KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Di Kantor


__ADS_3

Setibanya Hana di Indonesia, iya langsung menuju ke rumah Daffa. Smith yang mengikuti Hana dan Daffa pun terkesan dengan rumah Daffa. Terlihat elegan dan terasa begitu nyaman. Mereka beristirahat karena saat tiba di Indonesia, hari sudah larut. Yaitu sekitar jam 2 dini hari. Hana dan Daffa langsung menuju ke kamar. Sedangkan Smith diantarkan menuju ke kamar tamu oleh seorang pelayan.


"Kita istirahat dulu ya Smith. Besok kita antarkan kamu ke tempat Kyai Mustofa" Ucap Daffa sebelum meninggalkan Smith.


"Terimakasih tuan Daffa" Jawab Smith sebelum akhirnya ia berjalan memasuki sebuah ruangan.


Pagi ini, sekitar pukul 07.00, Daffa dan Hana sudah bersiap ke kantor. Ada meeting penting dengan Client. Karena Smith belum juga menampakkan batang hidungnya, Daffa berpesan kepada seorang pelayan.


"Nanti kalau Smith sudah bangun, bilang kalau kita akan mengantarkannya nanti setelah dari kantor ya bi" Ucap Daffa kepada seorang pelayan.


"Baik tuan Daffa, akan saya sampaikan" Jawab pelayan tersebut yang berdiri di samping meja makan.


"Bibi boleh ke belakang dulu" Sambung Daffa lagi. Dan pelayan itupun melangkah menuju ke dapur.


"Papa sama mama belum bangun atau sedang tidak ada di rumah ya mas? " Tanya Hana saat tak melihat mertuanya.


"Kurang tahu sayang, nanti kita telpon ya" Jawab Daffa. Dan mereka pun melanjutkan sarapan dengan lahab.


Setibanya Daffa dan Hana di kantor, mereka di sambut oleh Rey.


"Selamat pagi tuan, nona. Bagaimana kabarnya" Sapa Rey sambil mengikuti Daffa berjalan dibelakangnya. Sedangkan Hana langsung menuju meja kerjanya. Didalam ruangan Daffa, Rey menjelaskan jadwal Daffa hari ini.


"Kalau begitu Kamu harus merekrut satu sekertaris lagi Rey, aku ngga mau Hana kecapekan" Ucap Daffa.


"Baik tuan, akan segera saya carikan" Jawab Rey. Mereka berjalan keluar ruangan. Terlihat Hana yang sibuk dengan layar monitor. Pekerjaannya tertunda beberapa hari. Jadi iya harus bekerja keras hari ini.

__ADS_1


"Sayang, mas meeting dulu ya, kamu jangan ketiduran lagi disini" Ucap Daffa teringat beberapa waktu lalu Hana tertidur di meja kerja dengan ponsel yang masih menyala.


"Iya mas, maaf hehe" Hanya nyengir karena malu. Tiba-tiba Daffa mendekati Hana dan mencium keningnya. "Terimakasih ya, sudah membantu mas" Ucap Daffa. Hana yang merasa malu hanya menunduk sambil tersenyum. Iya mengerti jika ada orang selain mereka di sini, yaitu Rey. Daffa menyadari akan hal itu. Iya hanya tersenyum sambil mengelus pucuk kepala Hana.


"Ngga usah malu sayang, anggap saja Rey itu ngga ada" Ucapnya asal. Rey yang mendengarpun membulatkan mata dan mulutnya, melonggo.


"Jangan kaget terus melongo Rey, kamu belum pernah merasakan jatuh cinta kan, makanya kamu jomblo terus" Ucap Daffa meledek Rey. Rey pun hanya diam. Percuma menanggapi orang kasmaran seperti Daffa. Hanya membuang-buang waktu saja.


"Makanya cari istri Rey, biar bisa mesra-mesraan kaya aku" Daff terus menggoda. Namun Rey tetap tak terprovokasi. Tetap tenang dan santai.


"Dasar, provokator muda" Ucap Rey dalam Hati. "Sudah jam setengah delapan tuan, sebentar lagi meeting akan dimulai" Ucap Rey pelan.


"Ah iya, sayang, mas ke ruangan meeting dulu ya, jaga diri kamu baik-baik. Kalau capek istirahat, jangan dipaksa" Pesan Daffa kepada Hana. Dan pesan tersebut membuat Rey terkejut. "Baru kali ini tuan Daffa benar-benar jatuh cinta. Sama bocah lagi. Hebat banget nona Hana bisa membuat tuan Daffa takluk" Batin Rey sambil berjalan mengikuti Daffa ke ruang meeting. Sesampainya di ruang meeting, sudah banyak rekan bisnis yang menunggu. Dan mereka memulai meeting.


Di rumah Utama, Smith bingung. Untung seorang pelayan datang dan menyampaikan pesan Daffa. Smith mengerti dengan kesibukan Daffa.


Kemudian seseorang memanggilnya lagi untuk segera makan. Sudah terlalu siang jika disebut sarapan, karena waktu menunjukkan sudah pukul 10.45. Smith yang merasa lapar pun segera mengikuti pelayan tersebut menuju ruang makan. Dia pun makan dengan lahab. Saat sedang melahap makanan di meja makan. Telepon rumah Daffa berdering. Seseorang mengangkatnya.


'Kriiiing kriiing kriiingg' suara telepon rumah berdering.


"Assalamualaikum, selamat pagi, dengan kediaman Utama tuan Daffa, ada yang bisa kami bantu" Ucap seseorang yang mengangkat telepon tersebut.


"Ah iya bi, ini aku Fariz, apa Daffa sudah kembali ke Indonesia? " Tanya Fatiz dari seberang telepon.


"Sudah tuan, semalam sudah sampai" Jawab pelayan.

__ADS_1


"Sekarang? " Tanya Fariz lagi.


"Ada di kantor tuan" Pelayan menjawab lagi.


"Ya sudah. Terimakasih" Ucap Fariz dan sambungan telepon pun terputus. Pelayan tadi kembali ke dapur. Memandang meja makan yang sudah kosong. Iya berfikir jika Mr. Smith sudah kembali ke kamarnya.


"Pasti sudah kembali. Aku bereskan saja" Gumamnya. Dan saat akan berbalik. Iya dikejutkan oleh Smith yang berdiri di belakangnya.


"Sorry, mengagetkan anda. Terimakasih untuk sarapannya. Saya akan kembali ke kamar menunggu tuan Daffa saja" Ucap Smith sambil tersenyum. Dan berlalu masuk ke kamar lagi. Pelayan tersebut bengong sesaat. Lalu iya tersadar. Dan segera menyelesaikan pekerjaannya.


Di kantor, Hana sibuk bergelut dengan pekerjaannya. Sampai-sampai Iya tak sadar jika Daffa sudah selesai meeting dan sekarang sudah berada di belakangnya.


"Sibuk sekali nona Daffa" Ucap Daffa yang berhasil membuat Hana terlonjak karena kaget.


"Mas Daffa ngagetin aja. Sudah selesai mas meetingnya? " Tanya Hana sambil memegangi dadanya karena masih merasa kaget. Sedangkan Daffa membungkukkan badannya dan meletakkan kedua kanannya diatas meja kerja Hana disisi kanan dan kiri. Menghimpit Hana. Hana merasakan hembusan nafas Daffa terasa Hangat. Iya mendongak. Tatapan mereka bertemu. Hana seperti terhipnotis. Memandang Wajah tampan Daffa tanpa berkedip. Sedangkan jantungnya memompa lebih cepat. Daffa tersenyum menatap manik mata Hana. terlalu indah. Tak lama ada suara yang mengagetkan mereka.


"Hmm.. Hmmm.. maaf tuan, nona. Ini ada beberapa berkas yang harus ditanda tangani" Ucap Rey membuyarkan keindahan dalam fikiran Hana dan Daffa.


"Si jomblo ganggu aja deh" Ucap Daffa sambil mengambil berkas yang harus ditanda tangani. Membubuhkan tanda tangan dan langsung mengembalikan ke Rey. Saat akan berbicara dengan Hana, Rey memberikan setumpuk berkas yang harus ditanda tangani lagi. Daffa melonggo. Niatnya untuk bermesraan dengan Hana terhalang setumpuk berkas. Hana terlihat menyunggingkan senyum. Sedangkan Rey merasa puas berhasil mengerjai tuannya yang sedang bucin itu. Iya tersenyum namun tak terlihat.


"Rey, kamu sengaja mengerjai saya? " Tanya Daffa sedikit geram.


"Tidak tuan, mana berani saya melakukan itu. Itu adalah berkas penting yang tidak bisa saya tanda tangani saat tuan ke London kemarin" Jawab Rey. Daffa pun berdiri dan beranjak masuk ke ruangannya. Namun sebelumnya, iya mengecup singkat pipi kanan Hana. Membuat Hana mengeluarkan semburat merah di pipinya.


"Bawa masuk Rey! " Perintah Daffa sambil berlalu ke dalam ruangannya. Rey pun mengikuti Daffa dengan membawa Setumpuk berkas tersebut. Hatinya merasa menang hari ini karena Daffa terlihat kesal.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2