
"Mas Daffa ngga ke kantor? " Tanya Hana sambil meletakkan menaruh botol susu milik Arsyad.
"Pekerjaan sudah banyak yang mengurus sayang, papa juga bantu selama mas ngga ke kantor" Jawab Daffa dengan tangan mengarahkan sendok ke mulud Hana.
"Makasih mas" Hana pun tersenyum mendengar jawaban suaminya. "Oeeek oeek oeeek oeekk" Suara Arsyad menangis kencang.
"Uluh uluuh, anak mama kenapa, belum kenyang ya" Ucap Hana sambil mengangkat Arsyad ke gendongannya. Belum sempurna Hana menaruh Putranya dalam gendongan, Arsyi ikut menangis dengan kencang pula.
"Arsyi juga pengen digendong? Arsyi sama papa ya, kak Arsyad sama mama" Ucap Daffa sambil meletakkan piring ditangannya. Setelah digendong, Arsyi langsung terdiam di dalam dekapan papanya. Sedangkang Arsyad masih terus menangis.
"Belum kenyang mungkin sayang" Ucap Daffa memberi tahu. Hana mengangguk.
"Mungkin mas. Biar aku hangatin dulu ASInya" Ucap Hana. Tiba-tiba mbak Rani datang bersama Yusuf.
"Tante Hana" Sapa Yusuf.
"Eh, kak Yusuf, sini" Balas Hana.
"Kenapa Han, Arsyad kok nangis?" Tanya Rani.
"mungkin belum kenyang mbak, ini mau manasin dulu ASInya" Jawab Hana.
"Sini, biar mbak saja" Rani berkata sambil mengambil botol di tangan Hana. Hana pun mengangguk dan kembali menggendong Arsyad yang masih menangis. Setelah beberapa menit, Rani datang dan memberikan botol susu tersebut.
"Ini dek, cepet diminumin, kasihan nangis kaya gitu" Rani berkata dengan menyerahkan botol tersebut.
"Makasih mbak" Hana menerima dan langsung menyusui Arsyad.
"Kalau cowok emang kuat banget dek minumnya" Ucap Rani.
"Iya mbak, Arsyad kalau minum kalau belum sampai kenyang banget ngga mau dilepas" Tiba-tiba Daffa meletakkan Arsyi di box bayi.
__ADS_1
"Tidur mas dia? " Tanya Hana.
"Belum sayang, tapi diam diturunkan, lihat deh malah senyum-senyum" Jawab Daffa.
"Boleh aku gendong? " Tanya Rani sambil mendekat.
"Silahkan mbak, aku mau nyiapin buat mandinya dulu" Jawab Daffa menggaguk, saat itu juga ada seorang pelayan datang.
"Maaf tuan, nona, waktunya nona dan tuan muda kecil mandi" Ucap pelayan tersebut.
"Siapkan sekarang, sepertinya mereka ngantuk" Jawab Daffa. Pelayan itupun masuk ke dalam kamar mandi, setelah beberapa saat keluar kembali.
"Sudah tuan, nona atau tuan dulu? " Tanya pelayan tersebut.
"Arsyi dulu, Arsyad masih minum" Jawab Hana.
"Biar mbak yang mandikan ya Han" Rani menawarkan diri.
"Mandi dulu ya" Rani memasukkan Arsyi ke bak mandi. Iya segera memandikan Arsyi dengan cepat karena takut keponakannya itu kedinginan. Begitu selesai, Rani membawanya keluar dengan tubuh yang di balut dengan handuk. Daffa menedkat dan memberikan semua kebutuhan bayinya.
"Ini mbak" Ucap Daffa sambil meletakkan baju dan yang lain di samping Rani. Rani dengan cekatan mengurus baby Arsyi. Terlihat Hana yang meneruskan makannya karena baby Arsya sudah tenang. Daffa mendekati Arsya lalu melepas bajunya untuk dimandikan.
"Sudah siap airnya bi? " Tanya Daffa saat seorang pelayan keluar dari arah kamar mandi.
"Sudah tuan" Pelayan tersebut mengangguk dan menjawab.
"Biar aku yang mandiin ya" Tanya Daffa kepada Hana dan Rani dan jawab anggukan oleh keduanya.
Saat sedang sibuk bermain dengan si kecil, beberapa orang memasuki kamar, ternyata Amanda dan keluarganya beserta semua orang yang berada dirumah itu. Mereka langsung masuk dan melihat Arsyi.
"Mana Arsyad? " Tanya Amanda.
__ADS_1
"Lagi mandi sama papanya" Jawab Hana. Tak lama terdengar suara Arsyad menangis dengan kencang. Daffa pun terdengar berteriak memanggil Rani.
"Mbak Rani, tolong bantuin aku dong" Teriak Daffa. Rani pun segera berjalan ke kamar mandi.
" Ada apa? " Tanya Rani begitu sudah sampai.
"Ini gimana ya, aku bingung hehe" Daffa berkata sambil cengengesan. Terlihat raut wajah bingung dan ekspresi ketakutan.
"Mana, biar mbak saja yang mandiin" Rani berkata sambil mengambil baby Arsyad dari tangan Daffa. Dan buru-buru memandikannya karena takut jika baby Arsyad kedinginan. Begitu selesai, Rani membawanya keluar.
"Makasih ya mbak, Daffa masih kaku pegangnya, apalagi pas dimasukkan ke dalam bak, baby Arsyad nangis kenceng banget" Ucap Daffa sambil mendekatkan peralatan baby Arsyad.
"Namanya juga masih belajar Daf, mas Bilal dulu juga gitu" Ucap Rani sambil melirik suaminya yang sedang memangku Yusuf.
"Tapi kamu kebangetan Daffa, masa mandiin anak sendiri aja ngga bisa" Sahut mama Sarah. Dan Daffa hanya menjawab dengan senyuman.
"Sekali dua kali masih kaku. ntar kalau udah biasa mudah" Sahut papa Daffa.
"Tapi baby Arsyi ngga nangis tadi pas dimandiin sama mbak Rani, Baby Arsyad kenapa nangis kenceng banget ya, Daffa kan jadi grogi" Ucap Daffa membela diri. Sontak hal tersebut membuat tertawa semua orang.
"Om ganteng ngga keren kaya ummi" Sahut Yusuf tiba-tiba.
"Abinya Yusuf aja selalu mandiin Yusuf tiap hari" Tambah Yusuf yang membuat Daffa tersenyum kecut.
"Boleh ngga, aku gendong baby twin" Tanya Amanda.
"Bisa ngga, ntar kaget karena belum bisa kaya kakak kamu itu" Sahut mama Amanda.
"Belajar ma, biar ntar kalau punya sendiri ngga kaget" Jawab Amanda. Akhirnya Amanda mengambil Arsyi ke dalam gendongannya. Karena baby Arsyad sudah tertidur sejak dia dipakaikan baju oleh Rani. Tiba-tiba, pandangan Amanda tertuju kepada seseorang yang baru datang.
TBC
__ADS_1