KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Ruang Kejujuran


__ADS_3

Sebuah perkelahian di pinggir jalan menarik perhatian banyak orang. Orang-orang berkumpul untuk menyaksikan. Tak ada satupun orang yang berani mendekat apalagi melaporkan ke polisi. Takut ada masalah nantinya. Hingga akhirnya, Bilal dan Daffa mampu menjatuhkan satu persatu orang yang menyerangnya. Bilal segera mengikat mereka yang tak sadarkan diri. Memasukkan kedalam mobil orang tersebutblalu membawanya pergi. Pak Andi menyetir dan Bilal duduk disampingnya. Sedangkan Hana dan Daffa mengemudikan mobilnya sendiri. Mereka melaju menuju ke suatu tempat.


"Siapa mereka mas? " Tanya Hana yang duduk disampinnya.


"Mas kurang tahu sayang, nanti kita urus mereka" Jawab Daffa.


"Iya mas" Hana mengangguk dan Daffa fokus pada kemudinya. Tiba-tiba ponselnya berdering. Nama Bilal tertera dilayar.


"Sayang, mas Bilal telepon. Kamu angkat, ini hp mas disaku" Ucap Daffa. Hana segera mengambil ponsel di saku jas Daffa. lalu mengangkatnya.


"Iya mas, ada apa? " Ucap Hana.


"Tanyakan ke suamimu, mau dibawa kemana orang-orang ini" Jawab Bilal dari seberang telepon.


"Sebentar mas." Hana meloud speaker teleponnya. "Mas Bilal mau bicara mas" Ucap Hana kepada Daffa.


"Iya mas, ada apa? " Tanya Daffa.


"Kita bawa kemana mereka Daf, jangan kerumah ya. Kasihan ayah nanti" Ucap Bilal.


"Bawa saja ke rumah Utama mas" Ucap Daffa.


"Oke, kamu hati-hati ya, jangan jauh-jauh dari mobil ini" Ucap Bilal.


"Siap mas. Keburu mereka sadar. Kita harus cepat" Jawab Daffa. "Oke, ya sudah ayo cepat" Tutur Bilal. Dan merekapun melanjutkan kemudi menuju rumah Utama. Tak sampai 20 menit. Mereka telah tiba.


"Pak tolong panggilkan security" Ucap Daffa menyuruh pak Andi.

__ADS_1


"Baik tuan, sebentar" Pak Andi berlari memanggil security. Setelah 2 orang security datang, mereka bahu membahu menurunkan tiga orang penjahat itu.


"Kita bawa ke ruang belakang. Disana jarang di datangi orang mas" Ucap Daffa. Akhirnya ke tiga penjahat tersebut di bawa ke ruangan belakang rumah. Ruangan yang khusus digunakan Daffa untuk menggertak seseorang. Biasa disebut ruang kejujuran.


"Ikat mereka, jangan sampai terlepas" Daffa menyuruh ke 2 security itu.


"Kalian jaga mereka, jangan dilepaskan. Jika sudah sadar, segera kabari aku" Ucap Daffa sambil keluar dari ruangan itu.


"Baik tuan" Ucap kedua security tersebut.


"Sayang, tolong hubungi Rey suruh kesini ya" Ucap Daffa. Hana mengangguk.


Daffa kembali ke rumah. Diikuti oleh Hana dan Bilal. Begitu sampai didalam, ternyata tuan Aji dan ibu Sarah juga ada disana.


"Daffa, baru pulang? " Tanya Nyonya Sarah.


"Loh, ada Bilal. Sini duduk Bil" Ucap tuan Aji.


"Biar mas Bilal bersih-bersih dulu ma, nanti saja bicaranya" Ucap Daffa. "Sekalian Daffa juga mau bersih-bersih dulu" Lanjut Daffa sambil melangkah menuju kamarnya di lantai atas.


"Ya sudah, sana. Nanti terus makan" Ucap mama Sarah. Dan Semua pergi, Daffa dan Hana ke kamarnya, sedangkan Bilal ke kamar tamu. Setelah selesai mandi, mereka melaksanakan kewajiban. Tak menunggu lama setelah selesai, mereka turun kembali. Dan ternyata seorang security sedang menunggu dibawah. Daffa segera mempercepat laju jalannya, menghampiri security tersebut.


"Mohon maaf tuan, orang-orang tadi sudah mulai sadar" Ucap security tersebut.


"Oke, sekarang kembalilah berjaga didepan" Ucap Daffa. Hana dan Bilal mengikuti Daffa. Sedangkan tuan Aji dan nyonya Sarah yang belum tahu apa-apa penasaran, akhirnya mengikuti Daffa dan yang lain. Hana yang tahu mertuanya ikut, memperlambat jalannya, dan mensejajarkan langkahnya dengan mama mertua.


"Hana, ada apa ini nak? " Tanya mama Sarah.

__ADS_1


"Kita ceritanya nanti saja ya ma. Tadi ada masalah" Ucap Daffa menyahut saat mendengar mama bertanya.


"Sayang, tolong ajak mama kerumah ya" Ucao Daffa kepada sang istri sebelum masuk.


"Tapi Hana ingin ikut mas" Ucap Hana.


"Nanti mas kasih tahu sayang, sekarang ajak mama kembali ya" Ucap Daffa sambil memegang kedua pundak Hana.


"Ya sudah" Hana menurut kepada Daffa.


"Mama balik ya, temani Hana. Daffa janji nanti Daffa bakal cerita" Ucap Daffa kepada mamanya. Mama yang penasaran awalnya tak mau. Namun akhirnya Hana dapat membujuknya. Sebenarnya Daffa tak ingin mama dan istrinya tahu tentang masalah ini. Biarlah semua masalah diselesaikan dengan kepala keluarga disini.


Mama yang penasaran karena tidak diizinkan untuk ikut pun memberondong Hana dengan banyak pertanyaan.


"Hana, sebenarnya ada apa? " Tanya Mama.


"Emm, itu ma, tadi dijalan kita dihadang sama sebuah mobil. Dan tiba-tiba mereka menyerang kami. Untung mas Bilal bergerak dengan cwpat setelah tahu gerak-gerik mencurigakan dari mereka. Alhamdulillah Allah masih melindungi kita" Jelas Hana.


"Ya ampun. Mereka selalu menggunakan cara curang untuk semuanya hal" Gumam mama. Akhirnya mama dan Hanapun menunggu mereka.


Diruangan belakang, Rey baru saja sampai. Iya segera berjalan dan bertanya duduk permasalahannya. Setelah jelas, Rey paham apa yang harus dia lakukan. Didalam ruangan itu, terdapat banyak senjata api terpajang ditembok. Dan beberapa panah lengkap dengan busurnya. Serta sebuah samurai yang terlihat sangat mengerikan. Ke tiga orang yang baru tersadar itupun ketakutan.


"Rey, lakukan tugasmu! " Perintah Daffa.


"Baik tuan, tapi disini masih ada tuan Aji dn Tuan Bilal" Ucap Rey.


"Biar aku berbicara dengan mereka" Ucap Daffa. Daffa mendekati Bilal dan papanya. lalu membisikkan sesuatu ke papanya. Papa yang paham langsung mengajak Bilal keluar. Sedangkan Rey mulai menjalankan tugasnya ditunggu oleh Daffa yang duduk di sebuah kursi.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2