KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Keputusan Amanda


__ADS_3

Hana dan Amanda keluar dari ruangan Daffa menuju ke lift. Saat sudah berada di lobby. Mereka baru teringat akan naik apa ke Mall. Semua mata tertuju kepada Hana dan Amanda. Berbagai macam fikiran dibenak mereka masing-masing.


"Kak, Manda lupa ngga minta kunci mobil ke kak Daffa apa kak Rey" ucap Amanda.


"Naik taxi online saja yuk" ajak Hana


"Ide bagus, yuk daripada kita balik lagi" Amanda terlihat girang. Namun saat mereka akan memesan taxi online, ponsel Hana berdering. Hana segera mengambil ponselnya dari dalam tas. Dan melihat nama Daffa disana.


"Siapa kak? " tanya Manda


"Mas Daffa" Jawab Hana


"Jawab saja kak" suruh Amanda


"Halo, Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam" sahut Daffa dari seberang telepon.


"Sayang, kamu mau naik apa coba?" tanya Daffa.


"Ini baru mau pesan taxi online mas" Jawab Hana.


"Tunggu disana, akan ada yang mengantar kalian! " ucap Daffa.


"Iya mas" Hana menurut dan 'tututututut' telepon dimatikan. Tak lama menunggu, ada sebuah mobil putih yang datang. Sopirnya membuka kaca depan, memanggil Hana dan Amanda.


"Mari nona! " Tutur orang tersebut dengan sopan.


"Mari pak" Hana dan Amanda bergegas menuju kursi penumpang. Mereka bercerita satu sama lain.


"Kak, gimana ceritanya sih bisa ketemu sama kak Daffa? Manda jadi penasaran! " ucap Amanda


"Kita ketemu di bus pas kakak pulang sekolah. Kebetulan waktu itu mas Daffa juga naik bus. Saat baru naik, kakak mau duduk, kursi kosong yang tersedia cuma disamping mas Daffa. Kakak milih untuk berdiri saja. Terus mas Daffa manggil biar kakak duduk. Akhirnya kakak duduk disampingnya" Kenang Hana sambil bercerita kepada Amanda.

__ADS_1


"Sweet banget ya kak Daffa. Dia emang sudah terbiasa hidup sederhana kak" Ucap Amanda


"Ya begitulah, hehe" Hana tersenyum


Karena asyik mengobrol, tak terasa mereka sudah sampai di pusat perbelanjaan terdekat. Mereka turun dan masuk ke dalam Mall. Melihat-lihat sambil berjalan-jalan.


"Kak, ini bagus ngga? " tanya Amanda sambil menunjukkan sebuah setelan baju gamis dan hijab syar'i.


"Kamu mau beli itu? " Tanya Hana


"Iya kak. Sebenarnya sudah lama pengen berhijab. Cuma belum kesampaian" tutur Amanda sambil tersenyum


"Ini bagus Manda, hijabnya menutupi dada, dan bajunya juga longgar" jawab Hana menilai.


"Ok, sebentar ya! " Amanda berlalu ke ruang ganti membawa setelan gamis tersebut. Dan Hana menunggu didepan ruang ganti. Terdengar pintu yang terbuka. Amanda keluar dari ruang ganti mengenakan baju yang dipilihnya tadi. Hana yang melihat pun melonggo. Pangling dengan penampilan baru Amanda.


"Manda, ini benar-benar kamu? " Tanya Hana heran.


"Iya lah kak, siapa lagi! " jawab Amanda.


"Kak Hana bisa aja, jadi ge er aku kak, hahaa" sahut Amanda sambil tertawa. Amanda pergi ke kasir untuk membayar belanjaanya tanpa melepas bajunya. Begitu selesai, mereka melanjutkan jalan-jalan. Amanda memulai pembicaraan.


"Aku tuh, sebenarnya sudah lama kak pengen pakai hijab. Kak Daffa itu sering gembar -gembor aja, tapi mungkin karena belum dapat hidayah jadi belum mantap dihati. Begitu tadi lihat kakak pakai baju ini, aku jadi memantapkan niat heehee" curhat Amanda


"Manda, semua itu butuh proses. Ngga bisa tiba-tiba. Alhamdulillah, kamu mempunyai niat sebaik itu. Kakak aja yang perempuan, kamu kaya gini adem banget lihatnya. Semoga kita bisa istiqomah ya" tutur Hana.


"Aamiin. Aku jadi tambah semangat kak kalau ada yang nemenin, hehe" ucap Amanda. "kita lihat-lihat lagi ya kak, kesana!" lanjut Amanda sambil menunjuk sebuah butik baju muslim. Dan mereka berdua pun menuju butik tersebut.


Saat mereka sedang asik memilih pakaian, ada sepasang mata yang terus mengawasi mereka. Sejak pertama masuk mall hingga saat ini masih terus membuntuti. Namun Hana dan Amanda tak menyadari akan hal itu.


Jam menunjukkan pukul setengah empat sore. Hana mengajak Amanda untuk pulang. Karena apa yang Amanda butuhkan pun sudah didapat. Akhirnya mereka bergegas keluar Mall untuk pulang. Amanda menelpon sopir yang tadi mengantarkan mereka, dan menunggu di lobby. Mobil datang dan mereka kembali ke kantor. Namun ditengah jalan, sopir terlihat sangat cemas. Entah apa yang membuatnya seperti itu. Hana yang mengetahui kecemasan itupun segera bertanya.


"Maaf pak, ada apa ya. Kok dari tadi sepertinya gelisah?" tanya Hana

__ADS_1


"Maaf non, itu dibelakang. Sepertinya motor itu mengikuti kita terus dari kita berangkat tadi" jawab pak sopir.


"Yang mana pak? " tanya Hana sambil menengok ke belakang.


"Itu non, yang pakai helm, jaket dan masker, yang semua tertutup, itu sepertinya orang yang ngikutin tuan Daffa beberapa waktu lalu non" ucap pak sopir lagi


"Kak, Manda takut. Kayanya bener deh mereka ngikutin kita. Tadi pas berangkat , Manda juga lihat mereka. sekarang lihat lagi" sambung Amanda.


"Bapak jangan berhenti di tempat sepi ya pak, coba kita berhenti di pos polisi depan itu pak" ucap Hana sambil menunjuk pos polisi yang terlihat didepan mereka.


"Iya non"


Saat mereka berhenti di depan pos polisi, terlihat 2 orang yang mengikuti tadi juga berjalan pelan.


"Kita disini dulu pak, biar mereka duluan. Setidaknya ada polisi disini, jadi mereka tak akan berani macam-macam" tutur Hana.


Dan benar dugaan Hana, mereka langsung tancap gas ketika tahu seorang polisi menghampiri mobil yang ditumpangi Hana dan Amanda.


'tok tok tok' Terdengar kaca mobil di ketuk oleh seorang polisi. Hana pun membukakan kaca mobil.


"Mohon maaf nona, apa ada masalah dengan mobilnya, kenapa berhenti? " tanya seorang polisi


"Hmmm... Anu pak, tadi itu saya teringat ada yang tertinggal, jadi saya suruh bapaknya untuk berhenti sebentar" Jawab Hana sedikit gugup


"Oh, baiklah nona, jika tidak ada apa-apa, saya mohon maaf karena sudah mengganggu anda" ucap polisi tadi sopan.


"Iya pak, tak apa" hana pun juga sopan


"Kalau begitu, mari nona" ucap polisi.


"iya pak, mari" Hana membalas anggukannya.


setelah berhenti beberapa saat, dan memastikan ke 2 orang tersebut sudah pergi, mereka melanjutkan perjalanan.

__ADS_1


Setelah sampai di kantor. Semua mata tertuju kepada Hana dan amanda. Mereka merasa kagum dengan penampilan baru Amanda. Hana yang menjadi pusat perhatian pun terasa kikuk. Beda halnya dengan Amanda. Mereka berjalan berdampingan menuju ke lift khusus. Setelah sampai di depan ruangan Daffa, Amanda membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu. Dan saat pintu terbuka, Amanda menabrak seseorang, sambil mendongakan kepalanya, Pandangan mata Amanda dan Rey bertemu. Mereka terdiam beberapa saat. Tiba-tiba tindakan Daffa mengagetkan Amanda dan Rey. Daffa menarik tangan Amanda sambil menatap tajam ke arah Rey. Setelah sepersekian detik, Daffa menoleh, ternyata yang ia pegang bukan Hana. Melainkan Amanda. Hingga terjadi sebuah kebisuan untuk Daffa dan Rey. Hana yang melihat kejadian inipun hanya tersenyum.


TBC


__ADS_2