KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Keluarga Mandala


__ADS_3

Suara alarm adzan subuh di ponsel Hana menggema. Hana menggeliat bangun dari tidurnya. Matanya terasa berat untuk dibuka. Tiba-tiba sebuah benda kenyal mendarat di pipinya. Siapa lagi pelakunya jika bukan si Daffa, sang suami. Iya sudah mulai terbiasa dengan hal seperti ini.


"Mas, sudah subuh. Bangunlah! " Ucap Hana membangunkan sang suami dengan suara serak khas bangun tidur.


"Sebentar lagi Hana sayang, masih ngantuk berat ini, biar selesai adzan dulu" Jawab Daffa masih memejamkan mata. Hana yang mendengar pun mengerti. Karena mereka tidur jam 1 dini hari. Dan ini sekitar pukul 04.25 mereka sudah bangun kembali. Begitu suara adzan selesai, Daffa segera membuka mata dan beranjak ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Setelah selesai sholat. Daffa merangkak naik ke ranjang kembali. Iya masuk kedalam selimut dan memeluk istrinya yang terlelap mencari kehangatan. Dan mereka tertidur kembali hingga pukul 07.00.


Hana menggeliat begitu ada cahaya matahari menerobos masuk lewat jendela kaca kamar Daffa. Iya memandang jam menunjukkan pukul 07.00. Iya segera bangun dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai, iya memakai pakaiannya dan segera membangunkan Daffa.


"Mas bangun, sudah jam tujuh" Ucap Hana sambil menggoyangkan lengan sang suami. Daffa yang digoyang-goyangkan oleh Hana pun tak bereaksi sama sekali. Itu membuat Hana naik keatas ranjang dan lebih mendekatkan diri ke Daffa. Saat dia berusaha membangunkan Daffa kembali, tiba-tiba tangan Daffa menariknya dan membuat Hana terjatuh diatas tubuh Daffa. Daffa tersenyum puas karena sudah berhasil mengerjai istri kecilnya.


"Mas lepasin, ini sudah siang, sudah jam tujuh. Namun Daffa semakin mengeratkan pelukannya.


"Mas nanti terlambat" Ucap Hana.


"Tak apa sayang, terlambat pun tak akan membuat kita dipotong gaji. Kamu tahukan aku pemilik perusahaan itu, jadi mau datang jam berapa pun terserah kita" Tutur Daffa.


Hana yang mendengar penuturan Daffa pun menghembuskan nafas pelan. Iya tahu suaminya masih mengantuk.


"Morning kiss dulu, biar cepat bangun" Ucap Daffa sambil menyodorkan pipinya. Hana yang tak mau berlama-lama segera mendaratkan ciuman secepat kilat. "Satunya dong" Pinta Daffa lagi. Hana melakukan hal yang sama. Lalu beranjak turun dari ranjang karena Daffa sudah melepaskan pelukannya.


Daffa segera bangun dan menuju kamar mandi membersihkan diri. Begitu selesai mereka turun bersama. Saat berjalan di tengah tangga, Hana teringat kepada Haidar.


"Mas, Haidar. Kita lihat dulu ke kamarnya! " Ucap Hana menghentikan langkah mereka berdua.


"Iya sayang, mas sampai lupa kalau semalam kita bawa Haidar" Ucap Daffa sambil berjalan menuju kamar tamu diikuti oleh Hana.


Begitu sampai didepan kamar tamu, Daffa mengetuk pintu.


'Tok tok tok' Belum ada jawaban


"Coba lagi mas, apa mungkin Haidar masih tidur? "Tanya Hana.


"Mungkin sayang, kita coba lagi ya" Jawab Daffa sambil mengetuk pintu kamar tamu lagi. Dan terdengar sahutan dari dalam.

__ADS_1


"Sebentar" Lalu pintu terbuka, menampilkan Haidar.


"Haidar, kamu baru bangun? " Tanya Daffa.


"Tidak om, saya sudah bangun dari tadi.Tapi sedang di kamar mandi" Jawab Haidar.


"Ayo masuk, saya mau bicara sama kamu soal semalam" Ucap Daffa sambil berjalan masuk dan duduk di sofa diikuti Hana dan Haidar dibelakangnya.


Haidar yang merasa akan ditanya pun duduk dibawah. Namun Hana menyuruhnya untuk duduk di sofa.


"Duduk sini saja Haidar, jangan dibawah! " Ucap Hana sambil mengulurkan tangan kanannya.


"Sekarang ceritakan kepada om kenapa kamu bisa sampai dikejar 2 orang itu ditengah malam! " Pinta Daffa kepada Haidar.


Haidar pun menceritakan secara detail.


"Jadi begini om" Haidar memulai ceritanya.


"Papa sama Mama kecelakaan 10 hari yang lalu. Mereka meninggal" Ucap Haidar sambil menunduk dan meneteskan air mata. "Terus Haidar kan ikut sama kakek. Om sama tante Haidar ingin mengasuh Haidar. Kakek menyerahkan Haidar ke om sama tante. Tapi disana Haidar diperlakukan dengan buruk sama om dan tante, Haidar ngga betah. Dan kemarin malam Haidar kabur, tapi ketahuan sama om dan dikejar sama 2 orang itu" Cerita Haidar kepada Hana dan Daffa.


"Siapa nama papa kamu Haidar" Tanya Daffa.


"Papa Arya Mandala" Sahut Haidar.


"Jadi kamu cucunya kakek Wira Mandala? " Tanya Daffa menebak.


"Benar om. Om kenal sama kakek? " Tanya Haidar kembali.


"Kakek dan papa kamu adalah rekan bisnis om. Om mengenal mereka dengan baik" Ucap Daffa.


"Kamu disini dulu ya, biar om hubungi kakek wira! " Ucap Daffa kembali.


"Jangan om, jangan hubungi kakek, nanti om sama tante tahu. Haidar ngga mau diajak pulang sama mereka" Haidar terlihat sedih dan kembali menangis. Melihat hal ini, Daffa jadi tidak tega. "Ya sudah, kamu disini saja dulu supaya aman! " Ucap Daffa sambil mengeluarkan ponsel sambil berjalan ke arah jendela sedikit menjauh dari Haidar dan Hana.

__ADS_1


Daffa menghubungi Rey. 'Tut tut tut' Panggilan tersambung. Dan suara Rey mejawab dibalik telepon.


"Iya tuan, selamat pagi" Sapa Rey.


"Pagi Rey, hari ini kamu urus perusahaan dulu ya, aku masih ada urusan penting, kalau tidak datang terlambat kemungkinan aku tidak bisa datang ke kantor hari ini" Balas Daffa.


"Baik tuan, kebetulan tidak ada meeting pagi ini" Ucap Rey kembali.


"Oke, nanti jika ada meeting yang penting hubungi aku" Tutur Daffa.


"Baik tuan"


"Baik, selamat pagi" Daffa mengakhiri panggilan. 'Tut tut tut' Panggilan berakhir.


Selesai menghubungi Rey, Daffa kembali ke sofa. Iya mengajak Hana dan Haidar untuk sarapan.


"Ayo kita sarapan dulu! " Ajak Daffa kepada Hana dan Haidar. Sambil berjalan ke arah keluar. Namun Haidar menolak dan tetap berada di sofa.


"Haidar, ayo kita sarapan dulu! " Ucap Hana.


"Haidar malu om" Jawab Haidar.


"Ayo makan dulu, nanti kita cari baju buat kamu! " Jawab Daffa dari depan pintu. Dan akhirnya Haidar pun mau, dan mengikuti Daffa ke ruang makan.


Sesampainya di ruang makan, keluarga Daffa masih makan dan hampir selesai. Dan mereka segera menuju meja makan untuk bergabung. Melihat ada anak kecil dibelakang Daffa. Mereka bertanya-tanya.


"Daffa, siapa ini? " Tanya ibu Sarah.


"Ini Haidar ma, ceritanya nanti saja ya, kita sarapan dulu, Daffa sudah lapar! " Ucap Daffa sebelum mereka semua bertanya sambil Duduk di kursi yang tersedia.


"Haidar, makan yang banyak ya, ngga usah sungkan" Tutur Daffa. Sedangkan Hana yang duduk disamping Daffa mengambilkan makanan ke piring Daffa. Mereka pun makan dengan diam. Hanya dentingan sendok yang terdengar. Daffa melirik ke arah Hana, Hana tampak malu-malu berkumpul dengan keluarga besar Daffa.


"Sayang, makan yang banyak" Ucap Daffa sambil menambahkan lauk ke piring Hana. Hana yang melihat hal itu hanya tersenyum.

__ADS_1


TBC


__ADS_2