KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Cemburu


__ADS_3

Mereka berjalan menuju ke kantin perusahaan. Daffa yang sejak tadi memuji-muji Hana dengan tangannya yang tak melepaskan genggaman dengan tangan Hana. Begitu sampai di kantin, Mereka mejadi pusat perhatian seluruh pengunjung kantin.


"Kamu mau makan apa sayang? " Tanya Daffa.


"Apa saja mas, sama dengan mas juga ngga apa-apa" Jawab Hana. Iya merasa grogi karena semua mata tertuju ke mejanya.


"Saya mau ini 2 dan ini. Sama minumnya jus jeruk dua. Kamu apa Rey? " Tanya Daffa kepada Rey.


"Saya sama dengan anda saja tuan" Jawab Rey.


"Ya sudah, semuanya tiga porsi ya mbak" Ucap Daffa seketika.


"Baik tuan" jawab salah satu pekerja kantin, sambil berlalu untuk mengambilkan pesanan.


"Nona Hana, Apa yang anda lakukan tadi dengan sistem yang benar-benar terkunci. Sampai sekarang saya masih penasaran" Ucap Rey. Sedangkan Hana hanya menjawab dengan senyuman.


"Sayang, nanti jelaskan ke kita cara yang kamu gunakan. Bila perlu ajari juga ya, supaya kita bisa seperti kamu" Daffa menyambung.


"Insya Allah mas" Jawab Hana. Dan merekapun makan siang dengan lahap.


Hari sudah hampir sore, Hana segera menyelesaikan fitur-fitur pengaman untuk perusahaan cabang milik Daffa. Tinggal beberapa langkah lagi, dan selesai.


"Ini masih lama ya? " Tanya Daffa.


"Sebentar lagi mas Insya Allah" Jawab Hana sambil menyandarkan punggungnya disandaran kursi.


"Kamu capek? " Daffa terlihat sedikit khawatir.


"Cuma pegel aja dikit, hehe" Hana menjawab dengan senyuman.


"Terimakasih ya, kamu sudah banyak membantu mas menyelamatkan perusahaan. Kalau ngga ada kamu, mungkin perusahaan ini sudah bangkrut" Tutur Daffa sambil memandang Hana.


"Mas bicara apa sih! Ini berarti Allah masih percaya sama mas untuk mengelola amanah berupa perusahaan ini. Kalau Allah sudah berkehendak, siapapun tak akan bisa menghalangi" Tutur Hana lembut.


"Kamu selalu bisa membuat mas merasa tenang, terimakasih sayang" Ucap Daffa yang terus menatap Hana intens.


Tiba-tiba suara bip terdengar. Hana langsung fokus ke layar monitor kembali.

__ADS_1


"Alhamdulillah, selesai" Gumam Hana.


"Sudah selesai kah? " Tanya Daffa sambil menatap layar monitor juga.


"Sudah mas, Alhamdulillah" Jawab Hana. "Insya Allah ini aman mas. Jika ada yang berusaha meretas kembali, maka secara otomatis, system akan menyerang balik dengan cara mengirimkan virus. Dan virus-virus itu yang nantinya akan bekerja dengan cara merusak seluruh komponen hardware dan software si peretas. Selanjutnya, seluruh data si peretas akan dihapus secara permanent" Jelas Hana panjang lebar.


"Luar biasa, terimakasih sayang" Ayo kita pulang! " Ajak Daffa.


"Oh iya, beberapa fitur disini memerlukan penanganan khusus, dan ini sudah aku hubungkan ke tablet ku, insya Alah akan memudahkan mas untuk mengecek dimanapun dan kapan pun" Jelas Hana kembali.


"Baik-baik, mas percaya sama kamu" Daffa berkata sambil berjalan keluar ruangan. Terlihat beberapa staff IT juga bersiap untuk pulang karena ini sudah jam nya untuk pulang.


Setibanya di dalam mobil, Daffa menawari Hana untuk jalan-jalan. Namun Hana menolak karena sudah merasa lelah.


"Kita jalan-jalan ya, kamu mau ngga, nanti kita makan malam di luar" Ucap Daffa kepada Hana.


"Aku capek mas, jalan-jalannya kapan-kapan saja ya, sekarang kita pulang dulu" Jawab Hana.


"Daffa yang mengerti pun mengiyakan. Karena iya sendiri sebenarnya juga merasa lelah.


"Ya sudah, kapan-kapan saja. Tapi kita belikan oleh-oleh untuk Haidar ya? " Tanya Daffa.


Didalam swalayan, Daffa tak henti-hentinya mengikuti Hana. Hana pun heran dengan kelakuan Daffa.


"Mas kenapa ngikutin Hana terus? " Tanya Daffa.


"Biar mas yang bawa sayang, kan kamu capek. Hari ini kamu sudah bekerja keras lo" Ucap Daffa sambil mengambil belanjaan di trolly yang dipegang Hana.


"Ya sudah, ini" Hana langsung memberikan trolly kepada Daffa. Hana langsung berjalan dahulu menuju tempat makanan ringan. Saat iya sedang asyik memilih camilan. Ada seseorang yang menyapa tak jauh dari tempatnya berdiri.


"Hana" Panggil orang tersebut. Dan Hana pun menoleh ke arahnya.


"Kak David" Hana tersenyum menjawab panggilan David, dan menghentikan aktifitasnya memilih camilan.


"Kamu apa kabar, lama ngga ada kabar kamu. Katanya sudah nikah ya? " Tanya orang tersebut yang ternyata adalah David. Kakak kelas Hana sewaktu SMK.


"Alhamdulillah baik kak, kakak sendiri bagaimana? "Tanya Hana balik.

__ADS_1


"Aku baik Han" Jawab David sambil tersenyum. Daffa yang melihat istrinya berbicara dengan seorang laki-lakipun mendekat dan bertanya.


"Sayang, siapa? " Tanya Daffa sambil mendekat dan merangkul pinggang Hana. David yang melihat pun pandangannya tertuju pada tangan Daffa.


"Ini mas, kakak kelas Hana sewaktu SMK, kenalkan namanya David dan ini mas Daffa suami aku" Jawab Hana memperkenalkan. Daffa dan David pun berjabat tangan.


"Daffa, David" Daffa dan David berkenalan secara bergantian.


"Kalau gitu, aku lanjut belanja dulu ya kak" Ucap Hana karena menyadari jika Daffa cemburu.


"Ah, iya hati-hati ya" Sahut David. Dan akhirnya merekapun berpisah.


"Apa sudah selesai sayang belanjanya? " Tanya Daffa dengan wajah sedikit kesal, namun tetap lebut dalam berbicara.


"Sudah mas, ayo kita bayar dulu! " Ajak hana. Dan merekapun berjalan menuju ke kasir. Setelah selesai mereka kembali kerumah.


Lain hal dengan seseorang yang berada di dalam ruangannya. Iya uring-uringan karena seluruh system di perusahaan Daffa sudah kembali normal. Bahkan iya tak bisa memasuki system tersebut karena ada tambahan keamanan.


"Sial, siapa yang sudah membantu Utama grub" Lelaki itu berteriak marah. System diperusahaannya telah banyak yang error karena serangan balik virus. Sekarang dia hanya bisa memulihkan satu persatu system tersebut.


"Aku akan menghancurkanmu Daffa, kita lihat saja nanti" Ucap lelaki tersebut. Dia marah dan kembali menggebrak meja kerjanya.


"Aku kan menghancurkanmu melalui orang-orang terdekatmu" lelaki tersebut tersenyum jahat karena sudah menemukan sebuah ide untuk menghancurkan Daffa. Iya segera menelpon seseorang.


Daffa yang masih dalam perjalanan, penasaran dengan David.


"Sayang, kayanya si David tadi suka sama kamu ya" Kata Daffa dengan tiba-tiba.


"Mas kenapa, mas cemburu karena Hana ngobrol dengan kakak kelas Hana? " Tanya Hana dengan lembut karena Daffa diam sejak keluar dari swalayan tadi.


"Kamu jangan terlalu sering berhubungan dengan si David tadi ya. Mas ngga suka! " Ucap Daffa dengan nada dingin. Hana yang paham suaminya cemburu pun langsung tersenyum. Dan memegang tangan Daffa.


"Mas percaya kan sama Han? " Tanya Hana.


"Iya, mas percaya sama kamu, tapi mas ngga suka lihat kamu sama laki-laki lain, apalagi laki-laki itu terlihat menyukaimu" Tutur Daffa.


"Iya, Hana ngerti mas, sudah dong cemberutnya. Ntar gantengnya ketutupan loh" Seloroh Hana bercanda Dan itu berhasil membuat Daffa tersenyum. Mobil yang mereka kendarai telah sampai di rumah utama. Mereka pun turun.

__ADS_1


TBC


__ADS_2