
Setelah melakukan pertemuan dengan Sarah, Arka berpamitan untuk segera pulang. Karena dia sudah berjanji akan mengantarkan istrinya ke dokter kandungan.
"Arka, sebelum kamu pulang gimana kalau kita makan siang dulu." Ucap pak Hendra kala Arka sudah berpamitan.
"Maaf pa, saya mau ngantar Caca periksa ke dokter kandungan. Lagipula tadi saya juga sudah bawa bekal buat makan siang. Berhubung pulang lebih cepat, jadinya saya bawa pulang lagi bekalnya hehehe" Arka terkekeh.
Pak Hendra menautkan alisnya mendengar penjelasan Arka.
" Jadi, kamu bawa bekal kalau sedang kerja? Apa kamu nggak pernah makan di luar?" Pak Hendra merasa penasaran dengan menantunya ini.
"Saya bawa bekal tapi nggak setiap hari kok pa, kalau jadwal padat saja saya bawa bekal karna nggak sempat buat makan siang di rumah. Kalau jadwal sedikit kosong, lebih baik saya pulang buat makan siang di rumah. Hampir tidak pernah saya makan di luar, kecuali bersama klien"
"Apa istrimu yang memaksamu melakukan ini semua?" Pak Hendra semakin penasaran dengan kehidupan anak dan menantunya ini.
"Enggak pa, ini kemauan saya sendiri. Sejak hamil Caca tambah rewel pa, dia susah makan. Tapi kalau saya temani buat makan, makannya lahap sekali. Makanya sebisa mungkin saya pulang untuk menemaninya"
"Tapi benar kan nggak ada paksaan dari anak Perempuanku?" Pak Hendra kembali memastikan.
"Iya pa. Caca tidak pernah memaksa saya. Kalau soal makan diluar. Daridulu saya memang nggak pernah makan di luar"
"Baiklah Papa percaya sama kamu. Tapi kalau ada tekanan atau apapun masalah kamu dengan anak saya. Kamu langsung bilang sama saya,nanti biar saya yang akan bertindak"
"Kalau soal itu saya tidak bisa janji pa, apapun masalah keluarga saya, Insya Allah itu akan menjadi urusan saya. Saya akan berusaha menyelesaikannya sendiri. Kalau begitu saya pamit pulang dulu pa?" Arka bangkit dari duduknya, di ikuti dengan pak Hendra.
Pak Hendra berjalan mendekati Arka, dan menepuk pundaknya.
"Kamu memang lelaki sejati. Tidak salah saya memilihmu menjadi menantu dan meneruskan usaha saya" Ucap pak Hendra.
"Jangan terlalu memuji pa, saya hanya melakukan kewajiban saya" Lalu keduanya tertawa.
__ADS_1
Arka pergi meninggalkan kantor mertuanya. Di dalam perjalanan dia sudah menghubungi istri agar bersiap karena tidak lama lagi dia akan sampai di rumah.
Sesampainya di rumah Arka tidak turun dari mobil. Karena sesuai dengan permintaan Arka supaya Caca menunggunya di teras rumah. Sehingga mereka langsung bisa berangkat ke dokter kandungan.
Setelah mendaftar dan mengambil nomer antrian, mereka berdua duduk di tempat yang sudah disediakan. Tidak perlu menunggu lama namanya di panggil, karena di jam siang seperti ini pasien tidak begitu ramai. Hanya ada beberapa orang saja yang sepertinya mereka juga sedang memeriksakan kandungan. Itu terlihat dari perut mereka yang sudah membesar.
Mereka berdua memasuki ruangan dokter tempat Caca biasa memeriksakan kandungannya.
"Halo Bu Natasya, Pak Arka. Silahkan duduk" Sapa dokter itu dengan ramah.
Arka dan Caca duduk berhadapan dengan dokter tersebut. Caca memberikan buku yang selalu dia bawa saat kontrol kandungan.
Dokter itu menerimanya dan membuka lembar demi lembar "Apa ada keluhan? Soalnya saya lihat disini jadwal kontrol masih enam hari lagi"
"Iya, jadi gini. Sudah tiga hari ini saya sering sekali buang air kecil. Apalagi kalau malam waktu tidur, rasanya itu sama sekali tidak bisa di tahan. Waktu istirahat saya sangat terganggu. Enak-enak tidur langsung terbangun gara-gara kebelet. Kira-kira kenapa ya dok? Apa tidak membahayakan janin kalau buang air kecil terus-menerus?" Caca menceritakan apa yang di alaminya.
Dokter itu menjelaskan dengan perlahan supaya penjelasannya bisa di pahami oleh pasien.
"Terus gimana caranya dok biar nggak terlalu sering buang air kecil, kasihan istri saya dok, kalau sering terbangun tengah malam" Arka pun bertanya.
"Caranya dengan kurangi minum sebelum tidur untuk mengurangi buang air kecil di malam hari. Tapi ingat, tetap cukupi kebutuhan cairan di siang hari untuk mencegah terjadinya dehidrasi, ya. Terus waktu buang air kecil condongkan tubuh agak ke depan, Cara ini bisa membantu kandung kemih benar-benar kosong. Kalau suka kopi, teh, atau minuman bersoda, sebaiknya di hindari ya. Selain tidak bagus untuk kandungan, minuman yang berkafein juga bisa menyebabkan sering buang air kecil"
Dokter pun kembali memberi penjelasan dengan sabar.
"Selain mengurangi minum saat mau tidur apa ada cara lain dok?"
"Ada, masih banyak cara untuk mengatasinya. Salah satunya dengan senam kegel, senam Kegel untuk melatih dan menguatkan otot panggul. Senam ini bisa membantu mengontrol kandung kemih dan mengurangi frekuensi buang air kecil. Nanti saya akan memberikan video cara melakukan senam kegel dengan benar supaya bisa di ikuti di rumah ya"
"Tapi dok, tidak bahaya kan kalau sering buang air kecil seperti ini?" Tanya Caca dengan sedikit rasa khawatir.
__ADS_1
"Selama keluhan sering buang air kecil yang di alami tidak disertai dengan nyeri saat buang air kecil, urine berbau, bahkan terdapat darah pada urine atau warnanya menjadi keruh, segera lakukan pemeriksaan. Supaya bisa segera di tangani dengan cepat dan tepat. Karena bisa saja itu gejala awal diabetes atau infeksi saluran kemih atau ISK"
"Ngeri juga ya dok" Caca merasa sedikit cemas
"Itulah pentingnya supaya menjaga hidup sehat dan seimbang. Agar terhindar dari penyakit berbahaya. Ada pertanyaan lagi, jika masih kurang jelas bisa di pertanyakan agar tidak salah informasi"
"Baik dok, saya sudah paham" Jawab Caca.
"Oke, kalau begitu sekarang saya periksa dulu ya sekalian USG untuk melihat perkembangan janinnya"
Dokter pun menyuruh agar Caca berbaring di atas brankar, lalu melakukan tahapan-tahapan pemeriksaan.
"Ini janin yang ada dalam kandungan Bu Natasya. Masih belum terlihat jelas ya pak, karena usia kandungannya masih sangat muda sekali"
"Bisa di lihat jenis kelaminnya dok?" Tanya Arka.
"Maaf pak Arka masih belum bisa, karena usia kandungannya masih sangat muda sekali" Jelas dokter.
Arka terlihat sedikit kecewa " Sayang lebih baik kita jangan tanya jenis kelaminnya dulu. Biarkan saja, biar ada rasa penasaran saat melahirkan nanti" Ucap Caca berusaha membujuk sang suami.
"Tapi aku sudah nggak sabar"
"Aku yang mengandungnya saja berusaha santai" Ucap Caca lagi, padahal dalam hatinya, ia juga punya keinginan yang sama dengan Arka.
"Baiklah" Dengan lesu Arka membantu Caca duduk.
"Ini saya kasih resep vitamin ya" Dokter menyerahkan selembar resep kepada caca.
Mereka pun meninggalkan ruangan dokter menuju apotik untuk menebus vitamin yang susah diresepkan.
__ADS_1