KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Arsyad Dan Arsyida


__ADS_3

Daffa tak kalah bahagianya dengan Hana. Setelah kedua bayi tersebut dibersihkan. Perawat memberikan kepada Daffa untuk di adzani.


"Selamat nona, tuan. Bayi kalian sangat tampan dan cantik, Tuan Daffa silahkan di adzani terlebih dahulu" Ucap dokter Anisa. Daffa pun menerima salah satu dari anaknya, lalu mengadzani di telinga kanan dan iqomat di telinga kiri. Begitu selesai, Daffa berpindah ke putrinya. Daffa mendekati Hana setelah semua selesai.


"Sayang, terimakasih" Ucap Daffa sambil mengecup kening Hana berulang kali. Hana menjawab dengan senyumnya karena masih terlalu lemah untuk bersuara. Tiba-tiba dokter datang.


"Mohon maaf tuan, biarkan kami menjahit nona Hana dulu" Ucap dokter Anisa. Akhirnya Daffa mundur beberapa langkah dan memperhatikan apa yang akan dokter lakukan terhadap Istrinya. Daffa melihat Hana yang menahan sakit. Namun Hana tak bersuara. Daffa mendekati Hana dan memegang tangannya.


"Sayang" Daffa berkata sambil mengelus kening Hana yang berkeringat. Iya tak tega melihat istrinya seperti itu.


"Apa masih lama. Kasihan Hana seperti itu" Ucap Daffa.


"Sebentar lagi selesai tuan. Tuan tunggu saja dulu" Jawab dokter Anisa. Akhirnya Daffa hanya memegangi tangan Hana. Tak lama dokter pun telah selesai. Hana mengucap syukur karena telah selamat dalam perjuangannya melahirkan buah hati. Iya tersenyum memandang baby twin di sampingnya.


"Mereka sangat cantik dan tampn. Seperti kita" Ucap Daffa. Iya mengambil Putranya lalu mendekatkan kepada Hana.


"Baby boy sangat mirip denganmu sayang, dan baby girl mirip dengan papanya" Daffa mencium putrinya. Hana sangat bahagia dengan kehadiran orang-orang di sampingnya. Semua orang yang menunggu diluar segera masuk. Bu Sarah yang paling duluan. Iya meneteskan air mata.


"Cucu oma cantik dan tampan sekali" Ucap bu Sarah. Iya pun menggendong baby boy dan menciuminya. Semua orang tersenyum melihat pemandangan indah ini. Hana begitu terharu. Iya telah menjadi seorang ibu.


Saat sedang memandang ke dua buah hatinya, ponsel Daffa berdering. Iya melihat siapa yang menghubunginya. Ternyata kakek penjual singkong keju itu. Daffa sampai lupa jika dia akan pergi kerumah kakek tersebut. Daffa segera.mengangkat panggilan ttersebut Semua orang terdiam mendengar apa yang diucapkan Daffa dengan penelpon tersebut.


"Assalamualaikum, iya kek. Mohon maaf saya belum bisa kesana. Saat perjalanan pulang kerja, istri saya tiba-tiba akan melahirkan. Jadi saya menemani istri saya" Ucap Daffa memberi tahu yang sebenarnya agar kakek tersebut tidak kecewa karena Daffa tidak jadi datang.


"Alhamdulillah, jadi istrimu sudah melahirkan? " Tanya kakek tersebut terdengar bahagia.


"Iya kek. Mohon maaf ya kek. Saya belum bisa ke rumah kakek" Daffa merasa tak enak hati.

__ADS_1


"Tidak apa nak, kakek ikut senang mendengar kabar ini. Selamat, akhirnya kamu menjadi seorang ayah" Ucap kakek tersebut.


"Terimakasih kek" Daffa berkata sambil tersenyum kepada istrinya.


"Ini nak, justru kakek yang mau meminta maaf kepadamu sebenarnya tadi mengapa kakek menghubungimu. Istri kakek harus di opname, jadi kakek tidak ada dirumah. Jadi kamu jangan datang kerumah kakek dulu ya. Nanti kalau istri kakek sudah pulang, kakek akan menghubungimu" Ucap kakek memberitahu.


"Oh iya kek, tak apa. Semoga istri kakek segera sembuh" Ucap Daffa. "Dirumah sakit mana kek? " Tanya Daffa kembali.


"Dirumah sakit XXX nak" Jawab kakek tersebut.


"Diruangan apa? " Daffa terus bertanya.


"Diruang anggrek" Jawab kakek tersebut.


"Ya sudah nak, istri kakek memanggil kakek. Sekali lagi selamat atas kelahiran anaknya" Kakek tersebut mengucapkan selamat lagi.


"Wa'alaikumsalam" Panggilan pun berakhir. setelah menaruh ponselnya di saku. Mama Daffa bertanya.


"Siapa Daffa?" Tanya mama Sarah.


"Kakek penjual singkong keju ma, jadi waktu Hana ngidam kemarin malam itu, Daffa beli di kakek tadi. Daffa tanya kenapa kok jualan sampai malam. Ternyata untuk mencari tambahan karena istrinya sedang sakit. Dan kakek tersebut tidak punya uang" Daffa menjelaskan.


"Kalau sudah boleh pulang, Hana ingin menengok kakek tersebut. Bukannya fia juga dirumah sakit ini? " Tanya Hana.


"Iya, tapi kasihan baby twin sayang kalau kamu ikut" Daffa terlihat khawatir.


"Nanti baby twin biar dibawa pulang dulu sama mama dan yang lain" Hana berkata sambil tersenyum. Daffa pun mengangguk mengiyakan permintaan istrinya.

__ADS_1


Pagi ini, Hana dan Daffa pergi keruangan dimana kakek penjual sinkong keju itu berada. Mereka menjenguk Istri kakek itu. Setelah mencari-cari, akhirnya mereka menemukan kakek tersebut. Daffa terkejut karena kamar yang disewa oleh kakek tersebut sangat banyak pasien lain. Sekitar 7 orang yang berada diruangan tersebut.


"Kakek" Panggil Daffa sambil mendekat.


"Loh, kamu disini nak? " Tanya kakek tersebut.


"Iya kek, istri saya ingin melihat kakek" Daffa memperkenalkan Hana.


"Kakek, semoga nenek cepat sembuh ya" Ucap Hana tersenyum ramah. Kakek tersebut membalas senyum dan uluran tangan Hana. Mereka pun mengobrol. Daffa terlihat mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. Setelah hampir 20 menit Dafffa dan Hana di ruangan tersebut. Daffa pamit untuk pulang. tak lama juga setelah Daffa pergi, petugas rumah sakit meminta kakek tersebut untuk membereskan barang-barangnya dengan sopan. Sedangkan petugas itu membawa istri kakek untuk dipindahkan ke ruangan lain. Awalnya kakek bingung. namun setelah dijelaskan, kakek paham. Bahwa Daffa telah mengurus seluruh biaya dan pemindahan ini. Kakek tersebut menangis haru. Ternyata masih ada orang kaya yang sangat peduli dengan orang kecil sepertinya.


Pagi menjelang siang ini baby twin sudah berada di rumah utama. Ayah Hana, pak Bahtiar menunggu cucu keduanya untuk beberapa hari kedepan. Saat semua sedang berkumpul, tiba-tiba papa Daffa menanyakan siapa namanya.


"Jadi Daffa, siapa nama baby twin? " Ucap tuan Aji. Daffa tersenyum mendengar ucapan papanya. Semua orang terlihat tidak sabar untuk mengetahui siapa nama anak Daffa dan Hana.


"Arsyad Abimana Utama dengan Arsyida Kinanthi Utama. Itu nama yang sudah kami pilih" Jawab Daffa sambil tersenyum.


"Nama yang indah, siapa panggilannya? " Tanya ayah Bahtiar.


"Arsyad dan Arsyi" Jawab Daffa.


"Semoga kelak mereka akan menjadi anak yang berguna, untuk keluarga, masyarakat, agama dan negara. Aamiin" Ayah Bahtiar mendo'akan cucu-cucunya.


"Daffa ke kamar dulu ya yah, papa, mama dan semuanya. Hana juga harus sarapan" pamit Daffa.


"Iya, pergilah... suruh makan yang banyak. Kasihan kalau menyusui harus butuh banyak asupan gizi" Ucap mama Sarah.


"Iya ma, Daffa ke kamar dulu" Daffa berkata sambil membawa nampan berisi makanan untuk istrinya. Dengan wajah penuh senyuman, Daffa melangkah masuk ke kamar Hana dan baby twin. Istrinya terlihat sedang menyusui baby twin. Daffa langsung mengambil piring dan sendok. Lalu menyuapi Hana yang sedang sibuk menyusui baby Twin.

__ADS_1


__ADS_2