5 lelaki yang berpura-pura itu segera mendekat.


"Tuan, nona. Biar kami saya yang melakukan tugas kami. Kalian jangan mengotori tangan halus kalian" Ucapnya sambil berpura-pura melakukan tugasnya.


"Kamu benar. Tapi aku ingin melihat mereka menderita" Ucap Alisa. Daffa terlihat terdiam tanpa ekspresi.

__ADS_1


"Kalian sangat lucu, bagaimana kalau kalian hidup dijalanan dan menjadi seorang pengemis saja. Sepertinya cocok untuk kalian. Kehilangan orang tua dan hidup miskin, sepertinya menyenangkan melihat penderitaan kalian" Ucap Yuda. Daffa menggengam tangan menahan emosi. Tiba-tiba ponsel Alisa berbunyi. Ada panggilan dari Victor. Iya segera mengangkatnya.


"Kesinilah..." Jawab Alisa.


"Kamu tahu apa yang menyebabkan aku ingin sekali membunuhmu Daffa? " Tanya Yuda dengan nada benci.


"Karena kamu sudah menghancurkan hidupku. Menghancurkan seluruh bisnis yang sudah berdiri selama bertahun-tahun. Dan kamu tahu, siapa yang sudah membunuh mertua kamu... Itu aku. Aku ingin menghancurkanmu melalui orang-orang yang kamu sayangi. Kamu tahu Daffa, Orang tua Hana adalah sasaran termudah. Dan aku berhasil" Ucap Yuda dengan lantang. Iya tak menyadari beberapa kamera merekam setiap gerak-geriknya.


"Dan kamu tahu, kenapa aku membencimu dan keluargamu? " Alisa berkata sambil berdiri disamping Yuda.


"Karena kamu lebih memilih wanita murahan ini daripada aku. Dia adalah pelacur yang sudah menjadi penghalang kembalinya aku dan kamu. Kamu tahu, banyak rencana yang sudah kususun gagal. Gagal karena pelacur kecilmu itu" Ucap Alisa sambil menatap kearah Hana. Dan tak mendapat respon atau jawabab apapun dari Daffa. Namun hati Daffa bagaikan disayat sembilu mendengar istrinya disebut pelacur.


"Selamat sore tuan Daffa, sepertinya anda masih ingat denganku? " Bela berkata sambil mendekat. Daffa pun menjauhkan kepalanya dari Bela.


"Katakan, dimana kamu menyembunyikan Haidar? " Tanya Bela.


"Kalau anda mau jujur, aku masih akan berbelas kasih kepadamu. Namun jika tidak. Aku akan membiarkan mereka membunuhmu. Seperti beberapa percobaan yang sudah aku lakukan" Bela mengancam dengan berbisik agar tak didengar Alisa dan Yuda.


Selepas dari itu semua, polisi mengintai mereka. Kamera merekam seluruh aktivitas mereka. Tinggal selangkah lagi. Rencana Daffa akan berakhir.


"Kita apakan? Jelas kita harus menyiksanya terlebih dahulu. Setelah itu mereka baru boleh mati. Dan buang jasad mereka ke laut. Aku sudah menyewa sebuah kapal untuk menghanyutkan mayat mereka" Jawab Yuda. Tiba-tiba Victor ddatang Iya segera mendekat. Dengan cepat iya memukul wajah Daffa. Daffa yang tak bisa berbuat apa-apa merasakan kesakitan. Dengan cepat kelima orang sungguhan Alisa membantu Daffa.


"Tuan Victor, jangan gegabah... Serahkan urusan mereka pada kami" Ucapnya sambil memegang tangan Victor dan menariknya ke belakang. Namun Victor menolak. Dengan cepat iya menendang kaki Hana disamping Daffa. Hana pun mengaduh kesakitan. Namun Daffa masih belum bertindak. Dua orang yang memegangi Victor segera menjauhkan dari dekat Hana dan keluarnya.


"Karena kamu, perempuan tak tahu diuntung. Karena kamu aku harus dipenjara. Memang aku pernah berniat jahat kepadamu. Tapi kamu beruntung. Kamu lebih pandai dariku" Ucap Victor emosi.


"Kalian harus tahu sesuatu. Lihat kita. Kita yang selalu menjadi dalang atas semua musibah yang menimpamu. Kematian ibu Hana, dan rencana penculikan mama kamu. Semua tidak terlepas dari tangan kita"


"Kamu pastinya sudah tahu kan, kenapa aku ingin menyingkirkanmu. Alisa ingin menyingkirkan anak dan istrimu. Belapun juga ingin menyingkirkanmu" Ucap Yuda dengan sombong.


"Sekarang kita mulai" Bela berkata. Saat mereka bertiga akan menyentuh keluarga kecil Daffa. Polisi keluar dan berteriak.


"Jangan bergerak, atau timah panas akan melumpuhkan kaki kalian" Seorang polisi mengangkat tangan dengan memegang pistol ditangannya. Alisa, Yuda dan Bela tak bisa berkutik. Mereka mengangkat tangan. Para petugas medis RSJ segera mendatangi mereka. Mengikat mereka dengan borgol.


"Sial, aku bukan orang gila. Kami bukan orang gila" Ucap Bela dan Alisa. Namun petugas itu tetap membawa mereka bertiga.

__ADS_1


"Aku bukan orang gila" Alisa meronta mencoba untuk melepaskan diri. Namun perawat RSJ tersebut tak akan pernah melepaskan.


Kelima pesuruh yang dibayar Alisa dan teman-temannya segera melepaskan ikatan di Daffa dan anak istrinya.


"Maaf tuan" Ucapnya karena merasa bersalah karena Daffa dan Hana mendapat pukulan.


"Tak apa. Yang penting mereka sudah beres" Jawab Daffa. Setelah mereka semua dilepaskan, Daffa menghampiri anak dan istrinya.


"Sayang, kamu luka? " Tanya Daffa khawatir.


"Tidak mas. Hanya luka kecil"Jawab Hana.


"Pa, ma... Arsyad akan membuat mereka menyesali perbuatan mereka kelak" Ucap Arsyad merasakan sakit ketika papa dn mamanya dipukul.


"Arsyad, Arsyida... Kalau kalian ingin membalas mereka, jadilah seseorang yang berguna kelak di masa depan" Ucap Hana. Iya tak ingin anak-anaknya menjadi seseorang yang pendendam.


"Kita akan selalu menjadi kebanggaan mama dan papa, sekarang dan di asa yang akan datang" Jawab Arsyida sambil memeluk orang tuanya.


"Terimakasih sayang, kalian harus tumbuh menjadi orang cantik dan tampan. Dalam artian, kalian harus cantik dan tampan hati. Segala perilaku dan tindakan harus dipikirkan dulu sebelum melakukan" Daffa berkata sambil membalas pelukan anak dan istrinya.


"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah selalu melindungi keluargaku. Terimakasih untuk semuanya. Jika tidak ada kalian aku tidak tahu apa yang akan terjadi" Sambil bangkit dari duduknya. Daffa mengucapkan terimakasih.


"Kalian berlima, besok datanglah ke kantorku. Kita akan bekerja sama. Tinggalkan semua pekerjaan yang merugikan orang lain, dan mulailah hidup dengan baik. Mari sama-sama kita memperbaiki diri, selama masih diberi kesempatan" Daffa berkata sambil menitikkan air mata bahagia.


"Tuan, terimakasih untuk semuanya. Jika tidak karena kami bertemu dengan anda, mungkin kita akan tetap menempuh jalan sesat. Terimakasih sudah mengingatkan kami" Ucap seseorang didepan Daffa. Daffa membalas dengan senyuman.


"Amnil hikmah dari semuanya. Allah punya rencana terbaik untuk semua hamba_Nya" Ucap Daffa.


Dan begitulah akhirnya. Semua yang baik pasti akan menemui kebahagiaan. Dan keburukan sekecil apapun juga akan mendapatkan balasan. Ketika suatu kebaikan tak terlihat, jangan khawatir. Karena Tuhan maha tahu. Dan ketika keburukanmu tak terlihat pula, bukan berarti engkau bisa terus meneruskannya. Mungkin Tuhan sedang menutup aibmu.


»»END««


Terimakasih untuk semua pembaca setia novel "KEKASIH HALAL CEO TAMPAN" Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari apa yang kita baca. Teruslah berbuat baik, karen sekecil apapun kebaikan kita tetap akan mendapat balasan. Semoga semua readers diberikan kesehatan. Umur panjang yang bermanfaat, rejeki halal yang barokah, putra putri yang sholeh sholihah. Aamiin


Terimakasih.

__ADS_1


Author


__ADS_2