
Amanda yang merasa jantungnya mau copotpun menoleh kearah Daffa. Daffa dan Rey merasa bingung dengan keadaan ini. Ternyata Dia salah mengira. Dia mengira jika Amanda adalah Hana. Dan tak rela jika Rey memandang Hana dalam-dalam. Makanya iya menarik tangan Amanda. Dengan perasaan malu Daffa meminta maaf kepada Rey dan Amanda.
"Emm.. Manda, maaf. Kakak tidak tahu kalau itu kamu. Kakak kira tadi Hana" ucap Daffa menahan malu.
"It's ok brother. Aku paham. Tapi bagaimana penampilanku sekarang? " Tanya Amanda sambil memutar tubuhnya dihadapan Daffa dan Rey. Sontak hal tersebut membuat Amanda terjatuh karena kehilangan keseimbangan. Rey yang berada didekatnya dengan sigap menopang tubuh Amanda yang hampir ambruk. Entah apa yang dirasakan dua insan ini. Jantung mereka berpacu lebih cepat dari biasanya. Mereka hilang kesadaran untuk beberapa saat lamanya. Hingga tiba-tiba suara Hana menyadarkan Amanda dan Rey.
"Hemm Hemm... Hana berdehem" membuat suasana canggung di hati Amanda. lain dengan Rey yang malah memarahi Amanda.
"Makanya, jangan ceroboh nona Amanda" kata Rey sambil berlalu setelah Amanda berdiri tegak kembali.
"Maaf" Amanda meminta maaf lirih.
Daffa yang melihat kejadian inipun buka suara. Iya sangat penasaran dengan perubahan Amanda yang tiba-tiba. Daffa mendekati Hana dan bertanya.
"Sayang, itu si Amanda kenapa, kok tiba-tiba berpakaian seperti kamu? " Kata Daffa mencari jawaban.
"Mas Daffa tanya sendiri ya ke Manda. Mungkin dia punya alasan khusus mengapa merubah penampilannya" Balas Hana.
Sedangkan seseorang yang dibicarakan sudah ngacir menuju sofa. Daffa pun mendekati Amanda.
"Manda, kamu... " Entahlah. Daffa seperti kehabisan kata melihat Amanda.
"Kak, inikan yang selalu kakak ajarkan ke Manda, sekarang Manda sudah berubah" Jawab Amanda dengan santai.
"Tapi kenapa tiba-tiba? " Tanya Daffa lagi.
"Bukannya hal baik memang harus di segerakan? " Tanya Amanda balik.
"Iya-iya. Kakak paham maksudmu" Daffa menyudahi. Iya memandang jam sudah waktunya pulang. Akhirnya Dafa mengajak pulang Hana dan Amanda.
Dalam perjalanan pulang, Daffa memperhatikan Rey yang terdiam sejak kejadian di ruangannya tadi. Iyapun semakin penasaran ada apa sebenarnya.
"Rey, fokus nyetirnya. jangan gugup gitu" Ucap Daffa sambil menepuk bahunya.
Rey hanya tersenyum menanngapi Daffa. Dia malah mengalihkan pembicaraan.
"Ini mau pulang kemana tuan, ke tempat nona Hana atau ke rumah tuan? " Tanya Rey.
"kita kerumah Hana dulu. Pamit dulu ke ayah dan ibu, terus nanti kite kerumah utama. Tante disini ngga enak kalau ngga kesana" Jawab Daffa.
"Baik tuan" Rey kembali fokus dengan kemudinya. Sambil sesekali iya mencuri pandang Amanda dari kaca spion.
__ADS_1
Amanda dan Rey tidak ikut masuk ke rumah Hana. Amanda merasa lelah hari ini. Makanya iya mengajak Rey untuk langsung mengantarkan pulang. Rey pun menyetujuinya.
mereka terdiam beberapa saat didalam kendaraan. Ada rasa canggung ketika hanya berdua.
"Hmmm.. Manda, kamu sudah makan? " tanya Rey menetralkan perasaan gugubnya.
"Belum kak, nanti saja dirumah tante Sarah" Jawab Amanda tak kalah gugubnya. Dan suasana menjadi hening kembali.
Hana dan Daffa yang sudah tiba dirumah segera masuk. Setelah mengucap salam, mereka pergi kekamar. Membersihkan diri dan bersiap untuk makan malam bersama ayah dan ibu. Karena orang tuanya sudah menunggu untuk makan bersama.
"Selamat malam ayah, ibu" Ucap Daffa sopan.
"Ayo makan nak! " Ajak Ibu.
"Iya" Jawab Hana dan Daffa serempak. Dan mereka pun makan dalam diam.
"Makanya seadanya ya nak Daffa, hanya ada seperti ini, sederhana saja" Ucap ibu.
"Sama saja yah" balas Daffa.
Selesai makan malam. Daffa berbicara ke mertuanya. Iya meminta izin untuk pulang ke rumah Daffa malam ini.
"Ayah, ibu. Maaf sebelumnya. Ini Daffa mau izin malam ini kita menginap di rumah Daffa. Soalnya tante dari Singapura datang siang tadi" Ucap Daffa menjelaskan.
"Nanti akan ada sopir kesini yah" Jawab Daffa.
"Hati-hati ya, malam-malam seperti ini! " Tutur ibu.
"Iya bu" Hana dan Daffa membalas bersama.
Tak berselang lama, mobil yang akan menjemput Daffa dan Hana sudah sampai. Mereka sekali lagi meminta izin kepada ayah dan ibu.
"Ayah, ibu kami berangkat dulu ya" Ucap Daffa sambil mencium punggung tangan mertuannya. Diikuti oleh Hana dibelakangnya.
"Hati-hati nak" Ucap ibu.
"Iya bu, kami berangkat dulu" ucap Hana.
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam"
__ADS_1
Hana dan Daffa pergi menuju rumah utama milik tuan Aji.
Saat di tengah jalan, Hana berbicara.
"Mas Daffa? " Panggil Hana.
"Iya sayang, ada apa? " tanya Daffa sambil memandang dan menggenggam tangan kanan Hana.
"Emm... Anu mas. Hana sungkan jika harus menginap di rumah mas" Ucap Hana malu-malu.
Daffa yang mendengar penuturan Hana pun tersenyum. Iya mendekatkan kepala Hana ke dada bidangnya. Membawa Hana kedalam pelukannya. Mengelus hijab Hana lalu mencium pucuk kepala Hana. dan meraih dagu Hana untuk memandangnya.
"Sayang, lihat mas! ucap Daffa memandnag Hana intens.
"Kamu percaya kan sama mas. mas benar-benar tulus mencintaimu. Dan mama sama papa juga suka sama kamu. Sudah pasti mereka akan sayang sama kamu seperti mereka menyayangi mas" Ucap Daffa meyakinkan Hana. Sedangkan Hana yang mendengar pun menganggukkan kepala tanda mengerti. Daffa semakin mengeratkan pelukannya. Membuat Hana merasa nyaman berada dalam dekapan suaminya.
Mobil telah memasuki gerbang rumah utama. Hati Hana berdebar. adalah pertama kali untuk Hana memasuki rumah ini. Daffa menggegam tangan Hana tanpa mau melepaskan. Bahkan saat keluar dari mobil dan berjalan ke arah pintu. Ada beberapa pelayan yang menyambut kedatangan Hana dan Daffa. Mmebuat Hana semakin canggung.
"Selamat datang Nona" Ucap beberapa pelayan. Dan di balas senyuman oleh Hana.
"Sayang, ayo" Daffa menarik tangan Hana lembut untuk memasuki Rumah.
"Iya mas" Hana tampak malu-malu menjawab.
"Assalamualaikum" Ucap Daffa.
"Wa'alaikumsalam" Ucap mereka yang sedang berkumpul diruang tengah.
Keluarga besar Daffa yang melihat kedatangan dua manusia itu segera menyambut dengan suka cita. Mereka menyambut Hana dengan sangat baik. Bahkan memuji Hana.
"Maasyaa Allah, cantik, baik sopan lagi" Ucap tante Daffa. Hana yang masoh canggung bingung mau menjawab apa. Dia hanya tersenyum. Hingga Daffa memperkenalkan Hana kepada keluarga besarnya.
"Om, Tante. Bagaimana kabarnya? " Tanya Daffa.
"Baik Daffa, kamu sendiri gimana. Sudah pasti sangat baik. Iya kan" Tutur tante Daffa. Dan hanya dijawab senyuman dan anggukan oleh Daffa.
"Ini istri Daffa tante. Namanya Hana Azzahra" Daffa memperkenalkan.
"Tante sudah mendengar banyak tentang istrimu nak. Kamu beruntung sekali, selamat ya" Ucap Tante kepada Daffa.
"Terimakasih tante" balas Daffa
__ADS_1
"Kalau masih ada sisa satu saja, untuk adikmu Fariz Daffa. Sudah kelamaan jomblo dia" Ucap tante sambil melirik ke arah Fariz. Sontak hal itu membuat tertawa semua yang ada di sana. Dan mereka melanjutkan ngobrol hingga malam.
TBC..